SMU Tolak Ketetapan BPMU

Browse By

Sidang pleno BPMU hari ini, Sabtu 17 April 2010, dihadiri SMU dan panitia retret “Misi Kepemimpinan Kristen”. Dalam sidang ini SMU memberikan pernyataan sikap terhadap sanksi yang dijatuhkan BPMU lewat Ketetapan BPMU No. 08/TAP/BPMU/UKSW/IV/2010, yang disahkan pada 11 April lalu.

“Kami menolak dengan tegas ketetapan yang teman-teman (BPMU) buat,” kata Andre Sutantyo, Ketua Umum SMU, dalam pernyataan sikapnya. Ia menginginkan agar BPMU melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada SMU dan panitia sebelum menetapkan sanksi. “Harapannya dengan adanya klarifikasi seperti itu baru teman-teman memutuskan ini mau diapakan. Itu baru fair, baru bisa diterima,” tambah Andre.

Dalam penjelasannya, Silantoro Nugroho atau Aan, ketua panitia retret “Misi Kepemimpinan Kristen” yang juga Ketua Departemen Kerohanian SMU, mengatakan bahwa salah satu kendala terbesar kegiatan adalah mundurnya ketua panitia semula. “Waktu pembentukan kepanitiaan, semua sudah terbentuk melalui tes wawancara, sudah terbentuk strukturnya. Nah, waktu kita mau bikin proposal, di tengah jalan sang ketua panitia mengundurkan diri, dan di situ terjadi kebingungan,” kata Aan. Mendapati kondisi seperti itu, Aan yang merupakan steering committee kegiatan akhirnya terpaksa mengambil alih posisi ketua panitia.

Aan juga menerangkan bahwa sebenarnya dirinya sudah diingatkan untuk meneruskan proposal kegiatannya kepada BPMU terlebih dahlu. “Tapi karena itu tadi, masalah teknis, itu membuat saya itu pikirannya itu nggak fokus lagi gitu lho. Dan juga ketakutan saya pribadi, waktu dah mepet, kalo masuk (BPMU) takutnya direvisi.” Atas dasar itu, maka Aan meneruskan proposalnya langsung ke Biro Kemahasiswaan.

Sekretaris Umum SMU Merly Aclin Nuasizta Klaas juga meminta pencabutan dua sanksi yang dijatuhkan BPMU lewat ketetapannya. Soal sanksi pengembalian dana kegiatan yang telah terpakai, yakni sebesar sekitar Rp 3 juta, Merly mengatakan, “Kami merasa itu sangat membebani panitia dan ketika diminta untuk harus mengembalikan, kami juga berpikir, mereka mau dapat uang dari mana?” Sedangkan terhadap sanksi pembekuan program kerja SMU, ia berkata, “Kami (SMU) eksekutif, kami punya tanggungjawab untuk melakukan program untuk kepentingan mahasiswa. Dan ketika itu dibekukan, siapa yang dirugikan? Lagi-lagi teman-teman mahasiswa yang dirugikan.”

Menanggapi klarifikasi SMU, BPMU mengambil keputusan untuk tetap menjalankan ketetapan yang telah dibuat. “Jadi kita bersepakat bahwa ini adalah untuk teguran yang tegas kepada teman-teman di SMU, sekaligus kita mau mencoba supaya di dalam lembaga kita, di dalam Lembaga Kemahasiswaan, betul-betul ada mekanisme jelas, supaya apa yang kita kerjakan tersebut sesuai dengan prosedur!” tegas Parman Pasanje, Ketua Umum BPMU.

Terkait pembekuan program kerja SMU, BPMU akan memberikan kebijakan khusus untuk menunda pelaksanaannya selama dua minggu terhitung sejak hari ini hingga 1 Mei 2010. “Sanksi yang dua itu tetap. Tetapi di dalam proses-proses diskusi kemudian, dengan adanya pertimbangan-pertimbangan dari pihak SMU dan teman-teman yang lain, kita kemudian membuka sedikit kelonggaran. Bukan dalam kerangka merubah sanksi itu, tetapi mengambil kebijakan, kita berikan waktu kelonggaran selama dua minggu kepada teman-teman SMU. Jika dalam waktu dua minggu itu ada kegiatan yang akan dilaksanakan, berarti itu tetap dijalankan,” kata Parman.

Saat ini BPMU telah menerima surat permohonan maaf dari SMU. Disertakan pula surat pengantar berita acara dan salinan proposal retret ini.

21 thoughts on “SMU Tolak Ketetapan BPMU”

  1. yoga says:

    memang harus tegas, tapi juga tidak harus saklek. ayo LKU maju teyus…

  2. AK Budiarto says:

    Apa permintaan maaf tidak cukup?

  3. andi-dobleh says:

    benernya asik juga kalo kampus ada konflik gini..
    tapi kalo kita liat secara luas, berguna gak sih buat mahasiswa UKSW secara keseluruhan..

    inget woi.. mahasiswa bukan kalian2 aja.. gak usahlah begaya-begaya formal birokratis kek gitu….mahasiswa secara keseluruhan yang gak dapet manfaat..

    seperti yoga bilang, gak harus saklek.. yang bijak lah….

    btw, kalo kasih sanksi or buat ketetapan, jelasin donk alasan-alasannya … jangan maen ketak ketok keputusan aja… grow up !!!

    sekalian nyerocos ahh mumpung status masih mahasiswa, belon kena DO:

    enak ya BPMU, tegar tegur trus…. ga pernah ngasih pertanggung jawaban atau hasil kerja yang signifikan pada keseluruhan mahasiswa, taun-taun trakir ini apa sih yang dah dibuat BPMU? ropat rapat wae trus… kebanyakan ceramah n peraturan… ngaca dolo sono woi, drpd tegar tegur lembaga lain… dah kerja ngapain aja lembaga ‘agung’ BPMU? hasilnya mana? mana advokasi, mana kukm baru?isinya dari dolo kok angguk angguk aja ama orang-orang BARA. anggota aja seabreg, hasil konkrit yang siginifikan bagi mahasiswa n masyarakat ga pernah nongol tuh (at least for me) .. :hammer:

    anyway, tuh ngapain ketua panitia ngasih2 alesan lagi.. berubah-ubah pula.. dah lah, koe ki salah… fatal pula (dari segi administratif)… posisis SC gak ngerti peraturan tuh dah keterlaluan.. .. akui itu dan resign.. belajar dulu, kalo mo masuk lagi, ya periode depan aja …

    –huahhh puas… mumet mikir kuliah rak rampung-rampung, pelampiasane nang kene… ekkekeke.. maturnuwun SA.., pareng rumiyen ngggih.. pun puas niki kulo leh nyocot-

  4. Gee says:

    @andi-dobleh : “mengkritik sesssuatu yg belum di ketahui secara jelas”

    mas, sgt disayangkan kalo yg kamu ketahui tentang BPMU cuma “rapat”. ayo mari kita bicara, apa yg kurang dan apa yg di inginkan

  5. yoga says:

    bener katamu bleh.. hahahha
    btw kok saiki koe doyan ngoceh meneh hahahaha sue rak ngetok je…
    Mendingan dari pada BPMU sama SMU ribut dipertemukan saja keduanya di depan mahasiswa banyak biar menjelaskan alasan-alasan yang menyebabkan masalah tersebut biar jelas dan tidak terulang lagi.

  6. AK Budiarto says:

    Atau dimediai oleh media independen seperti pers mahasiswa. Salah satu fungsi media masa dapat menjadi mediator dialog.

  7. andi-dobleh says:

    @Gee
    wkwwkwkwk… ak tau kok BPMU ngapain aja.. at least beberapa taun yang lalu.. kalo skrg ga tau detil, tapi nyatanya lom ada apapun hasil dari kinerja BPMU yang aku rasain jadi aku pukul rata aja…
    sori.. dah males ngomong ma BPMU apa yang diinginkan…. itu cuma uneg2… silahkan tindak lanjutin aja ma mahasiswa2 lain..

    @yoga
    wakakak.. jek stres mikir 2010-2003… mbacot wae nang kene… ekekeke…
    usul bagus tuh … sekalian tanyain ke mahasiswa-mahasiswa, ngefek ga sih ada LK?

  8. andi-dobleh says:

    -sori kalo dopost-
    baru baca lengkap postnya Gee
    {@andi-dobleh : “mengkritik sesssuatu yg belum di ketahui secara jelas”}

    tau dari mana kalo aku ga tau secara jelas… ??
    drpd ngemeng2 banyak, silahkan paparin di media (SA dah cukup lah), apa hasil kerja BPMU yang memberi dampak positif langsung pada mahasiswa?
    biar publik (minimal pulik pembaca SA) yang menilai. tar aku nilai juga deh…tapi jangan sedih kalo ntar dikasih nilai DT…wkwkwkwkwk….

  9. Gee says:

    @ yoga N dobleh :trimakasih saraannya.
    qmi tlah melakukannya hari Sabtu kmarin dan hasilnya diketahui oleh SA (perwakilan)..

  10. Titus says:

    pimpinan di LKU itu semua udah pada ikut pra LDKM, LDKM, LMKM, dan LLKM kan? atau jangan2 ada yang belum lulus LDKM tapi udah lulus LMKM? dan sejenisnya? kalau memang sudah, mana win-win solution nya? kakehan negur, kakehan nolak, juntrungannya ke mana? kalau emang ngaku pemimpinnya mahasiswa, lakukan dengan cara yang bagus, dan capailah kemenangan bersama. bukan kemenangan satu pihak.sebenarnya, kalian mau ilang duit 500 juta pun ga ada pengaruh buat saya. tapi mbok ya eling, kalian itu kan katanya “memperjuangkan mahasiswa”.

  11. andi-dobleh says:

    aku tus..
    aku blom pernah ikut ldkm.. tapi wes lulus lmkm biyen…
    xixixixixi,tenanan lho ki..

    wes ah.. bosen kkomentar….
    -dobleh out-

  12. Nick says:

    @dObleh : emang apa sih yg sudah qmu lakukan bwt mhs selama bermahasiswa??? ketika kamu mengkrik tm2 d BPMU, sejauh mana kamu mengetahui kinerja mreka??? setuju dgn Gee, jgn “mengkritik sesuatu yg belum kamu ketahui secara jelas”

    semangat buat tm2 LK!!!

  13. saya says:

    sekedar kasih masukan untuk temen2 LK ,, mending to diobrolin bareng ntu maslahnya,,ngapain dengan cara birokratis seperti itu,,,, BPMU membuat sanksi pasti juga ada alasan, SMU menolak juga pasti ada alasan,, mending cari jalan keluarnya,, toh temen2 ini juga satu payung LKU,,,itu duit juga gak di “makan” wat pribadi,, kegiatan juga jalan to?? saran, mungkin BPMU kasih aja SP ato apalah namanya,, gak usah sampai sanksi suruh mengembalikan uang,, toh itu juga uang dari semua mahasiswa to?? ingat teman-teman mungkin ini terjadi kesalahan dari pihak SMU kalau ini terjadi di pihak BPMU bagaimana?
    toh apa yang dilakukan SMU dengan membuat permintaan maaf ma berita acara menurut saya cukup,,semakin koar2 keluar dengan masalah ini,, semakin malu juga to LK?? ada kalanya suatu masalah organisasi diselesaikan secara kekeluargaan, gak selalu harus secara birokrasi… Evaluasi Total LKU bersama-sama, benahi dan beri pelatihan organisasi+birokrasi+dll ke anggota masing2 (SMU dan BPMU), karena saya pikir mungkin ada beberapa orang yang mungkin belum tau organisasi atau birokrasi+dll tersebut)
    sangat terlambat,,,, tapi untuk hal yang lebih baik lagi,,kenapa tidak??????

    pesan: untuk ketua panita retret yang sekaligus ketua department kerohanian,, mending banyaklah belajar dan bersikap seperti layaknya seorang pemimpin… (KONSISTEN!!!!!)
    ingat bro,,,ini lembaga mahasiswa tertinggi……UKSW

  14. Titus says:

    @Nick dan Gee: yang dikritisi itu Dobleh nya atau berita nya ya? selalu ada tukang kritik. dan dia punya peran. biarlah dia berkomentar. malah saling serang begini. yang dilihat tu masalah pembekuan apalah ini. bukan Dobleh yang melakukan sesuatu buat mahasiswa.

    sorry, saya ga membela dobleh. tapi ada sesuatu yang di luar konteks. dan kayaknya Nick dan Gee tu satu orang. Gentle dikit donk.

  15. andi-dobleh says:

    @Nick
    hmm..
    let’s see..
    wah aku ga pernah ngapa2in buat mahasiswa.. cuma kacung doank
    jadi ga boleh kritik yah?
    ada yah peraturan kayak gitu?
    oww… maafkan ketidak tahuan ku….

  16. j@zzmine says:

    ada LK & BPMU….. ato ga ada…. GA NGEFEK… [ aku yo mahasiswa lho… tapi ga ngerti LK & BPMU ki gaweane opo …. soale temen2ku yang jadi pejabat kampus yo ketok e ra tau ngopo2…. ]

  17. Cah_elek says:

    @andi : I like your comment. sebenarnya kalo menurut cara pandangku sich ini masalah intern miss communication dipihak SMU nya benar memang seharusnya SC tahu semuanya harus kemana alurnya tapi setidak-tidaknya memang proposal itu harus lewat BPMU dulu baru naik lagi. Karena alasan waktu yang mepet yach kadang kita emang terkejar waktu tapi setidak-tidaknya BPMU kan tau posisi panitia saat itu dan SC seharusnya menjelaskan ke BPMU dunk. BPMU pasti ngertilah kalo waktu udah mepet pasti diloloskan kok……..
    Yach pesenku semangat ajah buat Semua Pembesar Perwakilan Mahasiswa kita………… GBU

  18. mahasiswa benci LK says:

    SMU = senat menyedihkan universitas

    BPMU = badan perwakilan menyedihkan universitas

    bubar aja kalo ga becus.

  19. erick says:

    SMU dan BPMU UKSW.
    miniatur DPR dan MPR indonesia…..
    sering rapat…sering adain kegiatan ini itu…rakyat indoneia tetep miskin n hidup susah….
    mahasiswa dah lulus,keluar jadi pengangguran..
    bisa BANTU…..???
    “kalo cuma omong burung beo pun bisa”
    iwan fals

  20. rennypebrica says:

    saya ga ngerti malahnya apa. koq ky na tegang banget ya?
    yang penting cepet kelar kuliahnya ya.

  21. ernny says:

    Lihat komentar2 diatas baru namanya menyedihkan…..
    Kalau semua punya hak kasih comen saya boleh juga kan….

    Andi dobleh…
    sorry sebelumnya bro…
    Kalau u merasa bisa kasih comment suka2 lu.. saya juga kasih comment suka saya…
    Pertama… yang di urusin LK itu banyak mahasiswa… BPMU sama SMU harus ngurus semua mahasiswa seuniversitas u pikir bisa??? Berapa sich perbandingannya… kalau mau rasa kinerjanya LK bisa mengcover seluruh mahasiswa,, u tanya dulu sama LK aras Fakultas… kerja gak dy… ????
    Kedua… LK itu juga media untuk belajar berorganisasi… ada aturannya jelas… kalo u langgar ya harus dapat sanki dong… kalau semua di maafin & dikasih kelonggaran ya kapan grow up nya coba… dan ingat juga bukan bergaya birokrtis choy… tapi itu aturan….
    Ketiga… BPMU itu isinya gak cuma rapat doang, walaupun paling sering ya rapat… tapi u sadar gak kenapa harus rapat??? Karena semua keputusan yang diambil itu harus merupakan keputusan bersama… bukan asal ngemeng doang…
    Keempat… kalau mau bilang enak ya BPMU… ya enak lah… makanya masuk biar tau enaknya apa… kalo u tanya apa yang sudah di kerjain BPMU??? Banyaklah… pertamanya aja,, gak ada BPMU mana bisa ada SMU.. trus advokasi.. banyak masalah yang udah kita selesaikan tapi berhubung u gak ada urusannya sama masalah2 itu ya ngapain juga di kasih tau ke u ataupun mahasiswa… bicara KUKM baru… 3 periode udah ngerjain itu… kalo aja kita punya hak untuk mensahkan itu dari dulu juga KUKM dah bisa u nikmati…. masalah anggota seabreg… kayaknya u harus pergi ngecek ke BPMU… seabreg itu yang gimana… 1 utusan harus ngurus 100 – 200 mahasiswa… itu belum urusan pribadinya loh… kayaknya itu harus jadi pertimbangan juga…

    Yoga
    Sebenarnya bagus juga kalo harus pertemukan mahasiswa sama LK…. tapi pada kenyataannya… mahasiswa terlalu apatis… bukan sekali 2 kali… kampanye aja coba… saat dimana mahasiswa harus mengenal lebih jauh siapa presidennya yang datang ya mahasiswa yang statusnya anak LK juga.. trus yg ada di LK itu juga perwakilan mahasiswa… so kesannya sangat tidak efesien… usulnya AK mungkin jalan yang baik….

    Titus…
    Setau aku u bukan orang yang gak tau LK dengan baik… tapi sekedar mengingatkan… kalau semua yang di kerjain itu kita pake aturan… kalau agak keras ya namanya aturan… apa yang di buat BPMU itu hanya untuk memberikan efek jera agar kesalahan yang fatal ini tidak diulangi lagi… semuanya harus belajar choy… gak cuma SMU tapi juga BPMU… kalo u pikir 500 juta itu ilang gak penting buat u ya iyalah 500 juta itu juga bukan punyamu semua… kami juga gak rugi karena waktu bayarpun itu sifatnya wajib… yang kami lakukan hanya agar dana mahasiswa itu gak hangus diakhir periode…. itu yang namanya melayani….
    Masalah tukang kritik makasih ya… karena emang kalau gak ada kritik ya gak maju2 nie LK… tapi karena kalian bebas mengkritik,,, kami sebagai LK juga bebas untuk mempertimbangkan penting gak sich kritik2 yang masuk… BTW thankz banyak…..

    Erick
    Kalau mahasiswa lulus trus pengangguran knp tanya LK???? Yang bego ya mahasiswa itu… kalau mau bantu… ya itu melalui kegiatan2 yang memang dirasa penting untuk mahasiswa kedepannya…

    Tetap semangat yang nak LK …. kritik kayak gini ini yang namanya membangun…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *