Malam Apresiasi Seni

Browse By

Salah satu penampilan musik Malam Apresiasi Seni. {Foto oleh Daniel Pekuwali}

Salah satu penampilan musik Malam Apresiasi Seni. {Foto oleh Daniel Pekuwali}

Lagu You Raise Me Up dan Tanah Airku dengan iringan Angklung di bawah arahan Petrus Kaseke, mengawali malam Apresiasi Seni pada Selasa, 10 Nopember 2009 di Balairung Universitas.

Apresiasi Seni yang bertemakan “Mission Unimpossible” ini diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Universitas (SMU) UKSW bekerja sama dengan pemuda BKGS (Badan Kerjasama Gereja-Gereja Salatiga) dan Tim Multimedia Bethany—Salatiga.

“Acara apresiasi seni sendiri adalah puncak dari serangkaian acara Enterpreneurship 2009. Siangnya seminar tentang indusri kreatif mereka mendapatkan teori, bagaimana caranya mahasiswa menerapkan ide kreatif mereka, dan dari situlah mereka mendapatkan uang. Malamnya mereka dapat melihat praktek langsungnya,” tutur Gayus Permana Putra selaku Sekretaris acara.

StrinX Ansamble turut memeriahkan malam apresiasi seni dengan menunjukkan kebolehannya melalui biola, viola, perkusi, piano serta flute dan didukung pula dengan beberapa penampilan kelompok lain seperti Himalaya, 70’s Family, Lentera Kasih, Stand Out.

Tiap pertunjukan dalam acara ini diselingi dengan penampilan kocak dari Kroncong Kakuati (grup musik keroncong dan humor). Group musik yang terdiri dari Kefas, Arnold, Setyo, Adi, Dani, dan Wasita, Pak Muhson—penjaga gedung FSP—ini mampu meluapkan tawa penonton dengan aksi-aksi konyolnya.

Sesuai dengan tema “Mission Unimpossible”, Kroncong Kakuati beraksi seolah-olah merka adalah agen rahasia. Penyamaran mereka sebagai siswa sekolah dasar, guru dan kepala sekolah, dalam rangka menjalankan misi untuk menyelidiki suatu kasus di kota Salatiga.

Inti dari pertunjukan mereka ialah ingin membuktikan bahwa ternyata banyak kreatifitas yang potensial di Salatiga, ungkap Kefas Satriya, salah satu anggota Kroncong Kakuati.

Selain itu, ada pula pembagian dorprize dilanjutkan penampilan dance dari siswa Bethany School mengiringi nyanyian Aldi Lasso, dosen Program Profesional UKSW yang juga seorang penyanyi rohani.

Pemberdayaan kreatifitas dan kesenian yang ada di Salatiga menjadi tujuan dasar dari kegiatan Apresiasi Seni. Harapannya adalah agar karya seni dan kreasi tersebut dapat memberikan penghasilan bagi orang yang dapat mengembangkannya.

Salatiga kotaku ramah, khas Jawa Tengah…
Salatiga yang permai, warganya rukun damai…

Penggalan syair lagu Salatiga di atas adalah ciptaan Bagus Gangsar Wibisono S.Pd, yang dinyanyikan oleh Keroncong Kakuati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *