Aksi Gerak Salatiga Turun ke Jalan

Browse By

Gerak di depan pintu gerbang kantor DPRD Salatiga. {Foto oleh Dhimas Bayu Wicaksono}

Gerak di depan pintu gerbang kantor DPRD Salatiga. {Foto oleh Dhimas Bayu Wicaksono}

Bertepatan dengan hari Anti Korupsi Sedunia, Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Salatiga melakukan aksi turun ke jalan menuntut kasus Bank Century pada Rabu, 9 Desember 2009. Aksi yang dimulai pukul 11.00 dan diikuti massa sekitar 50 orang tersebut melakukan orasi di Bundaran Taman Sari Salatiga menuju kantor DPRD Kota Salatiga dengan kawalan polisi.

Selain itu dalam pers release disebutkan bahwa Gerak Salatiga juga menuntut adanya pengusutan kasus buku ajar Balai Pustaka dan kasus korupsi lainnya di Salatiga, serta bersihkan Salatiga dari pungli (pungutan liar).

Gerak Salatiga merupakan gabungan enam kelompok masyarakat yang terdiri atas Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Badan Perwakilan Mahasiswa (BPMU) UKSW, Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT), Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KMMI), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), dan Kesaktian Peduli Generasi (KPG).

Syaloom Pesaul selaku koordinator lapangan aksi ini menyerukan, “Menuntut pemerintah supaya mengusut tuntas segera kasus bank Century, yang melibatkan pejabat tinggi negara Wapres Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.”

Syaloom menambahkan, “Harapanku, teman-teman UKSW itu lebih tanggap untuk menyikapi kasus-kasus seperti ini, bahwa mahasiswa juga harus turun ke jalan, jangan cuma berani di depan buku saja untuk menyuarakan kepentingan bersama.”

“Kalau aksi ini tetap jalan, aksi ini kita gulirkan seperti peristiwa 98,” jelasnya. Ia juga berharap mahasiswa berada di depan untuk memimpin gerakan ini. Supaya rakyat yang hari ini tidak lagi percaya kepada mahasiswa bisa kembali percaya kepada kita lagi, bahwa kita lah garda terdepan dalam perubahan.

Andi Nata Ginting, mahasiswa Program Pasca Sarjana Progdi Manajemen Pendidikan UKSW yang juga ikut dalam aksi ini turut mengatakan, “Berharap supaya dengan momen ini, kita mengingatkan kembali kepada seluruh elemen bangsa untuk bisa mengubah pandangan dunia yang seperti sekarang ini terjadi, dengan memangkas generasi yang sudah membudaya dengan korupsi. Tapi kita sebagai generasi muda harus ditanamkan dengan pendidikan-pendidikan yang memang tidak larut di dalam korupsi.”

Ia juga mengharapkan agar aksi ini ditanggapi oleh pemerintah, meskipun hanya beberapa. Dan juga, meminta pemerintah untuk berupaya menambahkan pendidikan anti korupsi dalam pendidikan formal melalui muatan lokal atau pendidikan non-formal.

Gerak meminta untuk diperkenankan masuk halaman kantor DPRD Salatiga. {Foto oleh Dhimas Bayu Wicaksono}

Gerak meminta untuk diperkenankan masuk halaman kantor DPRD Salatiga. {Foto oleh Dhimas Bayu Wicaksono}

Massa sempat tidak diperbolehkan masuk ke halaman depan kantor DPRD Kota Salatiga dikarenakan adanya rapat anggota DPRD yang sedang berlangsung. Namun setelah bernegosiasi, akhirnya massa diperbolehkan masuk dengan syarat tidak membuat kegaduhan yang dapat mengganggu jalannya rapat tersebut.

Aksi Gerak Salatiga tersebut berakhir sekitar pukul 13.00 setelah diskusi dengan Ketua DPRD Kota Salatiga di halaman depan kantor.

2 thoughts on “Aksi Gerak Salatiga Turun ke Jalan”

  1. anonimous says:

    hanya sebuah ceremonial…..
    ikut meramaikan situasi tetapi tetap datar dan kaku…..

  2. anonimous says:

    ketakutan saya hanya mahasiswa yang mencoba ikut demo hanya untuk batu loncatan ke arena politik karena kekritisannya….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *