Teater Sambil Baca

Browse By

Biasanya pertunjukkan teater diadakan di sebuah panggung dan ditampilkan tanpa teks, tetapi pertunjukan teater kali ini dengan membaca dan ditampilkan di depan Gedung F. Pertunjukkan tersebut diselenggarakan oleh Kelompok Bakat dan Minat (KBM) mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) English Department Reader’s Theater (EDRT). Acara ini berlangsung pada Jumat, 21 Mei 2010, pukul 13.15.

EDRT termasuk dalam pertunjukkan teater, bedanya adalah di dalam pertunjukkan Reader’s Theater para pemainnya membaca teks. “Di dalam readers theater para pemain tidak menampilkan cerita dalam skenario dalam bentuk akting, tapi dibaca dan cara bacanya pun dihayati seperti seolah-olah dilakukan,” ungkap Bowo, salah satu pelatih dalam pertunjukkan ini. Bowo juga menjelaskan bahwa reader’s theater sendiri bertujuan untuk memperlancar cara pengucapan dalam Bahasa Inggris atau pronunciation, tetapi bisa juga untuk penampilan di muka umum.

EDRT merupakan KBM yang baru di FBS, karena berdiri baru tahun 2007. Setiap akhir semester EDRT selalu mengadakan pertunjukkan yang ditampilkan di muka umum, biasanya bertempat di depan Gedung F. Teks untuk pertunjukkan EDRT berbeda dengan teks-teks drama biasa, karena ada beberapa penekanan, supaya ceritanya kelihatan lebih hidup. “Di Indonesia, reader’s theater kurang begitu dikenal, tapi di Amerika (Serikat) sudah lumayan banyak pertunjukkan seperti ini,” tambahnya.

Pada akhir semester ini, EDRT mengambil judul “Princess Mouse” sebuah drama bergenre komedi. Cerita ini bercerita mengenai seorang pemuda desa yang dipaksa untuk menikah oleh ibunya. Dia pun mencari jodoh di hutan. Akhirnya dia menemukan jodohnya, tetapi ternyata jodohnya adalah seekor tikus. Di akhir cerita, karena ketulusan pemuda tadi, tikus tersebut berubah menjadi seorang putri yang cantik jelita. Cerita ini dipilih karena beberapa semester yang lalu KBM ini sudah menampilkan cerita yang bertema serius. Persiapan dari pertunjukkan ini adalah selama dua bulan, untuk latihan dan juga persiapan properti pentasnya. Pemain yang berpartisipasi berjumlah 8 orang, sedangkan peserta KBM EDRT lainnya berpern sebagai kru di balik layar.

Pertunjukkan yang ditampilkan di depan Gedung F ini cukup menarik perhatian mahasiswa lain. Selama 17 menit acara ini berlangsung, di depan Gedung F dan Gedung FSP dipenuhi oleh mahasiswa yang menonton pertunjukkan ini. “Pertunjukannya bagus sih, karena mereka berani tampil di depan umum, tapi sayang suaranya kurang jelas, karena mereka tidak memakai mik (pelantang),” komentar Devi salah satu mahasiswi yang ikut menonton acara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *