BPMU Bekukan Program Kerja SMU

Browse By

“Aku pikir ini tidak berperikemanusiaan karena tidak melihat kondisi saat itu juga. Aku tidak tahu (prosedur pencairan dana, Red) karena aku masuk di LK itu baru, baru belajar dan seperti ini,” respon Silantoro Nugroho ketika diwawancarai melalui telepon menanggapi pertanyaan soal pembekuan program kerja Senat Mahasiswa Unversitas (SMU).

Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) memberikan sanksi kepada SMU karena dianggap melanggar aturan dalam proses pencairan dana kegiatan retret “Misi Kepemimpinan Kristen” yang kegiatannya sudah berlangsung pada tanggal 9-11 April 2010 di Desa Kaliwungu. Proposal kegiatan langsung diberikan ke Bagian Keuangan tanpa melalui BPMU. Silantoro Nugroho atau Aan adalah ketua panitia sekaligus Ketua Departemen Kerohanian SMU.

Dikatakan Ketua Departemen Kerohanian tersebut, masalah ini karena kesalahan pribadinya dan dia tidak setuju jika teman-teman (SMU, Red) disangkutpautkan. “Karena ketidaktahuanku semua kena getah,” sambungnya.

Sanksi mengenai pembekuan program kerja SMU termuat dalam Ketetapan BPMU tentang Penetapan Sanksi kepada SMU UKSW Periode 2009-2010 di pasal 5 mengenai sanksi. Ketetapan ini baru ditetapkan dalam sidang pleno BPMU pada hari Minggu, 11 April 2010. Salah satu agenda dalam sidang itu adalah pengesahan draf Ketentuan Umum Keluarga Mahasiswa (KUKM).

Sanksi lain dalam pasal yang sama, SMU diminta untuk mengembalikan seutuhnya dana program retret yang bersumber dari Dana Pengembangan Lembaga Kemahasiswaan sejumlah kurang lebih Rp 3 juta. Pasal berikutnya dibahas mengenai rekomendasi BPMU kepada Ketua Umum SMU yang isinya mendesak untuk memberhentikan dengan hormat Ketua Bidang I (Humanistik Skill) dan Ketua Departemen Kerohanian SMU.

Ketika diwawancarai di kantornya, Parman sebagai Ketua Umum BPMU mengatakan, “Mereka melaksanakan kegiatan atas nama SMU berarti itu adalah kegiatan kelembagaan. Karena kegiatan kelembagaan, berarti yang melakukan kegiatan adalah lembaga, atas nama lembaga SMU. Jadi kita tidak bisa menyalahkan ini kesalahan teknis panitia atau ketua panitia sampai lupa memasukan proposal ke BPMU. Tapi ini adalah kesalahan lembaga. Sangat fatal. Dan kita sudah punya aturan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan oleh Senat harus melalui BPMU.”

Lebih lanjut Parman mengatakan bahwa masalah pembekuan ini tergantung cepat lambat SMU menyelesaikan masalah ini. “Kita yakin SMU bisa melaksanakan itu. Misalnya pengembalian dana sebesar kurang lebih 3 juta,” ujar Parman.

38 thoughts on “BPMU Bekukan Program Kerja SMU”

  1. Bejo says:

    Akhirnya kejadian yang sama (2007) terulang lagi. Bedanya dulu (kalau tidak salah) tidak masuk media, kalau ini tercium media.

  2. bella says:

    pembelajaran berharga .. ^_^

  3. Okhe Khatika says:

    Waduh lg2 mekanismenya tdk berjalan.. Ga di aras LKF tp jg di aras LKU.. Semoga ada solusi tengah yg bs diambil n disepakati..

  4. saya says:

    Kok bisa jawab tau prosedur ya??kan Ketua Departemen Kerohanian SMU UKSW??? kan anggota SMU??? kan dulu ada ketentuan kalau menjadi anggota SMU harus sudah pernah menjadi anggota SMF??? hebat loh jawabannya,, G TAU…….mantab

  5. andi-dobleh says:

    perlu dilihat:
    1. apakah ‘kesalahan’ itu menguntungkan secara finansial orang atau sekelompok orang tertentu?
    2. apakah kegiatan tidak berjalan dengan lancar, sesuai tujuan?

    kalau jawabannya “tidak” untuk kedua pertanyaan diatas, ya ngapain duit dibalikin… repot2 men… kerja rodi kagak dibayar, masih suruh nombok segitu… ga rasional…

    btw @Ketua Panitia
    alasanmu rak logis blas..”karena aku masuk di LK itu baru, baru belajar dan seperti ini..” kalo belajar ya baca-baca or tanya2 lah…. ada tanggung jawab yang datang dengan predikat Kabid di SMU or organisasi apapun.. jangan pake alesan gak tau…mending pake alesan “gak mau tahu” sekalian.. la la la la la

    tapi yen dilihat-lihat kronologis, soal “Ketetapan BPMU tentang Penetapan Sanksi kepada SMU UKSW Periode 2009-2010”, baru ditetapkan tanggal 11 April, tangal yang sama dengan rapat soal sanksi yang dijatuhkan, ketok men kalo Ketetapan itu diadakan secara insidental .. keren abis nek gitu, hanya demi satu kesalahan ini sampe dibuatin satu ketetapan sendiri.. plok plok plok.. keyen keyen….

    jadi penasaran, kalo BPMU gak melaksankan tugas untuk advokasi bakal dikasih sanksi gak yah? sapa yang kasih sanksi?

  6. yoga says:

    wah rame hehehhee…. waw SMU harus mengembalikan dana sebesar 3JT ? darimana mereka dapat uang? dengan cara usaha dana dengan cara berjualan (makanan,snack dll) atau menggunakan anggaran yang mereka miliki ? lebih menarik kalau ada tanggapan dari pihak SMU, ketua atau sekumnya mungkin hehehhe

  7. Titus says:

    waduh, SMU tu bukan tempat belajar lagi pak. tapi tempat menerapkan apa yang diketahui dan dipahami soal LK, di sana. kalau belajar, balik dulu deh ke LKF.

  8. jon rambo says:

    Inikah “creative minority” yang ada di UKSW ????
    Sungguh berkualitas…hahahahahahaaaa
    Ternyata kualitas mereka berbanding terbalik dengan keangkuhan mereka

  9. shinta says:

    owwwwwwwwwww begitu to ceritanya….

    duduk bersama (SMU dan BPMU) bicarakan baik2 persoalan ini. biar tdk menghambat aktivitas lembaga ke depannya.
    untuk SMU dan BPMU… salam lembaga kemahasiswaan!!!!!!!!!

  10. aan_silantoro says:

    BERDOA saja.. karena ku bekerja buat Tuhan dan Buat Kampus UKSW tercinta…
    Segala sesuatu ada Nilai nya… pembelajaran yang berharga…
    aku disini cuma bisa bilang : MAAF… karena aku tidak tahu!!!..
    God Bless you!!!…

  11. Pingback: Biro Kemahasiswaan Mengaku Kecolongan | Scientiarum
  12. Trackback: Biro Kemahasiswaan Mengaku Kecolongan | Scientiarum
  13. Titus says:

    @aan_silantoro: ga perlu mengatas-namakan Tuhan di situ. kalau betul2 untuk Tuhan, harusnya ya tertib. kalau tidak tahu, ga usah bentak2 pake tanda seru begitu.

  14. andi-dobleh says:

    Klanjutannya gimana neh??s
    sabtu pagi pada ngemeng-ngemeng di gedung F ya, CMIIS (Correct Me If I’m Sotoy)

    gelut rak?
    lempar-lemparan meja kursi gak??
    3gp nya donk….

    @Titus
    tus.. dia gak tau penggunaan kata seru juga kali.. mbok dimaafkan tho.. jangan galak2 lah..
    titus galak..dadi wedi aku meh nulis komen macem2…
    mlayu ahh….
    kelonan sek..
    lalalala… sori untuk yang ini tidak diproduksi 3gp-nya
    lalalalala

  15. Pingback: SMU Tolak Ketetapan BPMU | Scientiarum
  16. Trackback: SMU Tolak Ketetapan BPMU | Scientiarum
  17. yoga says:

    bukannya ketua panitia juga anggota SMU dan SMU sudah berjalan banyak bulan masak gak tau proses dan baru belajar ?? piye tow ? dan kalau di lihat statmennya ketua panitia berubah-ubah, yang ini bilang gak tau prosesnya karena belajar di berita yang lain dia bilang karena terburu-buru jadi takut waktunya mepet kalau mesti lewat BPMU ? hahahhah piye iki piye iki….

  18. AK Budiarto says:

    Sependapat dengan Andi-dobleh, ada indikasi memanfaatkan atau melakukan kesalahan untuk kepentingan pribadi tidak? Jika tidak, alangkah lebih baiknya sanksi dari BPMU untuk SMU bisa diselesaikan dengan musyawarah. Jangan angkuh, Cuy… .

  19. Gee says:

    @andi-dobleh : main2 lah ke BPMU biar tau apa yg udah qmi lakukan yg berhubungan dgn advokasi mahasiswa.
    kalo ada yg lum tersentuh oleh kami, tolong ingatkan kami.

    @aan : saya tau kalo kamu seorang yg takut akan Tuhan dan bertanggung jawab dalm bertindak. saya sgt mendukung kamu tu menunjukan pada kami semua bahwa qmu akan bertanggung jawab atas kejadian tersebut, bukan mengelak dan menghindari konsekuensi (sanksi BPMU)

  20. yoga says:

    Sebagai orang yang menonton dan sekaligus mahasiswa UKSW, saya mengapresiasi kinerja SMU dan BPMU. Dan saya mengamini bahwa kalian yang duduk disitu adalah orang-orang hebat yang mau melayani kami mahasiswa. Namun dengan melihat permasalahan yang terjadi, mbok coba dipikirkan ulang, seperti kataku di berita yang lainnya “Harus bijak tapi jangan saklek”. Saya mengerti bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh BPMU merupakan sebuah teguran yang bagus karena agar hal tersebut tidak terulang lagi di periode-periode berikutnya. Tapi alangkah baiknya jika BPMU juga melihat jerihpayah panitia, mereka kerja tanpa di gaji dan masih harus mengembalikan dana sebesar 3jt dan dalam pelaksanaan kepanitiaannyapun sepertinya tidak terjadi masalah kok permasalahan yang terjadi hanya terjadi dalam tataran birokrasi kampus saja dan menurut saya juga tidak ada yang dirugikan dan diuntungkan. ya meskipun berdasarkan statmen ketua panitia menurut saja tidak konsisten dan secara birokrasi panitia telah salah tapi cobalah kalian BPMU dan SMU berpikir lebih bijak lagi. sebenarnya sah-sah saja BPMU mengeluarkan kebijakan tersebut tapi juga harus melihat dampak-dampaknya juga. birokratis itu bagus karena agar alur menjadi rapi tapi jangan terlalu birokrasilah.. mungkin itu komentar saya. Tuhan memberkati kerja kalian.

  21. Gee says:

    @YOGA : tdk ada mahasiswa di kampus qita yg gabung d organisasi mhs dan keg mhs yg di GAJI (munkin kecuali SA). semuanya bekerja atas dasar melayani baik panitia maupun SEMA, BPMF, SMU dan BPMU.
    “Berilah ruang/kesempatan kepada mreka utk bertanggungjawab atas apa yg mereka lakukan. jgn qita ajari mereka lari dari tanggungjawab atau mengabaikan aturan main dlm organisasi.

  22. yoga says:

    Gee, dalam hal ini aku tidak mengatakan bahwa A salah atau B benar. aku mengapresiasi kerja kalian. dan setauku anggota SA juga tidak dapat gaji. aku cukup mengerti bahwa secara prosedur struktural mereka salah tapi mbok ya memberikan sangsi itu dengan penuh pertimbangan aku cukup mengerti juga mengenai pembelajaran yang kalain berikan tapi apakah itu tidak terlalu memberatkan ?? itu yang saya maksut dan sekali lagi saya tidak mengatakan bahwa kalian juga salah. tapi bentuk pembelajaran yang kalian berikan itu lho yang saya maksut, coba seandainya kamu berada pada posisi panitia kegiatan tersebut, apa yang kamu lakukan dalam masalah tersebut ?

  23. yoga says:

    Gee@: Dalam hal ini saya tidak mengatakan bahwa A salah atau B benar lho dan setauku anggota SA juga tidak dapat gaji adapun anggran yang diajukan pada saat rakor mengenai biaya peliputan bulanan itu tidak digunakan untuk menggaji anggota tpi untuk biaya oprasional dan itu untuk keperluan SA. saya mengerti bahwa dalam hal ini Ok lah secara prosedur aku mengakui mereka (panitia) salah atau ceroboh, akan tetapi pembelajaran yang kalain berikan apakah tidak memberatkan mereka yng menjadi panitia jika harus mengembalikan dana sebesar 3jt. dan pertanyaannya apakah ada yang dirugikan dan diuntungkan secara finansial, kalian hanya dirugikan secara pranata prosedur saja kok, terkecuali dananya dikorupsi nah itu baru mereka mengembalikan dana. dan aku pikir selain kepanitian ceroboh dalam hal birokrasi pihak biro kemahasiswaan juga ceroboh, kalau mereka mengaku merasa kecolongan, pertanyaannya adalah bukankah mereka lebih paham dalam urusan birokrasi, kok bisa kecolongan ?? dan coba direnungkan seandainya jika kalian berada dalam posisi panitia penyelenggara apa yang kalain dengan pembeajaran yang seperti itu (yang menurut saya memberatkan) pembeljaran ya pembelajaranlah tapi ya jangan terlalu memberatkan terkecuali memang kasus tersebut merugikan mahasiswa. tegas itu baik dan sah-sah saja tapi jangan saklek. thanks GBU LKU.

  24. i.i says:

    Apapun sanksinya SMU harus berbesar hati ut menerima, karena SMU dinyatakan bersalah. meskipun agak miris dengan sanksi yang diberikan, mengembalikan 3jt, padahal acara retrea benar2 terealisasi. fungsi memo dr Bpmu kan agar Bpmu bisa ikut mengetahui dan bertanggungjawab atas berjalannya kegiatan, kalau uang 3jt dibalikin, emank uang itu sudah disalahgunakan toh jg buat mahasiswa. ga tau alasan logis apa yg mendasari contain sanksi tersebut.
    ya sudah toh terima aja dengan senang hati, manusia memang memerintah dengan tangan besi. kalau aq jadi Tuhan, dan bikin kegiatan ga minta ijin sm Tuhan, apakah dia pernah memintaku ut mengembalikan uangnya dan hrs minta maaf. hehehehe, bagian yg ini ga usah ditanggapi serius, toh sy bukan Tuhan. tp hnya mhsw biasa yg ga ngerti birokrasi dan agak ngeri kegiatan RETREAT dipermaslahkan seperti ini. aturan jika dilanggar harus dikenai sanksi, tp dampak dari pemberian sanksi itu bagi mereka yg menerimanya, apakah sudah ikut dipertimbangkan.
    toh BPMU sbg pengontrol kepanitiaan (kom b) harusnya jg ikut berkontribusi atas kesalahan ini, kalo ditnya balik apakah fungsi kontrol kepanitiaan ini sudah dijalankan sebagaimana mestinya?

  25. Titus says:

    Mau tanya sama BPMU, tolong ada yang jawab… Trus kalau uang 3 juta itu kembali, dikemanakan dan digunakan untuk apa uang itu? hangus? atau bagaimana?

  26. lius says:

    Aku ikt Nimbrung ni dah lama ga OL..

    @ Scientiarum
    MAksudnya Program SMU dibekukan ini? semuanya atau apanya yang dibekukan?

    Klo semua programnya dibekukan…menrt saya Keliru total ini..Logika Aja…
    Masak masalahnya menteri keuangan”Program menteri yg lain ga jalan”.. Rakyat bisa mati nanti..

    @Pembelajran buat
    BPMU, SMU, dn Biro Kemahsiswaan.

    Teman2 SMU :
    Masuk d SMU ga harus “sempurna” dengan kata lain harus udah tahu semua ttg LK, tapi mestinya ga boleh berlindung dibalik ketidak tahuan, Ini adalah organisasi berarti mekanisme organisasi perlu dipahami dan dilaksanakan..Klo belum tahu, pertanyaannya adalah udah pelajri dengan baik apa belum? Sgt disygkn klo msuk d SMU, tp hanya urus POM, ret2…peraturan dlm rumah sndri (LK) ga tahu bahkan ga mau tahu… mestinya hrs dplajari, dipahami supya bisa membrikan pemikiran untuk kemajuan Lembaga..

    @ Aan: Lbh baik km jujur aja sperti yang km blg di sini “SMU Tolak Ketetapan BPMU” jgn blg ga tahu padahl km tahu!..

    Klo alsanmu disini benar, “Jelas, secara mekanisme km keliru dan menyalahi mekanisme LK” tetapi km kn punya alasan, ” Alsan ini mungkin bisa jd masukan buat BPMU agar BPMU bisa introspeksi diri”

    Hanya pertanyaan sy:
    Mngpa bisa sngt trelambat sprti itu? apa terlalu lama d BPMU apa?
    Km hrs bisa dan berani menjelskan ini sehingga alasanMu d ats bisa masuk akal dan dapat diterima..
    Klo km bisa mejlskan itu dan berani bertanggunggjawab, sy scra pribadi mengapresiasi km krn berani mengambil keputusan yg tepat diluar dari mekanisme untuk tujuan baik’ tp dengan bbrpa catatan….

    pertnyaan2 sy ga prlu km jwb, itu hanya masukan saja..

    @Teman2 BPMU:
    Sy melihat BPMU sedang melaksanakan salah satu tugasnya yaitu membuat ketetapan “good”, Tetapi mnrt Sy, kalian keliru krn lagsg membuat Ketetapn: Menrt say Ketetapan itu punya wibawa, harus dihargai..Ingt konsekuensi dari ketetapn sifatnya “HARUS” dilaksanakan oleh lembaga kemahasiswaan”.
    Berarti sebelum dibuat,
    1. Pertanyaannya, Rasional ga untuk dilaksanakan? Apa signifikansinya untuk dibuat? Bertujuan ga untuk membangun LK lebih baik ato jgn sampai malah menghambat kinerja LK ” igt sifatnya harus dilaksanakan”
    2. karena itu mestinya perlu melibatkan pandangan/masukan dari pihak yang akan terlibat sebagai pelaksana dari ketetapan…Aplgi ketetapannya berupa SaNksi….

    Dlm kasus dgn SMU
    Mestinya diklarifikasi dl, minimal minta penjelasn dari yang bertanggung jawab gtu. siapa dan mengapa terjadi sperti itu? gmn dengn programnya, tujuan tercapai ap ga? ini hal-hal yg harus jd pertimbngn…. Dari sini bisa jadi Sanksi lebih berat lebih ringan atau tdk sama sekali..

    ” Meskipun sampai skrg sy sndiri blm memahami apakah BPMU bisa membuat ketetapan berupa SaNKsi atau tdk krn hal itu blm diatur dalam peraturan LK”

    Sy tdk sedang menjari tp itu pandangn2 saya saja..

    @ Biro kemahsiswaan Kecolongan
    Ini lagi…………………..

    @SMU Tolak Ketetapan??
    Disinilah maslahnya…Namanya Ketetapan “HARUS” dilaksanakan.(Ketentuan Umum KUKM). tetapi klo pihak pelaksana merasa keberatan apalagi mrka tdk dilibatkan tiba2 datng ketetapan, sementra Mungkn aja mereka pada dasarnya bisa mempertanggungjawakn apa yang telah dilakukan…Ketetapan bisa jd ga punya wibawa :”Mubasir” dalam tanda kutip.

    Usul sy: SMU dn BPMU bertemulah dn bicrakan ini baik2…Saling rendah hati ajalah..Ga usah malu maaf memaafkan.. Klo BPMU dan SMU Salah, ya berani saling minta maaf..jgn saling Ngotot membenarkan diri…
    say pkir msh ada byk hal yg harus dikerjakan.. sprti yg teman2 blg di atas..

    Terima Kasih… Tuhan memberkati Karya dan Pelayanan Kalian Semua…love u all …
    HIDUP Mahasiswa….

  27. lius says:

    Aku ikt Nimbrung ni dah lama ga OL..

    @ Scientiarum
    MAksudnya Program SMU dibekukan ini? semuanya atau apanya yang dibekukan?

    Klo semua programnya dibekukan…menrt saya Keliru total ini..Logika Aja…
    Masak masalahnya menteri keuangan”Program menteri yg lain ga jalan”.. Rakyat bisa mati nanti..

    @Pembelajran buat
    BPMU, SMU, dn Biro Kemahsiswaan.

    Teman2 SMU :
    Masuk d SMU ga harus “sempurna” dengan kata lain harus udah tahu semua ttg LK, tapi mestinya ga boleh berlindung dibalik ketidak tahuan, Ini adalah organisasi berarti mekanisme organisasi perlu dipahami dan dilaksanakan..Klo belum tahu, pertanyaannya adalah udah pelajri dengan baik apa belum? Sgt disygkn klo msuk d SMU, tp hanya urus POM, ret2…peraturan dlm rumah sndri (LK) ga tahu bahkan ga mau tahu… mestinya hrs dplajari, dipahami supya bisa membrikan pemikiran untuk kemajuan Lembaga..

    @ Aan: Lbh baik km jujur aja sperti yang km blg di sini “SMU Tolak Ketetapan BPMU” jgn blg ga tahu padahl km tahu!..

    Klo alsanmu disini benar, “Jelas, secara mekanisme km keliru dan menyalahi mekanisme LK” tetapi km kn punya alasan, ” Alsan ini mungkin bisa jd masukan buat BPMU agar BPMU bisa introspeksi diri”

    Hanya pertanyaan sy:
    Mngpa bisa sngt trelambat sprti itu? apa terlalu lama d BPMU apa?
    Km hrs bisa dan berani menjelskan ini sehingga alasanMu d ats bisa masuk akal dan dapat diterima..
    Klo km bisa mejlskan itu dan berani bertanggunggjawab, sy scra pribadi mengapresiasi km krn berani mengambil keputusan yg tepat diluar dari mekanisme untuk tujuan baik’ tp dengan bbrpa catatan….

    pertnyaan2 sy ga prlu km jwb, itu hanya masukan saja..

    @Teman2 BPMU:
    Sy melihat BPMU sedang melaksanakan salah satu tugasnya yaitu membuat ketetapan “good”, Tetapi mnrt Sy, kalian keliru krn lagsg membuat Ketetapn: Menrt say Ketetapan itu punya wibawa, harus dihargai..Ingt konsekuensi dari ketetapn sifatnya “HARUS” dilaksanakan oleh lembaga kemahasiswaan”.
    Berarti sebelum dibuat,
    1. Pertanyaannya, Rasional ga untuk dilaksanakan? Apa signifikansinya untuk dibuat? Bertujuan ga untuk membangun LK lebih baik ato jgn sampai malah menghambat kinerja LK ” igt sifatnya harus dilaksanakan”
    2. karena itu mestinya perlu melibatkan pandangan/masukan dari pihak yang akan terlibat sebagai pelaksana dari ketetapan…Aplgi ketetapannya berupa SaNksi….

    Dlm kasus dgn SMU
    Mestinya diklarifikasi dl, minimal minta penjelasn dari yang bertanggung jawab gtu. siapa dan mengapa terjadi sperti itu? gmn dengn programnya, tujuan tercapai ap ga? ini hal-hal yg harus jd pertimbngn…. Dari sini bisa jadi Sanksi lebih berat lebih ringan atau tdk sama sekali..

    ” Meskipun sampai skrg sy sndiri blm memahami apakah BPMU bisa membuat ketetapan berupa SaNKsi atau tdk krn hal itu blm diatur dalam peraturan LK”

    Sy tdk sedang menjari tp itu pandangn2 saya saja..

    @ Biro kemahsiswaan Kecolongan
    Ini lagi…………………..

    @SMU Tolak Ketetapan??
    Disinilah maslahnya…Namanya Ketetapan “HARUS” dilaksanakan.(Ketentuan Umum KUKM). tetapi klo pihak pelaksana merasa keberatan apalagi mrka tdk dilibatkan tiba2 datng ketetapan, sementra Mungkn aja mereka pada dasarnya bisa mempertanggungjawakn apa yang telah dilakukan…Ketetapan bisa jd ga punya wibawa :”Mubasir” dalam tanda kutip.

    Usul sy: SMU dn BPMU bertemulah dn bicrakan ini baik2…Saling rendah hati ajalah..Ga usah malu maaf memaafkan.. Klo BPMU dan SMU Salah, ya berani saling minta maaf..jgn saling Ngotot membenarkan diri…
    say pkir msh ada byk hal yg harus dikerjakan.. sprti yg teman2 blg di atas..

    Terima Kasih… Tuhan memberkati Karya dan Pelayanan Kalian Semua…love u all …
    HIDUP Mahasiswa….

  28. Wira de Mires says:

    Ini kan tujuannya baik, untuk Tuhan. Bisa lah adek2 ini duduk baik2, nggak usah bawa emosi, apalagi sok pintar. BPMU dan SMU itu cuma sarana pembelajaran kalian, kehidupan sebenarnya itu menanti setelah kalian lulus.

  29. WH_berkata... says:

    Semua masalah tidak akan terjadi apabila kita duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi…
    Jauhkan egoisme pribadi yang dapat menghambat jalannya suatu proses…
    Sanksi tentunya tidak akan dijatuhkan, apabila tidak ada pelanggaran yang dilakukan…
    Bravo mahasiswa…

  30. Orang Gila Berkata says:

    @all : semua sangat menarik, baik masukan, kritik, pertanyaan, dll….cobalah kita refleksi bersama tentang kejadian ini, dan mungkin ini menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan khususnya kalo bekerja dalam Lembaga janganlah memikirkan perkembangan diri sendiri tetapi pikir juga orang lain….menurut saya dengan kejadian ini LK akan memperbaiki dirinya melalui orang2 yang terlibat didalamnya, contoh saja Kapitalisme itu berkembang karena kritikan, sehingga selalu memperbaiki kekurangan2nya, sedangkan sosialisme itu tidak berkembang jarang di kritik dan hal ini tidak mampu untuk memperbaiki dirinya…..oh ya…saya juga berharap sebenarnya dan sebagai mahasiswa biasa ketka ada kejadian seperti ini kita mungkin kritis tetapi konstruktif lah, sehingga LK juga bisa berkembang…..

  31. Orang Gila Berkata says:

    sangat menarik ketika melihat kritik, masukan, dan pertanyaan, dll
    tetapi dalam kejadian ini menurt saya sebagai mahasiswa yang tidak mengerti birokrasi, mungkin hal ini menjadi bahan refleksi yang baik untuk LK memperbaiki dirinya sehingga mampu lebih berkembang…..yang mungkin menurut saya, untuk saat ini pengurus LK kebanyakan lebih mementingkan perkembangan diri sendiri, daripada mahasiswa umumnya. dan gal ini ketika ditanya, paling jawabannya kan ada program kerja, pertanyaannya adalah apakah LK bisa hadir di kalangan mahasiswa tanpa program kerja??…..saya bukan kritik, tetapi ini menjadi masukan buat teman2….mungkin kedepannya bagi teman2 pengrus LK cobalah untuk lebih Peka dan merefleksikan diri, karena apapun kedudukan kita saat ini adalah masih dalam tahap proses belajar….oh ya….saya agak ngeri dengan pertanyaan dan kritik2 sebelumnya, tetapi hal ini juga baik, yah…menurut saya kritis yang konstruktiflah sekali2 biar pengrus LK juga mengerti mereka harus melakukan apa….
    GBU ALL….

  32. Fungsionaris BPMU.... says:

    Saya adalah seseorang yang telah mengikuti setiap Rapat Pleno di BPMU guna membahas sanksi yang menjadi ketetapan BPMU.
    Di dalam sanksi tidak tertulis pergantian dana Retreat oleh panitia, tetapi hanya tertulis penggantian dana retreat secara keseluruhan. (Pada rapat Pleno tanggal 10-11 April 2010). Terdapat beberapa kebijakan BPMU di dalam rapat Pleno kedua tertanggal 17 April 2010. Diantaranya dana pengganti tidak berasal dari pengalokasian sumber dana LK. Serta ada beberapa kebijakan lainnya…
    Keterangan selengkapnya… dapat diperoleh melalui melalui wakil mahasiswa tiap LKF/PP anda yang duduk di BPMU.
    Silahkan melalui suara mereka, terdapat aspirasi dan suara anda.
    Bravo Mahasiswa…
    Kritis Principal…Mahasiswa..

  33. ody says:

    ikut coret” ya
    @SMU : ( cuma saran )
    kurang etis dunk klo kesalahan hanya di mekanisme.
    banyak orang bilang belajarlah dari kesalahan, tapi lebih salah lagi kalo belum belajar terus salah.
    @BPMU : ( cuma saran juga )
    Kalau memberi sanksi sangat” wajar, tapi bukan hanya berdasarkan ego. duduklah ber 2 ( BPMU dan SMU ) dan bicarakan jalan tengahnya.

    LK merupakan wadah pembelajaran dalam berorganisasi bagi mahasiswa, jangan menjadikan LK sebagai trauma seorang mahasiswa dalam berorganisasi.

  34. mano says:

    tolong Ketua BPMU,,apakah harus dngn cara seperti itu langsung diputuskan…

    KITA BELAJAR KARENA KITA MELAKUKAN KESALAHAN DAN KARENA KITA DI DALAMNYA

  35. Cah_elek says:

    @Wira : I Like it……. Bener2 emang ini khan acara udah berlangsung dan tujuannya baik. Sudah selayaknya lah BPMU dan SMU t membicarakan dengan baik2 masalah ini. GBU LK

  36. unnamed says:

    ya ampun…
    kok sampe2 gag tau gitu lo…
    lha wong udah ada di aras SMU…
    klo di aras SEMA F.. ya wajar lah,.. namany apembelajaran..
    tapi klo di tingkat SMU yo keterlaluan….

    jadi pengen tau kejadianne…
    biasane SMU klo ada dari senat fakultas ada yang salah pasti di marahin kadang sampai dibentak2… (rasane mangkel pengen njotosi oknum2 seperti ini…)
    hahahaha

    eniwey meh ngomong : KAPOK to SMU

  37. anot says:

    klo salah ya harus tanggung resiko n konsekuensinya

    itu kan wewenangnya bpmu to…

    sip sip aj

  38. theodorus benyamin sibarani says:

    Saya hanya bisa tertawa melihat kasus ini. Yang satu ngotot dengan alasan yang “sok” kritis, begitu juga dengan yang lainnya. Mengapa saya katakan “sok” kritis? Kedua organisasi ini saja masih belum bisa membedakan apa itu organisasi dengan apa itu lembaga?(coba baca seksama tulisan ini, lalu bandingkan dengan teori mengenai lembaga dan organisasi). Ini sebenarnya kunci dasar berorganisasi. Kalau hal ini tidak dipahami, bagaimana bisa menjalankan peran masing-masing organisasi ke depan?

    Dari hal ini juga, dapat saya lihat bahwa tidak ada kepercayaan di masing-masing organisasi. Selalu berpikiran negatif dan merasa diri paling hebat dan berjasa bagi UKSW. Hal ini hanya memperparah citra organisasi kemahasiswaan UKSW.

    Inilah hasilnya kalau kepengurusan SMU dan BPMU dibentuk berdasarkan kepentingan. Di saat kepentingan itu tidak dapat bersatu, maka perpecahanlah yang terjadi. Hal ini tidak juga menghindarkan BPMU dan SMU akan “berbulan madu” kembali di saat kepentingan sudah dalam jalur bersama.

    Pembenahan dari tingkat fakultas sangatlah penting (BPMF dan SEMA). Pengalaman politik “kurang bersih” di tingkat fakultas, secara tidak langsung akan berdampak ke tingkat universitas. Tetapi pembenahan itu sepertinya menjadi hal yang mustahil, karena satu orang mahasiswa saja tidak akan bisa melawan kepentingan elite organisasi kemahasiswaan. Pertanyaannya, kalau tidak segera dibenahi, mau kapan lagi? Bagaimana negara ini bisa baik dan benar jikalau mahasiswanya saja sudah tidak baik dan benar lagi dalam berorganisasi? Dengan demikian, jangan lagi berkata : “Hidup Mahasiswa!!!”

    (Theodorus Benyamin Sibarani – Alumni Fakultas Teologi)

  39. Melkianus E. N. Benu says:

    kalau lembaga kemahasiswaan yg juga adalah tempat belajar hrs dijadikan tempat untuk belajar tidak jujur,,,mau bagaimana dgn hrs menjadi sarjana dan menerima tugas sebagai abdi masyarakat/negara lantas bertindak dengan cara begitu?,,,artinya masih sekolah sudah belajar korupsi,,,bagaimana kalau udah selesai belajar pasti akan bertambah lagi ribuan orang koruptor di NKRI ini,,,maaf cuman koment aja,,,hehehehe

  40. rhema says:

    dari dulu BPMU dan SMU selalu ada masalah, tapi disinilah asiknya, selalu bersinggungan tapi semakin erat persaudaraannya. semua aturan yang dikeluarkan BPMU, bila masih dalam bentuk Ide, cobalah dibicarakan baik2 dengan teman2 di SMU. sekali lagi, masalah seperti ini pernah terjadi di LK 2008-2009, sampai kejar2an dan saya juga gak mau tanda tangan, bahkan sempet juga temen2 SMU menolak ketetapan BPMU, tapi semua itu bisa diatasi dengan kepala dingin dan tetap mengingat visi dan misi dari ketua masing2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *