Selamatkan Pohon Trembesi Diponegoro

Browse By

Suwe ora jamu.. Jamu godhong telo.. Suwe ora tau ketemu.. Ketemu pisan kok wis nelongso..

Demikian plesetan lagu Suwe Ora Jamu yang dicuplik dalam secarik kertas kuning, yang dibagikan kepada semua pengguna jalan di perempatan penjara Jalan Diponegoro pada hari Jumat, 4 Juni 2010. Ketidakpedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar merupakan gambaran dari plesetan yang digunakan tersebut.

Trembesi adalah sejenis pohon yang mampu menyerap 28.442 kilogram karbondioksida (CO2) setiap tahunnya. Dengan kemampuan menyerap tinggi itu, trembesi dapat mengurangi dampak pemanasan global, sehingga eksistensi pohon itu sangatlah penting.

Salah satu kepedulian terhadap nasib pohon trembesi di perempatan penjara tersebut diwujudkan melalui kerjasama FORSHIP (Forum Salatiga Hijau, Indah, dan Produktif) dengan kelompok mahasiswa pecinta alam Mitapasa STAIN Salatiga.

Aksi tersebut dilakukan dengan cara membersihkan dahan-dahan dan mengerat batang pohon. “Hal ini dilakukan justru agar pohon trembesi ini tetap hidup, jangan sampai pohon ini tidak produktif lagi,” ujar Mustain dari FORSHIP. Mustain menjelaskan bahwa latar belakang aksi ini adalah sebagai sosialisasi dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada 5 Juni 2010, serta sebagai bentuk kampanye untuk pohon trembesi.

Upaya penyelamatan pohon trembesi itu disemarakkan dengan aksi musik dari teater STAIN yang menggunakan peralatan milik warga Pancuran sehingga cukup menarik perhatian para pengguna jalan. “Kami turut senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini karena hal ini menandakan kami juga peduli terhadap lingkungan,” komentar Fardhian, ketua Mitapasa.

Mengkritik pemerintah dan mendorong masyarakat untuk menaruh perhatian besar terhadap pentingnya kepedulian terhadap lingkungan hidup merupakan tujuan dasar dari upaya penyelamatan pohon trembesi tersebut.

One thought on “Selamatkan Pohon Trembesi Diponegoro”

  1. petrus wijayanto says:

    mengapa dikerat? bisa dijelaskan logika pengeratan itu = memelihara pohon trembei?

    knapa tidak dibersihkan “benalu” (tumbuhan lain) yang menempel di dahan-dahannya, kelihatannya di dahan agak atas, banyak tumbuhan pakis dan kawan-kawannya.

    trembesi pernah jadi kontroversi apakah cocok untuk penghijauan atau tidak, memang kemampuan serap CO2-nya tinggi, tapi dampak terhadap vegetasi lain, belum di kaji secara mendalam.

    Djarum menanam trembesi sepanjang jalan Semarang – Kudus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *