Seni dan Teknologi di Acara World of IT

Browse By

Lomba fotografi dalam acara World of IT di tangga Perpustakaan Universitas, Kamis, 11 Maret 2010. {Foto oleh: M Ikrima}

Lomba fotografi dalam acara World of IT di tangga Perpustakaan Universitas, Kamis, 11 Maret 2010. {Foto oleh: M Ikrima}

Rangkaian acara World of IT 2010 digelar oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI), tanggal 8 hingga 13 Maret 2010. Acara yang bertema “IT Community Blended With Art” ini diikuti oleh mahasiswa se-Jawa Tengah.

Rangkaian acara tersebut meliputi workshop film, lomba melukis mural (grafiti), seminar dan workshop XNA, lomba karikatur, lomba permainan dalam jaringan (games online), lomba fotografi, seminar dan workshop Oracle, serta kompetisi grup band.

World of IT 2010 merupakan perpaduan seni dengan komunitas yang ada di FTI. Komunitas yang dimaksud ialah kegiatan bakat dan minat (KBM) di fakultas yang termasuk dalam professional skill. “Perpaduan tersebut juga didukung oleh humanistic skill juga penting dalam diri mahasiswa, karena mereka juga memunyai bakat atau ketertarikan dalam seni yang sayang untuk diabaikan,” ungkap Raphael Fabiano Chamelion Sudibyo, ketua panitia kegiatan.

Sebanyak 8 tim mengikuti lomba melukis mural dengan tema Teknologi yang diadakan pada hari pertama. Ada yang memadukan tulisan grafiti mereka dengan gambar-gambar yang mengisyratkan dunia teknologi informasi, seperti ikon jejaring sosial Facebook, Yahoo Messenger, Twitter, dan Google yang sedang populer. Sepanjang perlombaan ini juga dimeriahkan oleh aksi skateboard mahasiswa di lapangan basket kampus.

World of IT juga mengadakan seminar dan workshop mengenai teknologi informasi. Seminar ini didukung oleh Bistek FTI dalam rangka pengembangan aplikasi mobil milik Bistek. Setelah mengikuti seminar ini diharapkan mahasiswa akan memunyai rancangan bisnis gadget yang selanjutnya diakomodasi oleh Bistek. Seminar Bisnis Gadget menghadirkan Diyanto Imam dari New Ventures Indonesia dan Aloysius Bambang dari Business Technology Center Jawa Tengah sebagai pembicara.

Raphael menjelaskan tujuan diadakan seminar ini adalah memperkenalkan perkembangan gadget kepada mahasiswa, karena sekarang peluang bisnis ini sedang terbuka lebar, baik dalam hal perangkat lunaknya maupun pelayanannya. Seminar yang terbagi dalam dua sesi dimulai pukul 09.00 dan diikuti oleh 140 mahasiswa dari UKSW serta universitas lain se-Jawa Tengah.

Selain Seminar Bisnis Gadget, diselenggarakan pula Seminar Oracle dengan pembicara Hanson Hutabarat dari Oracle Certified Master (Oracle Indonesia) dan Bernaridho Hutabarat. Workshop diadakan di laboratorium FTI Kampus 2 UKSW. Sedangkan untuk Seminar XNA menghadirkan Arif Widhiasa dari Agathe Studio Bandung sebagai pembicara.

Pada hari keempat, lomba fotografi diselenggarakan di Balairung Universitas dan di kompleks kampus. Mereka tak hanya membawa delman ke area kampus sebagai objek foto, namun juga gerobak ronde, becak dan beberapa model yang ditempatkan di depan Perpustakaan Universitas Notohamidjojo dan di sekitar gedung FTI yang tengah dibangun.

Acara World of IT didukung pula dengan bazar yang digelar pada pelataran pakir depan Gedung Administrasi Pusat. Bazar ini diisi perlombaan memakan mi instan. Hanya dengan biaya Rp 4.000, para peserta diharuskan memakan 5 porsi mi instan.

Acara komunitas TI yang berpadu dengan seni ini akan berakhir Sabtu, 13 Maret 2010 dengan acara penutup, kompetisi grup band yang dimeriahkan oleh Even Twenty, grup band tamu dari Semarang.

5 thoughts on “Seni dan Teknologi di Acara World of IT”

  1. roro says:

    jangan cuma blow up yang bgus ajah…..coba liput yang jeleknya….hadiah aja gak sesuai dengan publikai kog…huft bikin bete……pembohongan publik namanya. masak hadiah dikasih setengah doank + surat permohonan maaaf doank……

  2. STR says:

    @ roro: Trims inputnya. Lain kali kami akan berusaha liput lebih baik lagi. 🙂

  3. jonq says:

    @roro : astaga…

  4. Ricky says:

    @STR…apakabar scientiarum…wow FTI makin jaya 😉

  5. STR says:

    @ Ricky: Halo, bro. Scientiarum baik-baik saja. Sekarang sudah banyak input “darah muda” alias orang-orang baru, jadi lebih bergairah, meski juga masih perlu banyak belajar dan menggali pengalaman. Saya sekarang di sini cuma bantu-bantu teman-teman. Bagaimana Taiwan? Kapan balik Salatiga? 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *