Forum Terbuka FBS Sepi

Browse By

Dekan FBS Hendro Setiawan Husada mengisi sesi kedua forum terbuka 10 Maret 2010. {Foto oleh Lidya Annisa Widyastuti}

Dekan FBS Hendro Setiawan Husada mengisi sesi kedua forum terbuka 10 Maret 2010. {Foto oleh Lidya Annisa Widyastuti}

Forum Terbuka Fakultas Bahasa dan Sastra (English Department Open Forum) adalah forum yang membahas tentang sistem perkuliahan di FBS, Sistem Informasi Akademik Satya Wacana (Siasat), dan sistem registrasi, baik akademik maupun keuangan. “Sebagai ajang share (berbagi) semua unek-unek dari mahasiswa FBS,” kata Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FBS Victoria Usadya Palupi. Forum ini dihadiri oleh beberapa dosen dan mahasiswa FBS di ruang F 114, Rabu, 10 Maret 2010, pukul 11.00 hingga 13.00.

Eko Imam Slamet dari Bagian Admisi dan Registrasi (Bara) UKSW mengisi sesi pertama. Dia menjelaskan registrasi ulang mahasiswa pada setiap semester dan Siasat. Penjelasan berkisar di seputar pencetakan Kartu Hasil Studi (KHS), Kartu Studi Tetap, dan tagihan keuangan. Eko mengatakan bahwa mahasiswa dapat mencetak tagihan keuangan di beberapa mesin Anjungan Layanan Akademik Mahasiswa yang memiliki mesin pencetak di Gedung Administrasi Pusat.

Eko juga menyinggung tentang pencetakan KHS dan transkrip nilai, di mana terkadang mahasiswa mengalami kesulitan mencetaknya. Untuk itu, akan diusahakan pengadaan kupon bagi mahasiswa agar lebih mudah mencetak KHS.

Yang paling penting adalah penjelasan tentang Siasat yang baru, serta pembayaran tagihan keuangan semester baru. Siasat FBS pada semester ini dilakukan pada waktu bersamaan untuk seluruh angkatan, sehingga pengguna yang sedang dalam jaringan (online) mencapai ratusan mahasiswa hingga sistem sering mengalami gangguan. Eko menjelaskan bahwa error message (pesan eror) yang kadang muncul saat Siasat bisa diakibatkan karena mahasiswa belum memenuhi kewajiban keuangan atau belum melakukan perwalian.

Siasat yang baru dilengkapi dengan permintaan matakuliah. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk meminta matakuliah bila matakuliah tersebut sudah penuh. Namun, penambahan matakuliah dikembalikan kepada kebijakan fakultas. Penambahan dilakukan pada masa pemantapan (adjustment).

Eko menciptakan suasana sesi yang santai dan kocak, tetapi serius. Hal ini membuat peserta forum memberikan atensi penuh. “Kalau misalnya kami yang salah mengolah data, kalian bisa berhadapan dengan Bara, tetapi kalau kalian ternyata yang salah, maka saya akan aniaya,” guraunya, kala ia membahas status kuliah mahasiswa.

Dekan FBS Hendro Setiawan Husada SPd MA mengisi sesi kedua. Di sesi ini Hendro menjelaskan sistem perkuliahan FBS, yang meliputi Siasat untuk mahasiswa FBS, evaluasi perkuliahan dan prosedur skripsi. Hendro menjelaskan bahwa FBS sekarang memakai sistem dwimester bukan lagi trimester. Dia juga menerangkan bahwa tahun ini, semester pengayaan tidak ada lagi, karena sesuai dengan rapat kerja fakultas yang diadakan terdahulu, semester pengayaan hanya akan berlangsung sampai dua tahun saja.

Hendro menjelaskan bahwa angkatan 2008 dan 2009 akan mengikuti kurikulum baru, karena matakuliah yang diambil masih sedikit, sehingga peralihannya tidak akan terlalu banyak. Sedangkan angkatan 2007 masih tetap mengikuti kurikulum lama, karena matakuliah yang diambil sudah banyak dan kalau dialihkan, akan terlalu banyak.

Pada sesi ini Hendro juga memperkenalkan dosen baru FBS, Cecilia Maria Theresia Fanny Novita Atmadjaja. Dia juga menyinggung proses reakreditasi FBS yang sedang berjalan tahun ini.

Banyak mahasiswa menanyakan isu-isu seputar perkuliahan di FBS, seperti sidang bagi mahasiswa tingkat akhir atau seputar Siasat FBS yang menurut beberapa pihak dinilai kacau, karena tidak semua mahasiswa mendapat matakuliah yang mereka inginkan.

Menurut Victoria, acara ini cukup baik karena selain menjadi ajang tukar pikiran, acara ini juga sebagai ajang untuk menyatakan pendapat. Namun demikian, peserta yang hadir tidak sebanyak yang diharapkan. Pertanyaan yang muncul pun belum mewakili semua pertanyaan mahasiswa FBS.

Yusuf Setyawan, mahasiswa FBS angkatan 2007, berpendapat bahwa bagian yang simpang siur dari isu-isu perkuliahan di FBS sudah jelas dan dia merasa cukup puas dengan jawaban dan penjelasan yang diberikan dalam forum ini. Menurut Yusuf, forum terbuka ini perlu diadakan rutin.

6 thoughts on “Forum Terbuka FBS Sepi”

  1. saam fredy says:

    Dekan FBS Hendro Setiawan Husada SPd MA
    Victoria Usadya Palupi ?
    Cecilia Maria Theresia Fanny Novita Atmadjaja ?

  2. STR says:

    saam fredy ?

  3. Jessica says:

    ckckckck…
    kenapa sepi ya?
    padahal sudah dipromokan di facebook juga…
    secuek itukah mahasiswa? >.<

    ada forum terbuka tidak ikut, kalau tidak mengerti protes..
    bilang ini itu…
    hhmm…

    oya, berhubung saya alumni fbs, saya tau siapa itu victoria, tapi kalau bukan anak fbs, apa tau siapa victoria itu? ^.^

    @STR: sat, mau jadi dekan FBS selanjutnya?

  4. STR says:

    @ Jessica: Kemana aja kamu, non? Baru muncul sekarang.. Mending kamu balik sini, jadi dekan. Aku mau lama-lamain kuliah dulu. Heheheh..

    Aku bukan anggota sivitas FBS, tapi katanya Victoria itu kaprogdi di FBS, bukan?

  5. saam fredy says:

    penggunaan gelar dalam berita tersebut hanya diberikan kepada Dekan (Hendro), lalu bagaimana dengan Victoria dan Fanny? Apakah ada pembedaan antara dekan dan tidak, saat menuliskan gelar akademik?

    saran, jika memang tidak tau gelar akademiknya, mending tidak usah ditulis saja.

    salam,
    saam fredy

  6. Ferdi says:

    Isi berita yang menjelaskan tentang “sepi” kok tidak ada y?
    Kalau mmg gitu mending ganti judul aja.

    Semoga pertanyaanku/statement ini gak salah ^^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *