Yafet: Scientiarum Bukan Alat Propaganda

Browse By

Lembaga Pers Mahasiswa Scientiarum Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, bukan lembaga pers seperti yang dipahami secara murni sebagaimana diatur undang-undang pers. Kalau diterapkan ke dalam situasi seperti itu, maka akan timbul masalah.

“(Masalah) dalam artian kemudian tidak lagi sesuai dengan kerangka pemahaman bersama oleh seluruh elemen di kampus ini,” kata Pembantu Rektor III Yafet Y.W Rissy ketika bertemu dengan pengurus Scientiarum di ruang Bina Karya Gedung Administrasi Pusat pada Rabu, 14 Juli 2010.

Ujarnya, semua unit atau bidang dengan seluruh aktivitasnya harus ditempatkan ke dalam kerangka upaya bersama untuk mencapai visi dan misi universitas.

“Ini (Scientiarum) bukan lembaga media sebagaimana pers di luar sana yang bisa dipakai dan diperalat sebagai alat propaganda, baik itu propaganda politik, propaganda sosial, propaganda ekonomi atau propaganda-propaganda kepentingan-kepentingan kelompok di kampus ini,” kata Yafet.

Apa yang diutarakan oleh Yafet telah diterangkan Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam bukunya Sembilan Elemen Jurnalisme, yang di terjemahkan oleh Andreas Harsono, mengenai Independensi. Secara prinsip wartawan harus independen terhadap orang-orang yang mereka liput. Dalam buku itu pula tersurat bahwa kesetiaan pada kebenaran adalah yang membedakan wartawan dan juru penerangan.

Ujar Yafet, ia tidak akan segan-segan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku, kalau pemberitaan-pemberitaan Scientiarum menyimpang dari visi dan misi Scientiarum, Lembaga Kemahasiswaan dan UKSW.

“Seluruh (elemen) di kampus ini harus diarahkan baik secara sadar maupun tidak sadar untuk bahu membahu mencapai visi misi,” ucap Yafet

23 thoughts on “Yafet: Scientiarum Bukan Alat Propaganda”

  1. STR says:

    Dengan memuat berita ini, secara tidak langsung Scientiarum sendiri sudah jadi alat propagandanya Yafet Rissy. Kenapa sih Scientiarum sampai merasa perlu meminjam mulut Yafet untuk sekedar bilang bahwa Scientiarum bukan alat propaganda? Emangnya siapa Yafet? Pakar komunikasi? Pakar jurnalisme? Pakar lembaga pers mahasiswa?

    Propaganda atau bukan itu tidak dibuktikan dengan ngomong “ini bukan alat propaganda”. Kalo cuma ngomong “ini bukan alat propaganda”, ini sendiri sudah termasuk propaganda. Pada ngerti propaganda nggak sih?

    Propaganda atau bukan, biarkan audiens sendiri yang menilainya. Pejabat tinggi kampus tidak usah menggurui. Dan Scientiarum, kalau butuh kuliah soal jurnalisme, bisa cari narasumber lain.

    Lantas apa yang dimaksud dengan “tindakan sesuai aturan yang berlaku”? Emangnya pemberitaan seperti apa sih yang menyimpang dari visi-misi Scientiarum, LK, dan UKSW? Pemberitaan seperti di atas kira-kira menyimpang tidak?

  2. Ferdi says:

    Hahahahaha……

    Kuucapakan salut bagimu ‘sang empunya’ kuasa baru di kampus UKSW tercinta kita ini.
    Kalau dah gini esensi dari moto “Takut akan Tuhan” ketoke perlu di renungkan kembali tuch, diubah jadi “Takut akan ….. !” Isi sendiri dah ^_^

  3. Petrus Wijayanto says:

    “Seluruh (elemen) di kampus ini harus diarahkan baik secara sadar maupun tidak sadar untuk bahu membahu mencapai visi misi,” ucap Yafet

    ABSOLUTELY AGREE,
    Pertanyaannya: Apa visi dan misi UKSW?
    (sebagai lembaga secara kolektif, bukan visi dan misi seseorang atau kelompok tertentu di UKSW)

  4. Febri says:

    Saya Setuju dengan Yafet, bahwa Scientiarum bukan alat propaganda. Apalagi UKSW sudah punya media propaganda yaitu UKSW.EDU. Saya rasa apa yang dikatakan Yafet ini, ia ingin menegaskan bahwa Scientiarum (SA), harus menjadi media Independen dan menuliskan Kebebenaran.

    Kami adalah media Independen. Wartawan kami bebas menulis. Kami tidak ingin kreatifitas menulis di larang2. Bukankah Visi-Misi UKSW mendukung kami untuk bebas menulis.

    Pada jaman kepemimpinan Rektor yang lalu, kami sudah menunjukkan bahwa kami Independen.

    Masih ingat Kasus Karate yang menimpa WR3 dan jajarannya..?

    Kami meliputnya, walaupun WR3 adalah pelindung Scientiarum. Kasus Karate ini sendiri membuat WR3 dan jajarannya mendapatkan Teguran tertulis dari Universitas.

    Setelah Kasus tersebut Kami tidak mendapatkan intimidasi. kami masih independen dalam menulis. Dana SA tidak tahan2..

    Salam Demokrasi,
    Febri – Scientiarum

  5. HCM says:

    Coba di simak lebih teliti apa yg dimasud Yafet dengan SA tidak sama dngn media di luar sana dan di tempatkan SA dalam KERANGKA PEMAHAMAN BERSAMA…….

    Mudah2han saja SA tetp Independen…….

  6. dian ade permana says:

    “Ujar Yafet, ia tidak akan segan-segan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku, kalau pemberitaan-pemberitaan Scientiarum menyimpang dari visi dan misi Scientiarum, Lembaga Kemahasiswaan dan UKSW.”

    wkwkwkwkk..selamat mencapai visi misi…

  7. Febri says:

    @All: semoga saya tidak salah tangkap mengenai ungkapan yafet.. hehehe..

  8. dian ade permana says:

    febri : tidak ada yang salah kok…hehehe

  9. meci says:

    Hore….hidup PR III..pokoknya mantab…wkakakakka….betul itu gak boleh kayak media diluar sana…..pokoknya harus sejalan dengan visi misi ukaeswe deh…ini sudah takdir dan garis komando…

    wakakkakakakka….wkakakkakak…

    *terpingkal pingkal….

  10. schape09 says:

    menarik…
    menarik….

    saya pernah sampaikan pada STR soal perlunya Ombudsman Pers di lingkungan Scientiarum. Hanya saja, saya berpikir ulang bahwa di dalam kampus, ada persoalan independensi media yang lebih mendesak. Dulu kita terbiasa untuk merasa lebih dibandingkan yang lain, dengan kehadiran Scientiarum dalam generasi yang baru, keterbukaan menjadi yang utama.
    Artinya bahwa apa yang disampaikan dalam pemberitaan di atas, menurut saya menjadi bentuk ancaman lain terhadap kebebasan pers di dalam kampus.
    Ombudsman memang perlu, tapi kehadirannya dapat menyebabkan adanya kooptasi kepentingan terhadap perkembangan jurnalis di Scientiarum (hanya dugaan saya saja).

    Misalkan ada jurnalisme dalam bentuk lain yang memberitakan hal yang demikian, terus dia bukanlah bentuk jurnalisme yang menjadi beban Universitas (baca: anggaran universitas), yang memang murni untuk pers, terus bagaimana nasibnya?

    Dengan berpijak pada netralitas yang selalu (seharusnya) melekat dalam menjalankan profesi jurnalisnya, maka setiap insan-pers di lingkungan UKSW diharapkan menjadi pilar keadilan, kejujuran, keterbukaan, demokratisasi di kampus, dan juga di REPUBLIK ini….
    hehehehe….

    saya pikir, lebih bijaksana bila peluang untuk mengembangkan jurnalisme di kampus perlu diberi kesempatan…
    jadi propaganda atau tidak, persepsi mana yang bakalan digunakan?

    saya yakin kita masing-masing punya jawabannya…

  11. yoga says:

    Pak PRIII yang terhormat, memang betul bahwa scientiarum memang bukan alat yang digunakan untuk propaganda, tapi coba anda lihat semua isi yang dimuat oleh Scientiarum, apakah ada bentuk-bentuk propaganda ?? pemberitaan yang dilakukan dari pemilihan rektor sampai LKU dan sebagainya sepertinya scientiarum tidak pernah memihak kepada siapapun kecuali kepada “kebenaran”. kok malah saya jadi sangsi, jangan-jangan anda ini malah pengen memanfaatkan scientiarum untuk alat propaganda anda ? hehehhee

  12. Inka says:

    Prinsip2 awal Scientiarum harus tetap di jaga, Scientiarum itu independent dlm menyatakan kebenaran, apa atau siapapun itu.

    Saya mungkin kurang pantas untuk bicara tentang prinsip2 dasar Scientiarum dan kenapa koran kampus kita dinamakan Scientiarum, karena di Satya masih ada kakak2 yang dulu sama2 membangun Scientiarum.

    Nama Scientiarum sendiri diambil dari visi dan misi UKSW, correct me if I’m wrong, jadi yang merasa benar dan yang merasa salah, kalo ada yang merasa, dua2nya punya wadah Scientiarum untuk mengemukakan opininya. Mahasiswa atau siapapun yang membaca, kemudian akan menilai yang benar dan yang salah.

    Jangan lupa juga dibawah Scientiarum itu ada kata2 SONAS, Souvirinitas, Normativitas, Aktualitas, Sosiabilitas. Jadi jangan salah menilai Sientiarum.

    Yang tidak boleh dilupakan juga adalah prinsip Imagodei yang dijunjung tinggi di UKSW.

    Saya percaya kita semua memberi komentar karena kecintaan kita terhadap UKSW, kepada Scientiarum.. Nangis kita kalo Scientiarum tidak diperlakukan sebagaimana seharusnya..

    Just a little reminder for all of us..

  13. febri says:

    @Yoga: bro, mengenai kesetiaan pada kebenaran itu pendapat kovach, bukan yafet. coba simak baik-baik… btw, apa kabar?

  14. parman pasanje says:

    apapun alasannya, independensi jurnalis itulah yang utama,
    tanpa memihak siapapun kecuali kepada kebenaran

  15. lius says:

    Saya Setuju dengan Pak Yafet :
    Scientiarum harus bisa tetap mecerminkan visi dan misi UKSW. Tp menurutku bkn hanya Scientiarum, pimpinan Fakultas, pimpinan Universitas termasuk Pak Yafet sendiri bahkan semua sarana yg ada di kampus jika tidak mecrminkn visi misi UKSW harus ditindak tegas…

  16. elf_evil says:

    wkwkwkwk………….
    saya heran,Scientiarum hanya memuat berita yang ada dalam keadaan yang sebenarnya malah diputar balikan sebagai alat propoganda,mahasiswa juga harusnya bisa memilah-milah,mana berita yang menjerumus ke propoganda dan mana yang tidak,mungkin karena pemberitaan ini menyangkut posisi kedudukan
    Pak Yafet,sehingga beliau merasakan bahwa itu propaganda untuk dirinya……..

    ya sudahlah….yang diatas memang selalu berkuasa ” Ujar Yafet, ia tidak akan segan-segan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku, kalau pemberitaan-pemberitaan Scientiarum menyimpang dari visi dan misi Scientiarum, Lembaga Kemahasiswaan dan UKSW.

    “Seluruh (elemen) di kampus ini harus diarahkan baik secara sadar maupun tidak sadar untuk bahu membahu mencapai visi misi,” ucap Yafet”

  17. iwan says:

    wah..wah…saya rasa pak yafet yang terhormat takut kalau kekuasaanya lengser..hehehehe
    maaf tp saya melihat bahwa apa yang ditulis oleh SA adalah hal yang wajar dan masih dalam batas independensi..kalau dianggap menyimpang dari visi dan misi saya rasa bapak sendiri juga harus melihat kembali visi dan misi UKSW jangan sampai bapak membuat Universitas Kita menjadi Sekedar Wacana (UKSW)
    pokoknya SA tetep Joss…

  18. Rian says:

    Walah2..PR3 mau menindak tegas kalo ada yg tidak sesuai aturan..Yang harus ditindak tegas yang pertama adalah Yafet sendiri..Scientiarum itu KBM dibawah Koordinasi SMU, Waktu Manggil crew Scientiurum, udah minta ijin lewat SMU blum?
    Emang Km pikir semau kamu, Sesukamu karna merasa pimpinan UKSW? ya ampun!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Kok UKSW dipimpin orang Kayak GINI SICH, Kasian UKSW….

  19. pilar demokrasi says:

    saya kira…,terlalu prematur dan tdk beralasan jika menganggap SA sebagai alat propaganda…!!! apakah PR III merasa ada kepentingan tertentu yg menghembuskan suatu issue yg bertentangan dengan visi misi universitas…??? kalapun yafet merasa SA tdk seperti PERS di luar kampus yg berkerja berdasarkan UU No 40/99, sebaiknya yafet juga bs mengerti hal2 yg dapat di gunakan utk mengcounter statement/issue yg dianggap kurang/tdk benar. gunakanlah hak jawab…, tdk mungkin SA yg notabene pers kampus yg di dalamnya ada kaum intelektual menolak memberitkannya.
    maju terus mahasiswa UKSW…, dobrak sampai hancur pihak yg menganggap dirinya paling pintar dan angkuh….

  20. yoga says:

    febri@ kalau baca yang bener apa ckckckckkckck
    emang aku bilang kesetiaan pada kebenaran itu pendapatnya yafet ? hehee

  21. eddy j soetopo says:

    Segalak dan semenakutkan seperti apa sih Scientiarum? Rasanya juga enggak segalak media massa “beneran” di luaran sana. Tulisannya juga biasa-biasa saja. Enggak tajam benar. Bahasanya pun juga masih kalang kabut. Kenapa Pembantu Rektor III Yafet Y.W Rissy perlu melansir pernyataan agar Scientiarum jangan sampai menjadi alat propaganda. Jangan-jangan Yafet enggak pernah baca secara teliti Scientiarum.

    Takut di telikung media massa intra kampus? Ach memalukan. Tak sebanding dengan jabatan Purek III. Kalau merasa terancam, secara pribadi atau kolegial internal kampus dengan keberadaan media internal, gampang aja tuh menyiasatinya, buat hak jawab. Selesai toh? Kecuali kalau memang tidak pernah bisa membuat pers rilis. Jadi jangan berburuk sangka dulu bro. (Eddy J Soetopo / Direktur Eksekutif Institute for Media and Social Studies (IMSS) dan Peneliti pada Tirto Adhi Soerjo School of Journalism Solo, jurnalis senior)

  22. NABI PALSU says:

    saat saya menjabat sebagai KETUA BPMF Periode 2008-2009, saya pernah memasukan surat MOSI TIDAK PERCAYA KEPADA BPMU berkaitan dengan Pemilihan Ketua SMU yang juga mendapat dukungan dari beberapa LK aras Fakultas lainnya ……….Mungkinkah surat itu juga ditujukan kepada SCIENTIARUM pada saat ini……SAYA HARAP HAL INI TIDAK TERJADI KEPADA SCIENTIARUM……………I HOPE

  23. zti says:

    @Nabi Palsu: Jangan main gertak aja.. bikin aja langsung mosi kamu.. tidak ngefek.. klo LK menuruti kamu, paling teman2 di Scientiarum tdk dapat dana dan kantor dari LK. Klo demikian, paling jadi isu yg bagus tuch.. di era kebebasan pers, UKSW membredel pers mahasiswanya.. malah mantap
    kamu paling pejabat mahasiswa UKSW yg tidak siap menerima kritikan..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *