Hubungan Tanpa Label

Browse By

Judul: 500 Days of Summer
Sutradara: Marc Webb
Pemain: Joseph Gordon-Levitt, Zooey Deschannel
Rilis: 17 Juli 2009, Amerika Serikat

500 Days of SummerDalam masyarakat AS, apakah hubungan antara laki-laki dan perempuan yang sedang atau sudah bergandengan tangan, jalan-jalan, bermesraan dan bahkan tidur seranjang perlu dinamai sebagai pacaran, jadian atau malah tanpa label? Itu jadi salah satu pertanyaan reflektif yang muncul dari film 500 Days of Summer (2009).

Seorang bernama Tom Hanson (Joseph Gordon-Levitt), pemuda pekerja kantoran yang digambarkan sebagai sosok yang sedang menunggu (bukan mencari) jodoh dan agaknya memercayai konsep-konsep belahan jiwa, takdir dan cinta sejati. Di kantornya yang memproduksi kartu ucapan, ia bertemu pekerja baru bernama Summer Finn (Zooey Deschannel).

Summer dan Hanson tidak langsung kenal. Suatu pertemuan sederhana di lift yang menjadi momen komunikasi lisan untuk pertama kali. Summer ikut menikmati lagu kelompok musik The Smith yang sedang diputar Hanson menggunakan alat pemutar musik privat. Summer menyukai lagu itu dan mengutarakannya kepada Hanson. Entah apakah benar karakteristik pencari cinta sejati itu suka akan persamaan hal aneh yang tertemukan di calon pasangan, Hanson tercengang.

Hubungan mereka semakin akrab. Dimulai mengobrol sederhana di kantor hingga duduk di satu meja di tempat semacam karaoke. Sahabat Hanson bertanya kepada Summer apakah sudah memunyai pacar. “Belum,” jawab Summer.

”Aku suka hidup sendiri,” kata Summer. ”Hubungan cinta hanya menyakiti perasaan seseorang.”

”Bagaimana kalau kau jatuh cinta?” tanya Hanson.

”Aku pernah pacaran tetapi tak pernah mengalaminya,” jawab Summer.

Jawaban Summer seolah memberikan pesan buat penonton bahwa pacaran itu belum tentu didasari apa yang disebut cinta. Bisa lain, seks misalnya. Satu pertanyaan yang mungkin timbul saat dan setelah menonton film produksi barat dan juga Indonesia, jika seks bisa ditunaikan dalam jalinan hubungan tanpa status yang berpijak pada suka sama suka, tanpa perlu peresmian hubungan, lalu buat apa pacaran?

”Cinta itu tak ada, yang ada hanyalah fantasi,” kata Summer. Hanson menjawab, ”kurasa kau akan tahu saat kau merasakannya.”

Setelah obrolan tersebut, terjalinlah hubungan yang oleh Summer tidak dilabeli. Keduanya bertingkah laku dan berhubungan seolah-olah pacaran: jalan-jalan, bermesraan, menonton bioskop, tidur seranjang serta bertukar pikiran. Namun, Summer tidak peduli nama hubungan ini. Meminjam cara pandang Summer, pacaran adalah label tidak penting dalam suatu hubungan. Bukankah pada akhirnya dalam hubungan yang ingin digapai adalah kebahagiaan bersama, bukan label ”pacaran”?

Hanson sebaliknya. Ia ingin jelas. Hubungan apa ini? Pada hari 259, Hanson dan Summer minum di tempat semacam kafe. Seorang lelaki mengajak Summer minum tetapi ditolak. Sebelum lelaki itu pergi ia mengumpat bahwa ia tidak percaya Hanson adalah pacar Summer. Terjadilah perkelahian antara pengumpat dan yang diumpat.

Saat pulang Summer dan Hanson cekcok. Buat apa Hanson sampai memukul pengumpat tadi? Memangnya Summer pacar Hanson? Bukankah hubungan mereka tanpa label? Hanson marah dan pulang.

Tengah malam saat hujan lebat, Summer datang ke apartemen Hanson untuk minta maaf. Pada akhirnya Hanson tidak masalah hubungan yang terjalin sekarang tanpa label atau nama. Namun, Hanson membutuhkan konsistensi. Agaknya Tom memegang konsepsi cinta harus memiliki, sehingga ia takut kehilangan Summer.

Menjelang akhir dari film ini, hubungan Summer dan Hanson tidak berakhir bahagia jika merunut pandangan bahwa cinta itu menyatukan dua insan yang berbeda dalam satu ikatan seperti berpacaran atau pernikahan. Memang aneh. Summer akhirnya menikah. Namun, Bukan dengan Hanson.

Terlepas dari tafsir pesan, film ini tidak memakai alur teratur dari hari pertama sampai hari ke-500. Namun, berloncatan atau tidak linier. Menariknya, film ini sebenarnya menyimpan pertautan di antara berbagai kejadian yang terjadi dalam setiap harinya. Misal, ketika Hanson berargumen soal cinta, ”kurasa kau akan tahu saat kau merasakannya”, apakah ini bertaut dengan pengakuan pernikahan Summer pada saat film menjelang usai?

Film ini mendorong penonton menyelami seorang Deshannel meski ia sedang memerankan Summer. Bagaimana tidak, sudut-sudut tubuh dan kebiasaan Summer disorot khusus, terang dan berulang untuk menggambarkan ketertarikan Hanson terhadapnya. Gigi yang tidak rata, lutut, tanda lahir yang nyaris berbentuk hati, cara tertawa, raut muka saat tidur, gaya rambut tahun 1960-an, sampai tinggi dan bobot badan.

Dari film ini, kita juga bisa merajut ingatan tentang persamaan di antara film-film yang pernah dibintangi Zooey Deshannel seperti Yes Man (2008) atau Winter Passing (2005). Ya, Deshannel menyanyi. Dalam suatu wawancara dengan Pastemagazine.com, ia mengaku memang lebih suka jadi penulis lagu ketimbang pemain film. Deshannel bersama Matt Ward membentuk duo musik She and Him yang sudah menelurkan album pertama.

Saat Hanson bertandang ke apartemen Summer, kamera menyorot apel hijau di atas bowler hat yang berada di meja. Apakah ini suatu simbol seni yang sengaja ditaruh di dalam film? Bandingkan dengan lukisan The Son of Man (1964) karya pelukis Belgia René Magritte?

7 thoughts on “Hubungan Tanpa Label”

  1. Kumz says:

    Ayo nonton bareng 500 days of Summer bareng-bareng di kantor…!! >,<

  2. Pingback: 500 Days of Summer — Satria Anandita
  3. Trackback: 500 Days of Summer — Satria Anandita
  4. VIO says:

    apa bisa dibilang kalo Summer cm kepingin seks??

    sy suka lihat ending film ini. cute BGT !

    semoga film ini ada sekuel 2-nya.
    tapi judulnya jadi 500 days of Autumn. =p

  5. Alfina K. A. Mahar says:

    hmmm…film ini???menarik minatku menonton untuk kedua kalinya 😀

  6. rennypebrica says:

    jadi kepengen nonton nie.kynya filmnya seru…

  7. Pingback: Surat Buat Penyunting | Di Scientiarum
  8. Trackback: Surat Buat Penyunting | Di Scientiarum
  9. Pingback: Tat Twam Asi | Arya Adikristya
  10. Trackback: Tat Twam Asi | Arya Adikristya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *