Integrasi Antardaerah Dalam GBI 2010

Browse By

Salah satu kostum yang dipamerkan dalam pelatihan mingguan untuk persiapan acara Gebyar Budaya Indonesia (GBI). {foto oleh: James A. L. Filemon}

Salah satu kostum yang dipamerkan dalam pelatihan mingguan untuk persiapan acara Gebyar Budaya Indonesia (GBI). {foto oleh: James A. L. Filemon}

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) telah dikenal dengan sebutan Indonesia Mini. Bermacam etnis dari berbagai daerah terintegrasi dalam kampus ini. Oleh karena itu, Senat Mahasiswa Universitas (SMU) menggelar acara Gebyar Budaya Indonesia (GBI) 2010 dengan tujuan untuk membangkitkan pengetahuan dan kesadaran akan kebudayaan Indonesia. Acara ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan, memamerkan, dan menunjukan keragaman etnis yang ada di Salatiga, khususnya UKSW, kepada masyarakat Indonesia.

Ada tujuh rangkaian acara yang akan digelar tanggal 10 hingga 13 Mei 2010. Diawali dengan Karnaval Budaya pada 10 Mei 2010 yang akan bekerja sama dengan Salatiga Carnival Centre (SCC). Karnaval ini akan memamerkan beberapa kostum unik yang telah diciptakan oleh peserta dan panitia.

Untuk mempersiapkan kostum-kostum yang akan diarak melewati Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Letjen Sukowati ini, diadakan pelatihan setiap Sabtu, pukul 10.00 di lapangan basket kampus UKSW.

Pada 11 Mei 2010 acara diisi dengan seminar bertema “Kemrosotan Nilai-nilai Moralitas di Kalangan Mahasiswa UKSW yang telah Berbudaya”. Pembicara dalam seminar ini adalah seorang antropolog yang merupakan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi Dr Pamerdi Giri Wiloso MSi. Sebelumnya, telah diadakan penelitian oleh para mahasiswa tentang narkoba, seks bebas, aborsi, dengan sampel mahasiswa UKSW sendiri. Malam harinya, pementasan wayang dengan menggunakan 30 persen Bahasa Indonesia dan 70 persen Bahasa Jawa akan digelar di Balairung Universitas. Pentas wayang ini bekerja sama dengan Wacana Budaya dari etnis Jawa, guna memasyarakatkan wayang di kalangan pemuda sebagai harta nasional.

Tak ketinggalan, aneka lomba bagi siswa sekolah dasar (SD dan SMP) dan sekolah menengah (SMA) yang diadakan pada 12 Mei 2010. Lomba-lomba tersebut adalah, lomba tarian daerah bagi siswa SD, lomba vokal lagu daerah bagi siswa SMP, serta lomba peragaan pakaian adat bagi siswa SMA. Setelah itu, akan dilanjutkan pentas etnis pada malam harinya.

Pentas etnis ini akan menampilkan peragaan busana khas etnis serta tarian dari 21 etnis yang ada di Kota Salatiga. Akan ada tarian penutup berupa sebuah tarian yang merupakan gabungan dari berbagai etnis.

Puncak acaranya adalah Pentas Budaya Rohani pada 13 Mei 2010. Di mana akan digelar acara pentas seni rohani yang dibalut dengan konsep kebudayaan. Akan ada beragam alat musik dari beberapa daerah di Indonesia, seperti kulintang, angklung, gamelan, dan sebagainya.

Sementara itu mulai tanggal 10 hingga 13 Mei 2010, di lapangan sepak bola kampus UKSW, 54 stan akan dibuka dalam acara Bazar dan Stan Daerah. Acara ini akan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata se-Indonesia dan Pemkot Salatiga untuk mengisi 30 stan yang dikhususkan bagi etnis. “Ada 4 stan untuk sponsor utama, 30 stan untuk etnis dan daerah, serta 20 stan untuk bazar,” tutur Inri Wonok, ketua panitia GBI 2010.

4 thoughts on “Integrasi Antardaerah Dalam GBI 2010”

  1. saam fredy says:

    aku baru tau kalo ada Jalan Pangeran Diponegoro di salatiga. thx sudah menginformasikan.

    salam,
    saam fredy

  2. Winarto says:

    @Saam: Diponegoro kan memang memiliki julukan Pangeran 🙂

  3. jonq says:

    saam..baru pernah di salatiga atau memang baru belajar sejarah

  4. saam fredy says:

    @win dan jong: berarti ada juga Universitas Pangeran Diponegoro….xixixiixix

    salam,
    saam fredy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *