Seminar Nasional Perkembangan Pendidikan PT di Indonesia

Browse By

IMG_7165

Mantan Rektor ketiga UKSW Prof Dr Willi Toisuta SP PhD. Foto : SCIENTIARUM/DANANG SATRIO

Pada Senin, 24 Mei 2010, Senat Mahasiswa Universitas (SMU) menyelenggarakan seminar nasional pendidikan “Perkembangan Pendidikan Perguruan Tinggi di Indonesia” dengan pembicara tunggal Prof Dr Willi Toisuta SP PhD. Seminar yang diadakan dalam rangka Lomba Karya Tulis Ilmiah mahasiswa 2010 ini bertempat di Balairung Universitas.

Acara dimulai pukul 11.00 dengan diawali sambutan Kepala Bidang Kemampuan Profesional (Professional Skill) SMU, dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Umum SMU Merly Aclin Nuasizta Klaas dan terakhir oleh Rektor Prof Pdt John A Titaley ThD. Setelah itu, seminar pun dimulai dengan penjelasan tentang kerangka pengembangan perguruan tinggi di Indonesia. Di dalam penjelasannya, Willi mengemukakan mengenai strategi pengembangan perguruan tinggi dalam jangka panjang beserta proses akreditasi dan tantangan-tantangan serta tuntutan-tuntutan global pada perguruan tinggi.

Mantan Rektor ketiga UKSW tersebut menjelaskan mengenai faktor-faktor yang berpengaruh di dalam tuntutan-tuntutan perubahan masa kini. Pertama, ilmu pengetahuan sebagai mesin peubah. Kedua, revolusi informasi dan komunikasi. Ketiga, munculnya pasaran kerja sedunia dan transformasi sosial-politik secara global.

Lebih lanjut Willi menyinggung mengenai perspektif kualitas di perguruan tinggi yang dibagi menjadi dua bagian, yaitu market driven dan knowledge driven. Market driven menjelaskan mengenai semakin efisien profil lulusan semakin baik, karena profil lulusan dari perguruan tinggi akan sangat berhubungan dengan kehandalan di dalam dunia kerja, hal ini sangat berhubungan dengan kebutuhan akan dunia kerja yang membutuhkan tenaga-tenaga kerja yang handal di bidangnya masing-masing, sedangkan knowledge driven lebih berpusat pada pendidikan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

Sesekali Willi membuat para peserta seminar tertawa dengan gurauannya. “Sarjana itu udah terlalu dekat dengan durjana”, ungkapnya. Dalam ungkapannya, dia menyatakan bahwa kadang para sarjana yang telah lulus dan mendapatkan gelar serta jabatan di masyarakat malah melakukan tindakan yang tercela seperti korupsi. Gurauan tersebut membuat suasana seminar lebih santai.

Willi menjelaskan juga mengenai kebutuhan pasar terhadap perguruan tinggi di Indonesia. Dia mengungkapkan bahwa universitas-universitas harus memenuhi kebutuhan dari kepentingan ekonomi global, serta memiliki daya saing secara nasional dan merestrukturisasi berdasarkan sistem cost-benefit principal. Kemudian dia menjelaskan mengenai pergeseran di dalam masyarakat kita dari pengetahuan kepada kepentingan pasar.

Selanjutnya, Willi menerangkan mengenai pentingnya akreditasi eksternal bagi perguruan tinggi dan target akreditasi pada tahun 2020 mengenai perguruan tinggi di Republik Indonesia. Dia juga sempat menyinggung mengenai tampilan sistem UKSW. Dia menjelaskan bahwa UKSW memakai sistem: Yayasan sebagai otoritas pusat; universitas sebagai jajaran standar akademika yang mengembangkan strategic planning; fakultas dan program studi menadakan peer values pada norma-norma disiplin ilmu yang telah ditetapkan oleh universitas; dan terakhir civitas akademika yang melaksanakan tanggung jawab dalam pembelajaran dan penelitian berdasarkan kebebasan akademik. Di akhir sesi, Willi menjabarkan mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini.

Tantangan-tantangan tersebut di antaranya ialah adanya corporate university seperti Toyota University dan Motorola University. Perguruan-perguruan tinggi ini muncul sebagai akibat perusahaan-perusahaan penyedia lapangan kerja tidak percaya lagi pada kemampuan profil lulusan perguruan tinggi biasa, karena setelah menerima lulusan dari perguruan tinggi biasa, mereka masih mengadakan pelatihan yang memakan biaya. Saingan selanjutnya datang dari virtual university di mana pembelajaran berdasarkan pada internet.

Setelah sesi seminar selesai acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Sesi ini berlangsung sampai pukul 15.00, setelah itu acara dilanjutkan dengan presentasi dan tanya jawab pemenang LKTI dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sampai pukul 16.00.

Fery, seorang peserta seminar mengatakan, “seminarnya bagus materinya dan pembicaranya berkompeten.” Namun, lain dengan pendapat Rana yang menyatakan bahwa seminarnya membosankan dan lama karena berlangsung dari pukul 11.00 sampai dengan pukul 16.00.

6 thoughts on “Seminar Nasional Perkembangan Pendidikan PT di Indonesia”

  1. Pingback: Pengganti Kerja Keras | Scientiarum
  2. Trackback: Pengganti Kerja Keras | Scientiarum
  3. Winarto says:

    Tidak bisa ikut seminarnya, keburu pergi dari Salatiga

  4. Yulius says:

    1. Pak Willi sudah profesor ya?
    2. Pemenang LKTI dari USD meraih juara 2, sedangkan juara 1 dari F.Psi UKSW

  5. Yulius says:

    apakah redaktur atau penulis berita ini dapat melakukan klarifikasi atas komentar saya tanggal 7 Juni yang lalu? Trims.

  6. Ricko says:

    wahhh…
    lagi-lagi masalah pendidikan di Indonesia…
    saya jadi bertanya2…
    apakah berarti tujuan PT di indonesia (terkhususnya) di UKSW hanya untuk memenuhi keinginan pasar saja??? artinya lulusan PT hanya akan menjadi komoditas pasar saja,,,
    ada yang laku, ada yang gak laku…
    trus bagaimana dengan cita-cita ideal pendidikan indonesia yang mengedepankan pembangunan manusia secara seutuhnya…???
    apakah corporate besar macam Toyota, n Motorola yang katanya ingin membuat universitas sendiri akan memperhatikan yang namanya pembangunan manusia???
    dimana idealisme “ing ngarsa sing tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”???
    saya sangat menyayangkan kalo nantinya PT2 di Indonesia hanya memprioritaskan “kebutuhan dari kepentingan ekonomi global”…
    memang itu penting tapi jangan menjadi prioritas…
    prioritaskan cita-cita pendidikan Indonesia prakarsa Ki Hajar Dewantara, menurut sya itulah ideal pendidikan Indonesia yang tepat…
    UKSW jangan sampai melupakan idealisme “takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan” coz di dunia kerja industri n perusahaan corporat itu sudah gak ada lagi perasaan takut akan Tuhan…yang ada Takut ma Boss…
    piye jal???

  7. ana says:

    mudah-mudahan dengan di adakannya seminar,, pendidikan di Indo nesia jadi lebih baik lagi

    amiin..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *