A Midsummer Night’s Dream: Impian FBS Sejak Enam Tahun Lalu

Browse By

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra mementaskan drama berjudul A Midsummer Night's Dream karya William Shakespeare, Rabu-Kamis, 24-25 Februari 2010 di Balairung Universitas. {Foto oleh Lidya Annisa Widyastuti}

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra mementaskan drama berjudul A Midsummer Night's Dream karya William Shakespeare, Rabu-Kamis, 24-25 Februari 2010 di Balairung Universitas. {Foto oleh Lidya Annisa Widyastuti}

“Awesome!” teriak seorang penonton berkewarganegaraan Amerika, Laurent Zentz, usai pertunjukan drama berjudul A Midsummer Night’s Dream yang digelar di Balairung Universitas. Drama tersebut berlangsung selama dua hari, yaitu 24 dan 25 Februari 2010 pukul 17.30 tanpa tiket masuk.

Drama berbalut komedi romantis dengan kemunculan peri-peri unik ini bercerita tentang petualangan empat kekasih, sekelompok aktor amatir, dan interaksi mereka dengan para peri yang tinggal di sebuah hutan dekat Athena. Melalui komedi yang mengaburkan konflik dan penderitaan yang dialami para pencari cinta, drama ini ingin menekankan pesan bahwa cinta sejati tak pernah berjalan mulus: “The course of true love never did run smooth.

“Sebenernya rencana drama ini sudah ada dari tahun 2004 tapi selalu ada kendala dan baru setelah enam tahun ini bisa bikin drama ini,” ujar sang sutradara, Annita ‘Kwannie’ MFA. Menyoal pemilihan tema, Annita mengatakan bahwa tema drama ini memang berbeda dengan sebelumnya karena ini merupakan pertama kalinya FBS menyuguhkan karya Shakespeare yang murni setelah enam belas kali pertunjukan drama FBS lainnya.

Ina Riyanto SPd MA, supervisor A Midsummer Night’s Dream, mengatakan bahwa pada awalnya drama seperti ini merupakan tugas akhir dari matakuliah Elective, yaitu membuat suatu produksi bersama-sama. Namun karena apresiasi kegiatan ini semakin besar dan berkembang, maka tidak bisa hanya melibatkan mahasiswa yang mengambil kelas tersebut, melainkan juga turut melibatkan mahasiswa FBS lain melalui audisi yang ketat. “Seperti Indonesian Idol itu lho,” ucap Ina sambil tertawa.

Ina menambahkan, tujuan pertunjukan drama ini adalah sebagai sarana promosi untuk FBS dan sarana untuk memberi kesempatan pada mahasiswa FBS untuk bekerja dalam tim yang besar. Pertunjukan drama ini melibatkan 34 pemain dan 96 kru. “Dengan latihan dan dorongan akan menimbulkan percaya diri pada anak-anak yang terlibat di sini,” ungkapnya. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam pertunjukan drama ini merupakan poin plus pada saat mereka ingin mencari kerja.

Persiapan pertunjukan drama sendiri terbilang cukup lama dan matang dengan menghabiskan waktu lima bulan, disertai karantina khusus selama tiga hari di Tawangmangu agar berlatih lebih efektif jika dibandingkan dengan latihan biasa yang dilaksanakan dua hingga tiga kali seminggu. “Banyak masukan dari director, assistant director, supervisor yang mendukung penjiwaan drama ini,” ujar Yosafat, mahasiswa FBS angkatan 2006 yang berperan sebagai Puck. Saat ditanyai mengenai aksi konyolnya yang kerap kali membuat para penonton tertawa terbahak, ia hanya berkomentar, “Malu, malu banget.”

Drama berakhir sekitar pukul 21.15 dengan teriakan dan tepuk tangan meriah dari para penonton.

Immanuel Permadi, mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan angkatan 2009, menyampaikan kesannya, “Drama ini menarik dan saya kagum sekali. Nggak nyangka mahasiswa bisa seperti ini, bisa menghasilkan drama yang berkelas.”

8 thoughts on “A Midsummer Night’s Dream: Impian FBS Sejak Enam Tahun Lalu”

  1. Pingback: A Midsummer Night’s Dream | Scientiarum
  2. Trackback: A Midsummer Night’s Dream | Scientiarum
  3. STR says:

    HAIL PUCK!

  4. risma says:

    dramanya FBS emang selalu bikin banyak decak kagum….. beruntung deh bisa jadi salah satu crew-nya….

  5. DDS says:

    walaupun gak nonton, tp serasa udah nonton ..
    sang penulis berita trima kasih ya..

  6. vio says:

    jadi pingin lihat filmnya. :p

  7. tiwuk says:

    jadi kangen FBS bangeeeettttttt………………..

    inget saat jadi crew ……. hhmmm……..

  8. bella says:

    mantabhh .. ^_^

  9. Nyit2 says:

    Emang bener2 keren.
    Mpe nyesel cuma bisa nonton sekali….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *