FH Luluskan 19 Mahasiswa

Browse By

Salah seorang winisuda, Dhani Eko Prasetyo berharap seluruh komponen FH harus mengupayakan reakreditasi yang lebih baik. {Foto oleh Lidya Annisa Widyastuti}

Salah seorang winisuda, Dhani Eko Prasetyo berharap seluruh komponen FH harus mengupayakan reakreditasi yang lebih baik. {Foto oleh Lidya Annisa Widyastuti}

51 tahun sudah usia Fakultas Hukum (FH). Fakultas yang memiliki spesialisasi di bidang hukum bisnis ini kembali mewisuda mahasiswanya.

“Saya benar-benar memercayakan anak saya untuk belajar di Fakultas Hukum (Universitas Kristen) Satya Wacana ini.” Itulah sepenggal kata sambutan orangtua dari Fitrian Maulana Fuady, mahasiswa FH, dalam acara Pelepasan Winisuda FH, Jumat, 19 Februari 2010. Tak kurang dari 50 tamu undangan menghadiri acara yang dimulai pukul 18.00 bertempat di Warung Joglo Bu Rini, Jalan Mawar 5 Salatiga, ini.

Pada periode ini, FH melepas 19 mahasiswanya dengan gelar sarjana. Dari kesembilan belas mahasiswa tersebut, diperoleh informasi bahwa predikat kelulusan baik ada 7 mahasiswa, memuaskan berjumlah 9 mahasiswa; sangat memuaskan, 2 mahasiswa; terpuji (cum laude), 1 mahasiswa.

“Bukan suatu kebetulan saya berada di FH ini. Ada banyak suka duka, tetapi saya percaya pengalaman tersebut akan berguna bagi saya nanti ke depannya,” ucap Amgasussari Anugrahni Sanggalang, satu-satunya lulusan berpredikat terpuji. Mahasiswi angkatan 2005 ini berencana melanjutkan studinya di luar Salatiga.

Mengenai akreditasi C yang masih disandang FH, salah seorang winisuda, Dhani Eko Prasetyo berharap seluruh komponen FH harus mengupayakan reakreditasi yang lebih baik.

13 thoughts on “FH Luluskan 19 Mahasiswa”

  1. Thieves says:

    Demi Cinta….

  2. saam fredy says:

    apakah penulisan angka di awal kalimat dapat dibenarkan?

  3. STR says:

    @ saam: dapat.

  4. saam fredy says:

    @str: argumentasimu?

  5. STR says:

    @ saam: “51 tahun sudah usia Fakultas Hukum (FH).” Masih dapat dimengerti maksudnya, bukan?

  6. Teddy Delano says:

    @Saam Fredy: Apakah penulisan angka di awal kalimat tidak dapat dibenarkan?

  7. saam fredy says:

    tidak dalam tata bahasa Indonesia.

  8. STR says:

    lho.. kenapa?

  9. saam fredy says:

    baca buku berjudul: Ejaan Bahasa Indonesia, ditulis oleh Yus Badudu, penerbitnya CV Pustaka Prima, 1996, halaman 56.

    salam,
    saam fredy

  10. STR says:

    ya, nanti dibaca. haha

  11. Subiharto says:

    @ Saam Fredy: Penyampaian informasi sepertinya tidak harus menggunakan bahasa baku yang bisa terkesan kaku. Menurutku, yang terpenting adalah apa yang hendak disampaikan reporter melalui medianya bisa tersampaikan dengan tepat. Jadi, sejauh itu bisa dipahami publik, apa salahnya? Toh itu tetap menggunakan Bahasa Indonesia dan aku yakin pesan tetap bisa diterima dan dipahami, bukan?

    Mengikuti aturan kebahasaan ini sepertinya hukumnya “makruh” (baik jika dilakukan, jika tidak pun tak apa-apa) dan intinya bisa dipahami orang yang bisa berbahasa Indonesia.

  12. coemi says:

    @saam : terima kasih telah berbagi pengetahuan.. he he =)

  13. Pingback: Winisuda Februari 2010 « Fakultas Hukum Satya Wacana
  14. Trackback: Winisuda Februari 2010 « Fakultas Hukum Satya Wacana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *