PR III Dituding Intervensi LK

Browse By

Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Yafet YW Rissy dianggap oleh sekelompok mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana, yang menamakan diri Solidaritas Lembaga Kemahasiswaan UKSW, telah mengintervensi terlalu jauh dan melampaui kewenangannya terhadap LK UKSW.

Menurut Koordinator Solidaritas LK UKSW Robby Juan Anggajaya, PR III mengintervensi LK dalam pemilihan pemateri Pembekalan Lembaga Kemahasiswaan Raya (PLKR) dan pemilihan Ketua Umum Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) periode 2010-2011.

“Ketika PR III menyuruh Korbidkem (Koordinator Bidang Kemahasiswaan) untuk menarik kembali utusan-utusan dari BPMF, nah ini kan jalurnya sudah salah,” kata Robby di sela-sela aksi demonstrasi di depan Gedung LK kampus UKSW pada Sabtu, 17 Juli 2010.

Demonstrasi yang digelar bersamaan dengan acara wisuda di Balairung Universitas, diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Psikologi, Fakultas Teknik Elektro dan Sistem Komputer, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi dan sejumlah fakultas lain.

PR III, menurut selebaran yang disebar Solidaritas LK UKSW saat demonstrasi, mengancam memberikan sanksi akademis kepada utusan BPMF di BPMU karena mekanisme pemilihan Ketua Umum BPMU dianggapnya tidak sesuai Ketentuan Umum Keluarga Mahasiswa.

Bentuk intervensi PR III lainnya, lanjut Robby, yakni pencoretan nama pembicara dalam PLKR karena dianggap tidak seideologi. Salah satu pembicara yang dicoret, menurut Steering Committee PLKR Reima Afluria Widhiyanti, adalah pengajar Fakultas Hukum Umbu Rauta. Umbu diganti pengajar Fakultas Hukum lain, Theofransus Litaay.

Ketika dimintai tanggapan atas demonstrasi tersebut, Yafet enggan berkomentar panjang karena mengaku ada acara. “Untuk urusan yang sampah-sampah begitu PR III nggak ada urusan,” ujar Yafet saat ditemui di depan kafetaria UKSW, sekitar satu jam setelah demonstrasi usai.

Solidaritas LK UKSW menuntut agar Yafet turun dari jabatannya. []

65 thoughts on “PR III Dituding Intervensi LK”

  1. titus says:

    Ketika dimintai tanggapan atas demonstrasi tersebut, Yafet enggan berkomentar panjang karena mengaku ada acara. “Untuk urusan yang sampah-sampah begitu PR III nggak ada urusan,”

    SAMPAH???

    maksudnya apa ini?

  2. Petrus Wijayanto says:

    ya, bekas poster-posternya khan jadi sampah, makanya diabadikan pakai kamera, eh.. jadi juga sampah digital 🙂

  3. yoga says:

    Saya pribadi salut kepada demonstran yang telah berdemo ria, setidaknya sedikit kelihatan taringnyalah hehhe
    kalau memang betul LK diintervensi oleh WRIII, lalu apa yang diperbuat oleh pejabat yang duduk di LKU ? dan kalaupun memang betul LK diintervensi, sebaiknya PRIII disuruh mempelajari kembali apa tugas dan tanggung jawabnya dia sebagai WRIII dan jangan lupa suruh baca juga KUKM.

    saya sangat geli dengan statment seorang WRIII yang seperti ini “Untuk urusan yang sampah-sampah begitu PR III nggak ada urusan,” seorang WRIII kok bicaranya kayak gitu, malu-maluin aja pak..!!! kalau memang statmen seperti itu benar-benar diutarakan oleh WRIII sebaiknya para demonstran beserta LKU meminta pertanggungjawaban atas statmennya.

  4. rhema says:

    yah dahulu bilang “itu” berharga, sekarang bilang “itu” sampah. hehehe mencoba membalik keadaan, saya percaya suatu saat namanya sampah akan menggunung dan pada akhirnya menimpa orang-orang yang menganggap sampah itu tak bermasalah, be aware………

  5. rhema says:

    teman2 mahasiswa terutama LK, jangan mudah terpancing dengan perkataan yang memancing emosi marah anda skalian, tetapi pahami bagaimana seluk beluk dan kunci mati dari lawan2 anda, saya anggap lawan karena, siapapu yang bermaksud merusak itu adalah lawan. berpikir dingin, stay cool dan berkatalah dengan bijaksana. karena teman atau lawan akan berpikir dua kali ketika yang dihadapi punya kewibawaan dengan menjaga idealisme diri kita sendiri. jangan terpaku aturan, tetapi lakukanlah improvisasi tanpa merubah kandungan dalam suatu peraturan

  6. dian ade permana says:

    wkwkkwkw..sampah ngomong sampah..Semoga..UKSW tidak menjadi Universitas Keluarga Sampah Wacana,,kaget kali’ye dapat jabatan…

  7. Ferdi says:

    Anda harusnya malu diberi jabatan sbg pimpinan mahasiswa jika tdk mampu mengakomodir suara mahasiswa. Malu dikit lah, atau jangan2 dah tak punya urat malu… Pimpinan kok ngomongx kayak begitu !!

  8. Gabby says:

    SAMPAH?

    acara kaya gini itu sampah toh???

  9. STR says:

    SALUT buat Yodie dan Scientiarum karena telah berhasil merekam kata-kata Yafet Rissy soal sampah.

  10. Pingback: Rektor dan PR III Kecewakan Mahasiswa | Scientiarum
  11. Trackback: Rektor dan PR III Kecewakan Mahasiswa | Scientiarum
  12. Ricko says:

    Hmmm,,,
    tuh demo masuk koran gak???
    kalo perlu masuk di kolom nasional jadi biar seluruh PR3/WR3/Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan di seluruh Indonesia ikut sadar, mawas diri, dan berhati2 dalam berbicara dan bertindak…
    wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

  13. suset says:

    jangan kau coba merusak wahai sampah sampah….

    ahahahhahaha,….hanya bisa tertawa miris membaca statemeny prIII yang katanya adalah bagian pemimpin yang satya wacana…pfiuuhhh…

    tak ada yg lebih tajam dari lidah manusia…

    mbok ya kalo mau main2, mainlah dengan cantik….

    saya khawatir besok ada sinetron ” AZAB seorang pelontar kata sampah”

  14. tamu says:

    Mahasiswa = sampah, PR III = Pembantu Rektor Urusan SAMPAH, UKSW menarik biaya pendidikan dari SAMPAH dan dihidupi sampah. Berapa jumlah SAMPAH baru di UKSW tahun akademik 2010-2011? Hidup SAMPAH!!!!

    wkwkwkwkw

  15. johan says:

    “SAMPAH” rektor kita blunder

  16. franco says:

    SAMPAH jika diolah dengan BAIK oleh ORANG yang BENAR menjadi sangat berNILAI dan tentu tidak menjadi SAMPAH lagi..

  17. Charles H Sebayang says:

    hendak nya agar PR III tidak terlampau jauh mengintervensi LK, biarkan saja LK bertumbuh dan berkembang tapi diwasi agar tidak kebablasan buka di intervensi tugas dan wewenangnya… thanks..

  18. dyfre says:

    saya heran, kok sudah hidup dari ” SAMPAH ” malah anggap ” SAMPAH ” itu gak penting..padahal tanpa ” SAMPAH-SAMPAH” itu, saya pikir situ juga gak bakal hidup kok..heheheheehhe…..

  19. Gabby says:

    Gapapa jadi sampah…
    Tapi kita sampah plastik…
    Susah dihancurkan…
    Dan lama – lama bakalan meresahkan…

    Harap – harap resah aja deh ya pak….

  20. lius says:

    Sebagai Alumni LK, Salut buat teman2 yg berani menyampaikan aspirasinya..
    LK itu harus dijaga kewibawaannya yaitu membelah kebenaran…”Mars Satya Wacana”

    Saya hanya menyayangkan Pernyataan dari Pimpinan kampus yg justru menganggapnya “SAMPAH”..BukanKah Pimpinan UKSW hadir untuk memberikan Pelyanan Semaksimal mungkin kepda Mhasiswa….
    Inilah salah satu esensi LK yaitu menyampaikan aspirasi..Kok malah dianggap SAMPAH?
    Ada asap pasti ada api, Na klo ada aspirasi yg mau disampaikn berarti ada sebabnya..
    Damailah UKSW..Tuhan memberkati

  21. elf_evil says:

    sampah ya tetap sebagai sampah………
    bisa2 bilang begitu……..
    terpelajar tetapi seperti tidak terpelajar………

  22. Mr. says:

    SAMPAH, SAMPAH,SAMPAH…
    Apa sih arti SAMPAH bagi anda…???

    PR III tu apa sih kepanjangannya…??? Pembantu Rektor kan…??
    Baru jadi Pembantu Rektor III aja udah bangga dan menyebut dirinya Yang Maha Kuasa lah…. Apa lagi jadi pemimpin…???
    Sadar Pak… Ingat sama Yang di Atas, ingat juga dengan Yang Maha Kuasa Sesungguhnya…

  23. Anglink says:

    Perkenalkan saya orang yang sedang mencari Tukang Sampah di Tempat Sampah ini…
    Buat tukang Sampah, Saya tiap semester bayar iyuran Sampah buat ngurusi Sampah-Sampah. Tapi kok “Sampahnya” nggak diambil n nggak diatur…
    wah gawat nie…
    Ganti Tukang Sampah aja ah………..

  24. heru says:

    ada sisi postif dari aksi teman walau dikatakan sampah,keberanian dan solidaritas teman mahasiswa yang tak ingin LK di intervensi
    Tinggal tindak lanjut teman-teman LK untuk menindak lanjuti aspirasi teman kpd pihak penguasa
    Wahai pr3 tolong jaga ucapan panjenengan..

  25. iwan says:

    wah…UKSW sekarang tambah seru saja…
    saya juga turut prihatin dengan apa yang terjadi karena saya juga pernah bergabung di LK…saya khawatir perpecahan yang dulu kembali menyeruak untuk yang kedua kalinya dan mengganggu stabilitas khususnya proses belajar mengajar dan mengembangkan diri.
    untuk PRIII semoga anda lebih bijak karena anda bisa seperti sekarang karena ada dukungan dari mahasiswa dan harap lidah anda lebih berhati2 karena milik anda itu bisa menjadi senjata untuk menjatuhkan anda
    untuk LK semangat..ingat bahwa “sampah” seperti kitalah yang akan mengubah dunia.

  26. umi says:

    mosok sampah bilang sampah wkwkwk disaat kita diatas tetaplah melihat kebawah… jabatan sbg pr3 bukan jabatan seumur hidup.. karena pr3 bukan pemilik uksw…jadi sbg pr3 sadar dunk…n yg perlu diingat….pr3 digaji oleh mahasiswa….jd seharusnya pr3 yg hrs mengabdi kepada yg membayar hehehe

  27. Demit says:

    Sampah klo d olah aja bisa jadi barang yang berguna kok…
    Ojo Dumeh Pak…!!!
    Jadi Dosen apalagi WR itu harus bisa kasih contoh yang baik kepada mahasiswa dalam perbuatan dan perkataan…

    Becik ketitik olo ketoro…

  28. dika says:

    inilah bukti bahwa pendidikan yg tinggi belum tentu memanusiakan manusia. mungkin kata oknum tsb mahasiswa sprt kita ini SAMPAH, tp cukup diketahui saja bahwa justru SAMPAH-SAMPAH inilah yg ngasih manusia itu uang buat makan. saya jadi ragu, kok mau sih “dikasih uang makan” sama SAMPAH???

  29. someone says:

    “sampah” aja bisa bikin demo kaya gtu apalagi “manusia” yah ……..

    pak PR3 yang “TERSAYANG” …… maen yuk……..

  30. Hans Mesa says:

    hanya mau bilang “sebenarnya dan senyatanya si yafetlah yang SAMPAH di UKSW, bagi saya dia (yafet) yang SAMPAH, bisa2nya dia mengatakan mahasiswa itu SAMPAH, lacang sekali mulut si yafaet itu”……….

  31. anot says:

    “PADA DEMO NGAPAIN sih…”

    itu kebanyakan celotehan dari temen temen saya…
    bukan apa apa tapi sekedar usulan nih…
    kmaren demo kan masih puluhan… nah mahasiswa UKSW klo turun setengah nya aj ato klo kebanyakan mungkin yah seribu aja deh, kantor nya pak PR bisa jadi tempat sampah… haha (LK … kasih tau ya klo ada yang kyk gitu lg)

    moving together = kuku*ima energi = ROSSA!!!

  32. djoko says:

    iya nih… kok LK nggak ngajak-ngajak sih
    daripada ‘nyampah’ di kos mendingan khan ketemu ama BOS SAMPAH
    salut buat LK yang ingin tetap mandiri

  33. andi-dobleh says:

    @yafet
    wakakakaka,,,,,

    seru…..ribut….hore.. ajib…

    fet…yafet…aku dadi gumun, ketoke koe kok pekok men sih….
    nek meh nyangkem dipikir sek dul…….!!!!
    gelar wae S2 ono 2.

    aduh… sori buat yang ga paham…panas juga liat tulisan ini. and lebih luwes kalo ngomong kasar pake bahasa jawa.. 😀

    @yafet lagi
    kalo masih punya harga diri, resign aja… Dah buat blunder, padahal belum ada 1 tahun menjabat. ini memang baru 1 kasus, tapi blundernya terlalu fatal.

    @pembaca
    kalo seperti ini. entah yafet ini benar-benar pintar berpura-pura paham tentang kemahasiswaan, or emang rektornya yang terlalu bodoh sampai dulu milih yafet jadi pr3.

    dobleh…out….

  34. nurul says:

    teman2 jgn mudah terpancing yah,,
    semoga kita bisa menyaring hikmah dibalik masalah ini..
    alangkah baiknya bila dilakukan komunikasi 2 arah
    sehingga kita jg tak salah langkah. hidup LK!!

  35. Alaska says:

    LK kehausan Rp.12 juta (kurang baju baru yach hahaha…kan sudah kebanyakan baju panitia hahahahha…) dari pada urus internal yang kacau karena masalah uang, mendingan urus pengabdian kemasyarakat (supaya kelihatan intelektualnya)….dan tidak dapat dipungkiri masih ada pejabat di LK yang hanya cari uang & tidak tahu posisinya di Senator, sehingga masalah seperti ini jadinya kayak perang preman, bukan intelek…..kasihan kan di Satya Wacana banyak sekarang para preman (di LK & di Pimpinan Kampus) ….. Kasihan sungguh….LK tidak sadar diri, jadinya kurang intelek ……
    memang beda LK dulu dengan LK sekarang, LK dulu tahu posisi sehingga punya nilai tawar, LK sekarang buta posisi sehingga sering dipolitisir dan tidak punya nilai tawar……Kembalikan LK Satya Wacana ke kaidah-kaidah Qu’ran ….MERDEKA

  36. Zti says:

    @All : teman2 mahasiswa jangan terprovokasi ya.. si @Alaska itu temannya PR3 atau PR3 yg menyamar.. Jadi dia membela PR3 wajarkan hehe.. ngga tau dia dibayar berapa sama kroninya PR3..

    @Alaska: :p

  37. Alaska says:

    saya buka PR 3 dan kroninya, tapi saya sudah melihat individu-individu dalam LK UKSW sejak saya berkuliah di Satya Wacana …..
    @Zti: mulai sudah mengelak dan lari dari kenyataan ….. bertobatlah, yang terjadi di LK sekarang sudah menjadi rahasia umum ……. dudukan LK pada idealismenya & jangan digerogoti oleh kepentingan apapun, termasuk kepentingan individu tertentu (elite LK, UR ataupun YR)
    anda bisa lihat sendiri kualitas LK masa lalu, LK sekarang kan?? dan coba anda nilai …. apakah mau masuk LK untuk belajar dan dapat beasiswa atau berdiri diatas kebenaran (satya wacana)?? jika pilihannya belajar &beasiswa maka jawabannya lihatlah LK sekarang, tapi kalau berdiri diatas kebenaran lihatlah LK masa lalu ….. (itu sebagai bagian dari refleksi)

  38. anot says:

    @alaska ampun mas alaska… klo mengkritisi lk dah disediakan tempatnya lho , tuh masukan aja ke kotak saran… saya kembalikan lagi pada yang

    “pencoretan nama pembicara dalam PLKR karena dianggap tidak seideologi. Salah satu pembicara yang dicoret, menurut Steering Committee PLKR Reima Afluria Widhiyanti, adalah pengajar Fakultas Hukum Umbu Rauta”

    masalah pribadi ya gak usah di bawa bawa napa?, gak profesional.

  39. nurul says:

    nah itulah, daripada kita terus debat seperti ini dan perang mulut dgn saudara sendiri, lebih baik bertemu langsung saja dan bicara layaknya kaum terpelajar, ingat, kita tidak boleh saling memprovokasi!!!

  40. Zti says:

    @Alaska: aku ini mahasiswa, tolong tunjukkan bukti bahwa LK jaman UR di intervensi, karena saya termasuk yg merasa tdk di intervensi.

    :p

  41. Alaska says:

    @anot: bukan barang baru ada kotak saran, namun tidak pernah terjadi perubahan hahahahaa….. itu karena elit LK tidak mampu mengoreksi diri…ini saatnya..
    @Zti: materi dan pembicara LDKM&LMKM dapatnya dari mana, saya juga pernah jadi panitia LDKM dan saya rasakan sendiri…hanya memang tidak disadari karena kedekatan UR dengan LK waktu itu (menina bobokan LK)….kalau masalah satpam yang dipakai untuk menjaga mahasiswa sudah ada juga dari UR ….. & masih banyak buktinya kalau anda sadar ……
    diluar smua itu ada pertanyaan saya, berapa banyak uang IKAMA yang dipakai untuk pembubaran panitia & buat baju panitia….padahal kita masuk panitia & ikut LK kan untuk melayani dan berdiri diatas kebenaran…..MAKA ITU JADILAH ELIT YANG BERTANGGUNG JAWAB, JANGAN DININABOBOKAN OLEH DUKUNGAN SISTEM/ INDIVIDU TERTENTU…..
    kalau mau mari kita siapkan waktu, dan kita berefleksi bersama (seluruh fungsionaris LK) ….. kita melayani mahasiswa & UKSW, atau kita mau menjadi ELIT nya mahasiswa hahahahahaha

  42. Zti says:

    @alaska: yeah.. bukti dong.. jangan omong doang.. ngga butuh khotbahmu.. Saya kira mahasiswa pandai kog.. tahu kapan intervensi dan kapan bukan.. ngga usah khotbah..

  43. Alaska says:

    @Zti: ini bkan khotbah, tapi realitas …. para elite LK sering menghindar, tapi mahasiswa diluar sana melihat kinerja kalian … cukup sudah mencuri uang IKAMA dengan alasan apapun, padahal hanya untuk buat baju dan hal lainnya yang tidak penting bagi mahasiswa …. kalian sudah mendapatkan bantuan keuangan (beasiswa) dari kampus ketika ber LK, jadi sudah saatnya kalian juga bekerja tanpa menuntut apa2 (termasuk baju), apalagi sampai pada korupsi uang mahasiswa (kita smua tahu bagaimana uang dimanipulasi kan hahahahhahaaa) …
    sorry Zti, tapi jangan menghindar lagi … jangan berteriak jika tidak dikasih gula2 sebesar 12 juta hahahhahaha …. bukannya kalian sudah kenyang dengan gula2 …… sudah saatnya bekerja tanpa uang, dan dengan idealisme “takut akan Tuhan” yang penuh tanggung jawab … hidup cita2 LK UKSW

  44. judge says:

    PR III tidak terdidik !! Sebagai seseorang yg memegang gelar begitu banyak dari dalam dan luar negeri, apalagi sebagai seorang pendidik, sangat tidak mulia Anda mengucapkan kata2 “Sampah” dalam konteks ini. You need to be ashamed of your degrees. Those are nothing, without good attitude. Hidup mahasiswa !!

  45. judge says:

    Kalau mau ngomong nggak jelas gitu, mending jangan jadi dosen deh pak PR, Anda jadi preman pasar aja, itu kayaknya lebih cocok untuk anda.

  46. adone damanik says:

    BOIKOT AJA PENERIMAAN MAHASISWA/i 2010..
    Biar tahu mereka bahwa tidak ada pengintervensian terhadap lembaga kemahasiswaan…

  47. Alaska says:

    Apa mampu, wong melawan dosen aja gak mampu mahasiswa UKSW sekarang hahahahahahaaa

  48. S.O says:

    perek3(pembantu rektor3)…
    hmmm…dosen tu makan dari hasil uang mahasiswa(kecuali kalo mereka melakukan pekerjaan seperti singkatan diatas)…kalu mahasiswanya sampah,..yang makan dari sampah tu kan lalat…jadi klu nyebut mahasiswa sampah…org yg nyebut sampah tu g lebih dr lalat….

    klu urusan2 sampah aja g bsa diurusin mg usah jd pemimpin…sana pulang ngais sampah di bantar gebang….

  49. Ferdi says:

    @ Alaska : ” Apa mampu, wong melawan dosen aja gak mampu mahasiswa UKSW sekarang hahahahahahaaa”

    Wah artinya dulunya anda berani y melawan dosen. Hebat-hebat, kalau si Jarjit di film Upin dan Ipin berkata “marvelous…. marvelous…..”
    Pasti anda reman skali y dulu di UKSW. Mahasiswa teladan ini !!! Menyedihkan, ckck…

  50. 612003033 says:

    @andi-dobleh… Udah, bro… Ndak usah dipikirin… Kita sesama mantan sampah cuma bisa mengatakan ‘menyenangkan’ sekali suasana seperti ini…
    @suset… ‘menyenangkan’… Lama tak berjumpa kawan… Ha3x… Pantau terus… Selagi masih bisa…
    @yang demo… Nice action, biar kehidupan bermahasiswa sedikit berwarna… Ternyata sampah bisa…
    @pr3… ‘menyenangkan’ bukan apa yang bisa diperbuat oleh sampah?!…
    @all… bukankah sejak dulu memang seperti itu… Tiap jaman ada saja konfliknya… Anggap biasa aja… Menurut saya ini cuma sisa2 sampah dari konflik dari kemelut uksw tahun2 dulu… Mungkin Om Stanley dari Komnas HAM yang ikutan memantau di SA.com punya benang merahnya…

    Gak sadar… Ikut nyampah juga… Memang kehidupan jadi mahasiswa itu sangat ‘menyenangkan’ penuh dinamika… Memang ‘MENYENANGKAN’…

  51. ralph says:

    ckckck…..
    dengan gelar berderet aja pr3 kita ngomongnya “GAK PAKE OTAK!” (btw kata2 ini sering keluar dari mulut pr3)………….
    APALAGI kalo dia gak sekolah…………
    wah….kalo pimpinannya kayak preman gitu…….gimana nasib uksw kedepan??
    hiks…….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *