Audisi Gebyar Teater Tilar

Browse By

Tilar merupakan salah satu kegiatan bakat minat (KBM) yang dimiliki Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) sejak tahun 1992. KBM Tilar mengadakan audisi untuk acara Gebyar Teater Tilar (GTT) yang akan dipentaskan pada pertengahan bulan Mei 2010. Audisi telah dilakukan di gedung Lembaga Kemahasiswaan Universitas (LKU) sejak 8 -10 Maret 2010 pukul 09.00-14.00.

GTT diadakan satu tahun sekali menjelang pergantian kepemimpinan Badan Pengurus Harian (BPH) KBM Tilar. BPH periode 2009-2010 diketuai oleh Ferdiles Gabriel Maukar, mahasiswa FEB angkatan 2008.

Hingga Rabu, 10 Maret 2010, ada 10 orang, baik dari anggota KBM Tilar maupun mahasiswa lain telah mengikuti audisi. Kriteria penilaian berdasarkan ekspresi atau mimik muka, suara, intonasi dan eye contact yang ditunjukkan peserta audisi.

“Oh, grogi (canggung) banget!” ujar peserta audisi terakhir, Sindy Permatasari Sabbatya, mahasiswi program studi manajemen FEB angkatan 2007. Saat ditanya mengenai motivasi mengikuti audisi, Sindy menyatakan ingin lebih mengasah kemampuannya dalam bidang seni peran. “Saya mau mengubah komunitas dan dunia aja, selama ini aku masih cupu (hanya memiliki sedikit pengalaman). Udah lumayan lega, sekarang udah bisa berekspresi di depan pelatih dan sutradara,” ujarnya sambil menghela nafas.

“Untuk GTT kali ini, KBM Tilar membawakan cerita yang bertemakan feminisme dalam konteks ajaran Hindu. Kisahnya tentang ketegaran dan keanggunan seorang perempuan zaman Mahabrata,” tutur Agung Ariawan, salah satu pelatih KBM Tilar yang ikut menyeleksi. Ia berharap kelompok KBM Tilar memperoleh pemeran yang tepat melalui audisi ini. “Tujuan diadakan seleksi juga untuk memasyarakatkan teater dan men-teaterkan masyarakat,” tambahnya.

Pendaftaran untuk audisi gelombang kedua akan dilaksanakan pada tanggal 17-19 Maret 2010 pukul 10.00 hingga 14.00 di gedung LKU.

2 thoughts on “Audisi Gebyar Teater Tilar”

  1. surya says:

    Ayooo SMANGAT teman2 TiLaR…^_^
    Aku menantikan pertunjukan GTT selanjutnya…
    GBU.

  2. saam fredy says:

    salut utk tilar yang dapat bertahan…gmana ya dengan teater lain di UKSW?

    salam,
    saam fredy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *