Aksi Solidaritas untuk HMI Makassar

Browse By

Masa yang menamakan dirinya Front Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bersatu (Germas) menggelar aksi damai, dimulai dari Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, Bundaran Taman Sari, Kantor DPRD Kota Salatiga hingga Markas Polres Kota Salatiga, Senin, 8 Maret 2010.

“Kepala Polda Sulawesi Selatan turun”, “Usut oknum kepolisian”, “Sri Mulyani harus mundur”, “Boediono juga mundur”, demikian tulisan-tulisan yang mereka bawa.

Aksi ini menyuarakan pertentangan atas pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menyikapi hasil sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat tentang Bank Century. Mereka menganggap bahwa SBY tidak tegas dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Sangat tidak jelas dalam hal ini, SBY menghormati dan mengapresiasi proses dan hasil pansus. Akan tetapi tidak jelas apa tindak lanjut dari rekomendasi tersebut,” ucap Reza Ahmadiansyah, koordinator aksi.

Reza menambahkan, di satu sisi DPR mengatakan bahwa bailout adalah salah, tetapi SBY menyatakan bahwa bailout tidak salah. Pernyataan-pernyataan yang disampaikan SBY dalam pidatonya seolah menjadi legitimasi eksekutif dalam menyikapi hasil yang dilakukan oleh DPR.

Massa gabungan antara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) ini, menyampaikan tuntutan mereka di hadapan anggota DPRD Kota Salatiga. Mereka menuntut kepada Presiden untuk tegas dan tidak tebang pilih dalam program penuntasan korupsi di negeri ini, serta mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi dalam pemberantasan kasus korupsi, terutama penyelesaian kasus Bank Century.

Di Mapolres Kota Salatiga, aksi tersebut merepresentasikan diri sebagai buntut penyerangan markas HMI yang terjadi di Makassar, Sulsel, yang mana pada saat itu HMI setempat sedang mengadakan rapat evaluasi aksi dan persiapan aksi selanjutnya untuk mengawal Pansus Angket DPR tentang Bank Century. Aksi ini merupakan simbol penentangan tindak penyerangan markas HMI di Makassar yang dilakukan oleh oknum kepolisian setempat pada Rabu, 3 Maret 2010, lalu. Saat itu anggota HMI Cabang Makassar secara tiba-tiba diserang oleh 10 orang yang diduga kuat oknum polisi.

“Secara tidak langsung ada upaya-upaya untuk melemahkan gerakan mahasiswa. Memberikan cetak biru bahwa mahasiswa identik dengan kekerasan,” ujar Wahyu Budi Utomo, Ketua Umum HMI Cabang Salatiga.

Aksi yang mendapat pengawalan ketat dari kepolisian ini, disambut oleh Wakil Kapolres Kota Salatiga Komisaris Rugaya Renwarin di gerbang masuk Mapolresta. Di hadapan Rugaya, mereka menuntut kepada Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri untuk meminta maaf kepada kader HMI se-Indonesia atas nama institusi. “Kami juga menuntut kepada Kapolri untuk segera menyelesaikan dengan tuntas persoalan antara HMI dan kepolisian,” tambah Wahyu yang ditemui secara terpisah setelah aksi ini selesai.

Menanggapi tuntutan tersebut, Rugaya mengatakan dia akan menindaklanjuti tuntutan tersebut, dilaporkan kepada atasannya kemudian mencari jalan keluar dalam penyelesaian masalah ini. “Mari kita sama-sama mendukung penyelesaian masalah ini,” kata Rugaya.

2 thoughts on “Aksi Solidaritas untuk HMI Makassar”

  1. Pingback: Front Germas Turun ke Jalan | Scientiarum
  2. Trackback: Front Germas Turun ke Jalan | Scientiarum
  3. saam fredy says:

    …………Wakil Kapolres Kota Salatiga Komisaris Rugaya Renwarin di gerbang masuk Mapolresta. Di hadapan Rugaya………..

    weleh2, Wakapolres kok pangkatnya jadi Komisaris? AKBP, AKP, KP, Ipda, Iptu…? tolong dibenarkan tuh, ok.

    salam,
    saam fredy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *