Pergantian Rektor dan Harapan

Browse By

Waktu berlalu sejarah pun terukir, meninggalkan kenangan. Ketika waktu datang, banyak harapan yang bermunculan. Ungkapan kalimat tersebut sangatlah tepat bagi UKSW secara kelembagaan, sehubungan dengan suksesi kepemimpinan (rektor) pada Agustus 2009. John Titaley terpilih sebagai rektor UKSW periode 2009-2013 menggantikan Kris Timotius.

Tentunya bagi sivitas kampus, pergantian kepemimpinan merupakan topik bahasan yang menarik (baik dari perspektif subyektif maupun obyektif) dalam mengukur/menganalisa/merasakan tahap pencapaian kelembagaan (perubahan) di bawah pimpinan lama, dan juga ekspektasi sivitas kampus terhadap rektor terpilih sangat beragam. Perlu kita sadari bahwa tidaklah arif jika evaluasi keberhasilan pimpinan lama kita lakukan melalui tulisan ini berdasarkan pada opini belaka, karena sebagai organisasi, UKSW telah memiliki mekanisme tersendiri untuk melakukan hal tersebut.

Dalam tulisan ini, selaku bagian dari sivitas kampus saya mencoba menyampaikan ekspektasi subyektif saya terhadap rektor terpilih (dan juga untuk rektor UKSW masa mendatang) selama masa kepemimpinannya. Tentunya ekspektasi ini sedapat mungkin saya kaitan dengan ideal-ideal dan nilai-nilai UKSW yang saya pahami. Sesungguhnya ada lima hal yang menjadi ekspektasi saya, yaitu:

  • Rektor UKSW yang mengakui kedaulatan Tuhan atas lembaga ini, sehingga implikasi dari pengakuan itu tercermin dalam segala aktivitas dan dinamika kampus.
  • Rektor UKSW yang sadar bahwa UKSW adalah bagian dari lembaga pendidikan di dunia, sehingga dapat mendorong UKSW untuk mengambil bagian atau berpartisipasi pada taraf dunia (global) dan bukan hanya bertaraf Jawa Tengah saja.
  • Rektor UKSW yang sadar bahwa UKSW berada di Indonesia dan oleh karena itu perlu mendorong UKSW melakukan inovasi-inovasi cerdas, kritis-prinsipil sehubungan dengan pengembangan sistem pendidikan di Indonesia guna terciptanya sistem pendidikan yang memerdekakan, mencerahkan mahasiswa dan bukan menciptakan sistem pendidikan yang membelenggu, apalagi yang memenjarakan ide.
  • Rektor UKSW yang sadar bahwa UKSW sebagai lembaga besar perlu dikelola secara profesional dan transparan, sehingga dapat dipercaya oleh mitra (dalam dan luar negeri) dalam hal membangun hubungan kerja kelembagaan yang bermakna dan menghargai prinsip-prinsip kesetaraan.
  • Rektor UKSW yang sadar bahwa UKSW bertanggungjawab dalam meningkatkan taraf kesejahteraan (jasmani dan rohani) sivitas kampus, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja yang optimal dan dapat membangun relasi kerja dalam perspektif kemitraan, bukan hubungan kerja antara majikan dan hamba.

Barangkali, ekspektasi ini masih jauh dari yang diharapkan, namun saya pikir jika UKSW dijalankan seperti harapan-harapan di atas, maka saya yakin perlahan tapi pasti, UKSW akan memberikan warna kultural kelembagaan yang berbeda dari institusi pendidikan lain baik yang ada di Indonesia maupun dunia.

Jubhar Mangimbulude, dosen Fakultas Biologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *