Tolong, Masa Laluku

Browse By

Judul: Boy A
Sutradara: John Crowley
Pemain: Andrew Garfield, Peter Mullan, Shaun Evans, Katie Lyons, Alfie Owen
Durasi: 100 menit
Rilis: 26 November 2007, Inggris

Boy APernahkah Anda menemui seorang remaja pemilik masa lalu sangat kelam sampai-sampai identitasnya seperti nama perlu diganti? Kalau belum pernah, Anda akan menemukannya di filem Boy A.

Filem ini mengisahkan remaja 24 tahun yang datang ke suatu kota dengan kehidupan, tampang dan nama baru yakni Jack Burried (diperankan Andrew Garfield). Jack dibantu seorang pria, Terry (Peter Mullan), untuk melupakan masa lalu yakni masa sekolah menengahnya dimana ia terlibat kasus pembunuhan. Sekecil itu!

Saat sekolah menengah, Jack bernama Eric Wilson (Alfie Owen). Ia bukan anak pintar bergaul. Kaku, suka gugup. Hidupnya amat sepi. Eric tidak intim dengan orang tua (ibunya pesakitan kanker payudara, ayahnya peminum) apalagi rekan-rekan sekolahan.

Barangkali karena situasi hidup rumit, ia menjadi sesosok pendiam akut. Eric kerap berkelahi (atau lebih tepatnya dihajar, diganggu) oleh anak yang lebih besar serta lebih tua. “Hei, cacat,” ejek para penghajar Eric.

Namun, suatu ketika, ia bertemu seorang anak sebaya yang kemudian jadi sahabat, Philip Craig (Taylor Doherty). Mereka kerap habiskan waktu berduaan. Bersantai di taman atau mencuri makanan di supermarket. Philip mengaku pernah diperkosa (disodomi?) oleh kakaknya. Philip menghajar para penghajar Eric.

Pada suatu hari mereka memancing ikan di pinggir sungai yang lengang. Dapat ikan dan tidak digoreng. Menggunakan kayu berpaku, Philip membantai makhluk air itu di atas tanah lalu dicemplungkan lagi ke sungai. Sutradara filem ini agaknya berhasil membentuk karakter Philip sebagai sesosok anak yang dingin dan klop dengan Eric!

Ke-“dingin”-an itu bukan cuma buat binatang, manusia juga. Philip dicela seorang cewek waktu sedang merusak papan kayu menggunakan cutter di pinggir sungai. “Itu perusakan,” kata si cewek berseragam sekolah yang kebetulan melintas tersebut. “Apa kau tak punya kerjaan lain?”

“Bagaimana dengan yang kau lakukan tadi?” tanya Philip, yang sebelumnya bersama Eric melihat pencelanya berciuman. “Dasar kalian tukang tukang intip!” umpat si cewek lalu mengejek Philip sampah.

Philip tidak suka. Tangan si cewek digores pakai cutter hingga berdarah-darah. Saat si cewek mau lari, Philip menariknya ke bawah jembatan. Eric memegang cutter dan menyusul ke bawah jembatan.

Dalam beberapa bagian, filem yang diangkat dari novel berjudul sama karangan Jonathan Trigell ini sukses “menceritakan” kejadian tanpa harus memperlihatkan kejadian. Misal, adegan pembunuhan tidak diberi lihat, namun penonton, mau tidak mau, sanggup menyimpulkan bahwa si cewek dibunuh karena sebelumnya sudah ada adegan persidangan terhadap Eric dan Philip, yang diidentifikasi di pengadilan sebagai “Boy A” dan “Boy B”.

Penyajian filem ini mengingatkan, sedikitnya, mirip Slumdog Millionaire (2008) atau The Prestige (2006) melalui potongan-potongan kisah masa lalu yang dikenang dan terkenang. Anda tidak akan menemui jalan cerita runtut sejak masa kecil hingga remaja, namun “waktu” saling berselang-seling menimpali.

Di kehidupan baru atau “kesempatan kedua” dalam kehidupannya, Jack kerja di sebuah perusahaan dan mendapat teman-teman baru yang tidak punya informasi gamblang tentang rekam jejak Jack. Chris (Shaun Evans), salah satunya. Awalnya semua berjalan normal tidak ada masalah. Jack-Chris akrab. Mirip hubungan Eric-Philip, meski Chris bukan sesosok manusia seperti Philip.

Mereka hang out bareng di diskotek, having fun bergoyang dan minum. Jack juga bantu menghajar pemukul Chris di suatu malam karena perkara cewek.

Hidup baru Jack indah karena masa lalunya yang suram tidak diketahui. Jack dan Chris bahkan terlibat penyelamatan seorang gadis kecil dalam suatu kecelakaan lalu lintas. Jack masuk koran dan dielu-elukan sebagai pahlawan.

Eric memang pernah membunuh, tapi sudah bertanggungjawab dengan dipenjara!

Namun ada yang tak suka. Jack sempat diberi tahu Terry ada pengumuman mengenai pencarian keberadaannya di Internet dan berhadiah 20 ribu dolar oleh mereka, para pembenci perbuatan Jack (eh, Eric!).

Jack sempat berpacaran dengan Michelle (Katie Lyons), rekan kerja satu kantor. Mereka tampak bahagia. Michelle yang perhatian adalah pacar pertama dalam hidup Jack. Hingga akhirnya Michelle menghilang! Jack dituduh terlibat hilangnya Michelle, karena informasi tentang masa lalu Jack sebagai pembunuh tersebar! Karenanya, Chris enggan bantu dan malah menyudutkan. Jack dipecat dari pekerjaan. Padahal Jack tak tahu apa-apa!

Remaja itu lari. Menyingkir. Akibat masa lalu, hari-harinya kemudian patah. “Kesempatan kedua” seperti tidak ada arti lagi. Akhir filem ini mendorong penonton menebak: Jack memilih mati atau hidup?

Suatu perjalanan di lorong kehidupan baru: cinta, kehangatan, jalinan kasih yang sudah ditemukan sewaktu-waktu dapat terusik karena masa lalu diributkan. Filem ini membuka ruang perenungan tentang sebab-akibat masa lalu, identitas dan kekalutan makhluk sosial dalam masyarakat.

Bagi Anda pemilik beban berat masa lalu, barangkali setelah menonton filem ini akan bersandar di kursi, tembok atau dipan sambil menghela nafas panjang. Sekaligus bertanya: perlukah masa lalu kelam dijawab dengan mengakhiri hidup hari ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *