Konsultasi Menggunakan Tarot

Browse By

Judul Buku: Psikologi Tarot
Penulis: Leonardo Rimba dan Audifax
Penerbit: Pinus
Terbit : Maret 2008
Tebal: 262 halaman

Psikologi Tarot

Apa yang ada dalam bayangan anda, ketika mendengar kata tarot? Mungkin kebetulan anda pernah mendengar bahkan mengetahui sebagian hal tentang kartu tarot. Lalu apa itu tarot? Mengapa ada kartu tarot? Bagaimana asal-usulnya? Bisakah tarot dijelaskan secara ilmiah?

Apa itu tarot? Dalam buku ini, penulis menyatakan secara jelas bahwa tarot sebagai alat mediasi konsultasi dengan bantuan Yang-Lain (Liyan). Dalam psikoanalisa yang dipelopori oleh Sigmund Freud, mencoba menjelaskan mengenai Liyan ini dalam konsep yang disebutnya sebagai ”Alam-Bawah-Sadar” ini sering hadir secara simbolis dalam mimpi-mimpi yang memiliki makna tertentu. Pemikiran awal inilah yang kemudian dikembangkan oleh salah satu pemikir, yaitu Carl Gustav Jung. Jung melihat ada simbol yang secara berulang muncul pada budaya dan zaman yang berbeda, Jung juga melihat bahwa dalam kehidupan ini, ada yang dinamakan sinkronitas, atau ”kebetulan” yang sebenarnya bukan kebetulan. Oleh karena itu, dalam mempelajari tarot tidak diperlukan ”kesaktian”, karena secara jelas pendekatan-pendekatannya masih masuk dalam kategori ilmu pengetahuan yang diajarkan di Fakultas Psikologi.

Tarot bekerja dalam prinsip sinkronitas, karena itu tarot hanya akan bekerja bila ia tidak dihargai dan bersikap terbuka pada kedatangan Liyan sebagai kemungkinan dalam setiap kebetulan. Prinsip sinkronitas ini digunakan karena tarot bekerja dengan simbol-simbol yang membawa pesan bagi manusia, maka simbol-simbol inilah yang nantinya akan membentuk sebuah hubungan atau sinkron dengan simbol lainnya. Kekuatan yang ada di sekeliling kita, sering kali mencoba menyampaikan pesan secara simbolis. Bisa melalui mimpi, rasa, atau penglihatan tertentu.

Namun yang menjadi permasalahan adalah tidak semua simbol tersebut dapat ditangkap oleh kita, maka dengan simbol yang terdapat pada kartu tarot, dapat menjadi pengganti pesan dari Liyan tidak dapat kita tangkap. Dalam filsafat, Liyan ini sering juga disebut sebagai ”arche” dan apa yang disebut dengan arche ini berada diluar teks atau bahasa. Karena itu untuk dapat memahami ”arche” tersebut, ia harus hadir dalam bentuk teks, bahasa, atau kata.

Pernahkah membaca kalimat dari Yohanes 1:1, yang tertulis ”en arche en ho logos” atau ”Pada awalnya adalah kata” yang dimaksudkan sebagai awal mula penciptaan alam semesta dalam pemahaman kita yang terbatas adalah ”logos” atau ”kata”. Tentu pengertian ”kata” disini berbeda dengan pengertian kata dalam bahasa Indonesia. Pengertian ”kata” disini adalah apa saja yang terkatakan dalam semua bentuk pengkataan, bisa melalui huruf, angka, gambar, suara, atau apa sajalah. Bukan hanya terkatakan, namun juga menjadi pengetahuan.

Tarot selalu berhubungan dengan mite, karena itulah basis dari tarot. Mite adalah cerita-cerita dari zaman yang berbeda dan terus ada. Bila kita amati, ada banyak mite yang memiliki kesamaan-kesamaan yang bukan kebetulan. Didalam buku ini, akan dipaparkan beberapa kesamaan yang terjadi dalam mite-mite Musa, Yesus, Karna, Star Wars, dan Harry Potter. Mite memang masih menjadi misteri, namun misteri itulah letak kekuatannya. Mite mampu menginspirasi, namun bila terjadi kesamaan pola, berarti ada sebuah benang merah yang dapat ditarik, yaitu sebuah pesan dari alam dan pesan itu dapat diterjemahkan dalam tarot.

Buku ini pas bagi seseorang yang ingin mendalami tentang tarot. Dilengkapi dengan penjelasan dan macam-macam kartu tarot secara universal atau yang sering digunakan, serta pemberian contoh-contoh kasus pembacaan kartu tarot dan cara menggunakan tarot. Namun bukan dengan demikian, kita mudah memahami tarot, karena selain bahasa buku ini berisikan istilah-istilah yang agak sukar dipahami, mempelajari tarot haruslah disertai latihan terus-menerus untuk melatih kepekaan dalam membaca isi tarot yang sifatnya kolektif atau antara satu orang dengan orang lain memiliki perbedaan makna meskipun kartu yang keluar sama.

Evan Adiananta, mahasiswa Fakultas Psikologi

4 thoughts on “Konsultasi Menggunakan Tarot”

  1. Nindya Denise S. says:

    belinya dimana? harganya berapa? posisi q da d malang !!!

  2. STR says:

    @ Nindya Denise: Tempo hari saya mendapatkan buku ini di toko buku Toga Mas, Salatiga. Kalau Toga Mas buka di Malang juga, mestinya ada. Atau coba cari lewat toko buku online. 🙂

  3. reza says:

    klu d gramedia ada gak???.
    N harganya brpa???.
    Jga harga krtu taroot itu brp n blii d mna???.

    Lokasi saya binja,,medan,,sumatra utara….

  4. STR says:

    @ reza: Coba saja, mungkin ada di Gramedia. Kalau harga, saya kurang tahu sekarang. Dulu juga sudah lupa belinya harga berapa. Kalau kartu tarot, maaf, saya juga tidak tahu.

    Biar praktis, saya sarankan pakai jasa toko buku online seperti bukabuku.com. Anda tinggal pesan, transfer uang, nanti buku akan dikirim lewat jasa ekspedisi TiKi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *