Seremonial Ulang Tahun

Browse By

Ulang tahun menjadi budaya hura dimana-mana. Pesta pora pun seolah menjadi sesuatu yang berbau seremonial—condong pada sebuah formalitas—nan wajib bagi mereka yang (biasa) merayakannya. Maka tak heran jika keluarnya biaya besar menjadi suatu hal yang otomatis mengiringi kemeriahan acara macam ini.

Hal ini telah menjadi doktrin dalam pikiran manusia di mana dalam memaknai ulang tahun dominan dengan budaya pesta yang berdalih ucapan syukur atas apa yang telah ia dapat dan berharap akan hadir hal-hal yang lebih baik, mendatang.

Budaya ulang tahun yang entah darimana datangnya ini, seperti kita tahu berlaku juga pada suatu komunitas, lembaga, dan negara.

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) adalah salah satu lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan tingkat Perguruan Tinggi. Dan kampus yang pada 30 November 2009 ini akan memperingati hari ulang tahunnya yang ke-53, telah menggelar pelbagai bentuk dan jenis kegiatan dalam satu kegiatan besar bernama “Dies Natalis UKSW.”

Menggelar beragam kegiatan dengan pelbagai wujud untuk memeriahkan peringatan ulang tahun ini, seolah menjadi agenda utama. Namun terlepas dari itu, hendaknya ulang tahun UKSW ini tidak hanya menjadi sebatas ajang seremonial belaka.

Berlebihan mungkin jika saya menganggap (sebagian besar) kegiatan yang ada hanya bak seremoni belaka. Logikanya begini. Sedikit menyinggung keberadaan Point Card yang mulai berlaku tahun 2007 lalu untuk seluruh mahasiswa, salah satu akibat yang ditimbulkan ialah kegiatan sebatas seremonial demi lahirnya poin untuk mahasiswa. (Mungkin) mengabaikan kualitas, akan menjadi prioritas para pencetak kegiatan.

Mahasiswa pun mendesak para wakilnya yang bisa mencetak kegiatan, untuk sesegera mungkin dan sebanyak mungkin mengadakan kegiatan. Semata-mata hanya poin yang menjadi prioritas, bukan pemetikan makna dari kegiatan itu sendiri. Namun itulah yang diharapkan sebagian besar mahasiswa yang mengikutinya. Dan ini fakta.

Bagi saya, keberadaan Point Card menjadi sugesti besar terhadap mahasiswa sehingga mahasiswa mau melakukan apa saja demi mendapatkan poin minimal yang sudah ditentukan dalam Kredit Keaktifan Mahasiswa (KKM). Inilah yang saya pikir menjadikan dasar keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan. Dan alhasil, kegiatan tersebut hanya menjadi sebatas sebuah seremoni, tak lebih.

Kembali pada konteks kegiatan pemeriahan ulang tahun UKSW. Puluhan pelbagai jenis kegiatan dari masing-masing fakultas turut serta mengiringi penyambutan hari ulang tahun UKSW. Pelbagai kegiatan seolah telah menjadi agenda tahunan dan hampir bisa dipastikan keberadaannya demi memeriahkan ulang tahun UKSW ini.

Bertolak dari itu, saya pikir hanya segelintir dari sivitas akademika UKSW yang mau merefleksi tentang kegiatan-kegiatan yang dilahirkan selama 53 tahun itu. Jika pun ada, (mungkin) hanya sebatas renungan pribadi. Asumsi saya, ini dipengaruhi karena sivitas akademika dominan merujuk pada budaya berkegiatan, pesta, dan sejenisnya yang tak lain untuk memeriahkan ulang tahun UKSW itu sendiri.

Berangkat dari sini, harapan mengupayakan serta mengedepankan Tri Darma Perguruan Tinggi oleh seluruh sivitas akademika UKSW haruslah menjadi prioritas. Berpegang teguh terhadap itu semua dan hendaknya bukan hanya menjadi sekedar wacana. Bukti, itulah yang diharapkan dan terus dinantikan. Termasuk pengadaan kegiatan untuk melayani mahasiswa.

Tulisan ini tak akan berarti apa-apa. Klise, mungkin akan menjadi penilaian Anda sebagai pembaca. Namun patutlah dipertimbangkan, apakah hal-hal (harapan) yang telah dipaparkan di atas sudah terealisasi? Ataukah (memang) hanya sebuah wacana?

Selamat ber-dies natalis UKSW ke-53. Rangkaian pelbagai bentuk dan jenis kegiatan demi kemeriahan yang ada, semoga tak hanya menjadi sesuatu yang bersifat seremonial belaka dan sejenisnya. Berupaya merealisasikan tujuan murni dan mulia seperti yang tercantum dalam proposal kegiatan akan meminimalisir kegiatan yang berujung kesia-siaan tanpa makna. Semoga!

Subiharto, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

3 thoughts on “Seremonial Ulang Tahun”

  1. oke says:

    Anda aja belum slesai2. Atau sengaja di UKSW agar anda bebas menulis mengkritisi. semoga anda bertobat

  2. Subiharto says:

    @ Oke : Terimakasih atas kritik dan saran yang anda lontarkan. Atas dasar kritik Anda, saya bertanya kembali pada Anda karena saya belum paham apa yang anda maksud di komentar Anda. Pertama, apa hubungannya dengan lamanya kuliah dan apa salah mengkritisi sesuatu yang perlu dikritisi? Dan yang kedua, apa alasan Anda meminta saya untuk bertobat?

    Salam,
    Subiharto

  3. Pingback: Seremonial Ulang Tahun : Subiharto.com
  4. Trackback: Seremonial Ulang Tahun : Subiharto.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *