Warga Protes SPBE

Browse By

Seseorang tengah bekerja di bangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji di Dusun Pamot, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga pada 7 Juni 2010. Warga setempat memprotes pembangunan SPBE ini karena lokasinya berdekatan dengan bengkel las, sarana pendidikan, dan pemukiman. Pada awal pembangunannya, warga juga tidak diberitahu secara lisan maupun tulisan.

3 thoughts on “Warga Protes SPBE”

  1. Nando says:

    ah masa sih, inikan hanya ketakutan warga akan kurangnya informasi, harusnya mahasiswa memberikan pengertian pada warga, sy bisa bicara seperti ini karena saya tau bagaimana tingkat keamanan yg di berlakukan pertamina, dan juga sbg salah satu vendor di SPBE ini …, jangan mau jadi alat propaganda oknum tertentulah ..

  2. Madi says:

    Secara administratif mungkin saja sudah benar, akan tetapi sudahkah dipertimbangkan secara sosial mengingat daerah ini wil pemekaran, dlm masa transisi ini aja sudah banyak penyimpangan visi yg dilakukan pemkot karena wil industri yg dimaksud dalam renc.tata.ruang.wilayah adalah Agro Industri, apa yg dilakukan rakyat Nobo adl akumulasi kekecewaan yg ditimbulkan oleh pemkot salatiga, @Nando: komentar lbh baik jika anda mau bergabung agar tahu mslhnya

  3. CAKRA says:

    setuju kawan Madi, bagi yang tdk tahu Noborejo mungkin nyalahkan orang nobo. tp bagi kami inilah kenyataannya bahwa kami adalah korban kebijakan Pemkot. gerakan ini murni orang pamot, tdk ada kepentingan oknum didalamnya. Anda harus tahu bahwa orang pamot itu orang desa hanya merumput dan memelihara sapi…….. jadi buat Sdr nando silahkan datang ke pamot…….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *