Seminar Nasional Pembangunan Kota

Browse By

Senat Mahasiswa Universitas (SMU) menggelar berbagai kegiatan yang terangkai dalam satu acara besar Festival Sains Mahasiswa (FESSAMA) 2010, yang dimulai tanggal 24 hingga 26 Mei 2010. Salah satu dari rangkaian kegiatan itu adalah seminar nasional “Pembangunan Kota” pada 25 Mei 2010 di Balairung Universitas.

Eddy Hermawan (peneliti senior Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Daniel Kameo (dosen Program Pascasarjana Studi Pembangunan UKSW), dan Prabawa Eka Soesanta (Dirjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa PNPM Mandiri) hadir sebagai pembicara seminar.

Eddy Hermawan berbicara tentang masalah bencana atmosfir, khususnya banjir dan longsor yang perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Salatiga. Sedangkan Daniel Kameo berbicara tentang pembangunan ekonomi dan masalah perkotaan di Indonesia. Menurut Kameo, terkonsentrasinya berbagai kegiatan ekonomi di daerah perkotaan sebenarnya tidak lepas dari strategi pembangunan regional dan pembangunan ekonomi yang bersifat bias urban. Selain dampak positif aglomerasi ekonomi, terdapat pula berbagai dampak negatif yang menimbulkan berbagai macam masalah sosial kemasyarakatan.

Salah satu cara untuk mengatasi berbagai masalah perkotaan adalah perlunya reorientasi arah pembangunan ekonomi. Daerah pedesaan perlu diberi peran optimal untuk mengimbangi daya tarik perkotaan dan mengurangi arus migrasi desa-kota. Kegiatan ekonomi sektor informal perlu mendapat perhatian khusus. Tanpa adanya suatu sistem perencanaan tata ruang kota yang memadai dan mempunyai kekuatan hukum, akan sangat sulit mengatasi berbagai permasalahan perkotaan.

Pembicara ketiga, yaitu Prabawa Eka Soesanta, berbagi cerita tentang Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Dia menjelaskan bagaimana program-program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh pemerintah maupun civil society dapat bermanfaat bagi penanggulangan kemiskinan.

Setelah sesi tanya-jawab seminar, acara disambung dengan presentasi hasil penelitian Kelompok Studi Ilmiah Mahasiswa (KSIM) Suryakanta yang terdiri dari lima kelompok, masing-masing dari Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Pendidikan Matematika, Fakultas Teknik Elektro dan Komputer (FTEK), Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB), serta Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB).

Kelompok FSM mengangkat topik “Pemantauan Kualitas Air Minum Isi Ulang (AMIU) yang Dijual di Area Salatiga dan Sekitarnya”. Kelompok FKIP mengangkat topik “Studi Kelayakan Sekolah Luar Biasa Kota Salatiga Sebagai Sarana Pendidikan Alternatif dalam Upaya Peningkatan Kehidupan Sosial Penyandang Cacat”. Kelompok FTEK mengangkat topik “Sistem Moving Sign Display pada Baliho Kota Salatiga Terkendali Secara Wireless”. Kelompok FPB mengangkat topik “Rehabilitasi Lingkungan dengan Lubang Resapan Biopori (LRB) di Salatiga”. Sedangkan kelompok FEB mengangkat topik “Prediksi Pengaruh Pembangunan Jalan Tol Solo-Semarang Terhadap Usaha Tempat Makan di Salatiga”.

Hasil dari seminar nasional ini diharapkan dapat memberi sumbangsih untuk Pemerintah Kota Salatiga dalam rangka pembangunan Salatiga ke arah yang lebih baik. Seminar ini juga sekaligus sebagai bentuk publikasi ilmiah oleh KSIM Suryakanta yang telah melakukan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan pembangunan kota di Salatiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *