Penanaman Seribu Pohon di Mangunsari

Oleh | 8 February 2010 | Salatiga

Jumat, 5 Februari 2010, sebanyak 107 mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi UKSW menanam bibit-bibit di sepanjang jalan kelurahan Mangunsari, kecamatan Sidomukti. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara IT Back to Nature, hasil kerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat TUK (Tanam Untuk Kehidupan) serta Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Salatiga.

Kegiatan ini dimulai jam 8.30 pagi dengan sambutan dari Dyah Purwati sebagai perwakilan Walikota Salatiga. Dilanjutkan penanaman pohon pertama oleh beliau sebagai simbol dibukanya aksi penanaman seribu pohon ini. Kemudian Bambang Pamulardi, Kepala DPLH, memberikan sambutannya sekaligus memberikan penyuluhan bagaimana menanam pohon yang baik. Beliau berharap kegiatan yang dilakukan ini dilanjutkan dengan pemeliharaan pohon, tidak berhenti dengan sekedar menanam pohon saja.

Berbagai kerajinan barang bekas dan majalah dinding bertema lingkungan hidup ditampilkan di kegiatan ini. Kerajinan barang bekas dan majalah dinding ini merupakan hasil karya para pelajar SMA dan SMK di Salatiga. Sehari sebelum aksi penanaman, digelar pula lomba kerajinan barang bekas dan mading antar SMA dan SMK se-Salatiga di Balairung Universitas UKSW. Lomba kerajinan bekas dimenangkan oleh SMA Negeri 2, sedangkan untuk majalah dinding dimenangkan oleh SMA Kristen Satya Wacana.

Acara yang bertemakan “Be Creative and Save Our World” ini diharapkan mampu meningkatkan lagi kesadaran mahasiswa dan pelajar akan lingkungan hidup, sehingga mereka bukan hanya peduli akan pendidikan tetapi juga lingkungan hidup. Harapan tersebut dituturkan oleh Bondan Vitorini, ketua panitia kegiatan ini.

Sebenarnya rencana awal kegiatan penanaman ini akan diadakan di Jalan Lingkar Selatan. Namun karena pembangunan jalan yang belum selesai, dikhawatirkan jika nantinya ada penambahan ruang jalan yang akan menggusur tanah pohon yang telah ditanami. Kegiatan ini selesai sekitar jam 11.00, ditutup oleh pertunjukan KBM Capoeira UKSW.


Komentar (13)

  1. saam fredy says:

    apakah benar yang ditanam sejumlah 1000 pohon?

  2. vita says:

    Penanaman seribu pohon memang bagus, tetapi akan lebih bagus apabila tidak hanya sekedar menanam saja, tetapi harus juga digerakkan perawatan seribu pohon agar pohon yang ditanam tidak sia-sia (berumur sehari saja).

  3. jonq says:

    @saam fredy : kalo ga percaya hitung sendiri !! mau??

  4. saam fredy says:

    ada info dari seorang teman bahwa pohonyg ditanam kurang dari 1000. jika benar, tidak sekian, maka berita ini tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    salam,
    saam fredy

  5. STR says:

    @ saam fredy: jika info dari seorang teman itu tidak benar, maka berita ini dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. hehe..

  6. saam fredy says:

    @ str: mohon ditanya ulang penulis berita, apakah benar jumlahnya 1000 pohon atau tidak.

    salam,
    saam fredy

  7. saam fredy says:

    Bambang Pamulardi adalah Kepala Badan Lingkungan Hidup Salatiga, bukan kepala dplh. nama2 skpd di kota salatiga telah berubah tahun 2010 yg lalu.

    salam,
    saam fredy

  8. STR says:

    ya, nantilah. belom ketemu lagi sama yang nulis. haha
    anyway, thanks buat info soal bambang pamulardi.

  9. saam fredy says:

    ralat, awal 2009.

    salam,
    saam fredy

  10. saam fredy says:

    Dyah Purwanti itu jabatannya apa sehingga mewakili Wakil Walikota, apakah yg bersangkutan adalah wakil wali kota? Jika bukan, kan ada kepaha BLH Salatiga, kenapa tidak dia saja yang mewakili wali kota salatiga? Biasanya, jika walikota berhalangan, maka yg mewakili wawali, jika wawali berhalangan, maka biasanya kepala skpd yang terkait yg menjadi pengganti.

    salam,
    saam fredy

  11. sheila says:

    mav sebelumnya, saya gag tau ternyata tulisan saya mendapat beberapa coment.
    sebenarnya kalo membalas coment sekarang sudah terlambat, krn ini sudah berita lama. tapi karena diatas meminta berita ini harus ada tanggung jaawabnya akan apa yang ditulis maka akan saya jawab.

    “Penanaman Seribu Pohon” ini adalah nama dari kegiatan yang saya tulis beritanya. Memang yang ditanam hanya sekitar 150 pohon, kata “seribu” disini hanya sebagai kata kiasan yg maksudnya banyak pohon. seperti itu yg saya dapat dari penjelasan nama kegiatan oleh panitia. Mungkin memang kalo sy pakai untuk judul kurang tepat, karena menimbulkan kesalah mengertian.

    terimakasih untuk komentar2 lain.. :)

  12. Sabdo, S.Pd. says:

    penanaman pohon jangan mengawatirkan orang pedesaan, contohlah orang-orang di desa. Jangan mengabaikan orang desa, perhatikan orang-orang desa. Orang desa itu banyak yang pinter lho, tetapi sering diabaikan ……………………..jnagn begitu dong !!!!!!!!!!!!

  13. ulfi says:

    menanam hal yang mudah, yang akan terasa sulit itu adalah merawatnya.

Kami menerima pandangan Anda