Rektor dan PR III Kecewakan Mahasiswa

Browse By

Rektor UKSW John Titaley dan Pembantu Rektor III Yafet YW Rissy dinilai mengecewakan mahasiswa. Hal ini menyangkut ketidakhadiran mereka dalam memenuhi undangan diskusi terbuka dari Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas (BPMU) UKSW untuk mendiskusikan permasalahan Lembaga Kemahasiswaan (LK) dan hubungannya dengan PR III UKSW, Senin (19/7).

Bertempat di gedung F106, kegiatan ini sebenarnya merupakan media komunikasi antara LK dan pimpinan universitas. Menurut Ketua Umum BPMU Parman Pasanje, tujuan diskusi ini adalah untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa, secara kelembagaan oleh BPMU kepada pimpinan universitas. Mahasiswa merasa ada kebijakan pimpinan universitas yang merugikan mahasiswa atau dengan kata lain ada penyalahgunaan wewenang (baca: intervensi) oleh pimpinan universitas.

Ferry Revino, Kepala Biro Kemahasiswaan UKSW, yang juga diundang dalam diskusi terbuka tersebut mengatakan bahwa John Titaley dan Yafet tidak bisa hadir karena harus berhadapan dengan urusan dinas luar.

John tidak hadir karena sedang dinas dalam rangka penandatanganan MoU kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Waropen di Papua sampai Kamis mendatang. Demikian disampaikan sekretarisnya yang ditemui di ruangannya setelah acara ini selesai.

Yafet sendiri, menurut Ferry, sedang mendampingi mahasiswa yang mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional di Denpasar sampai satu minggu ke depan, kemudian pada 24 Juli mendatang akan ke Pontianak untuk mendampingi kontingen UKSW dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional.

Rona kekecewaan jelas tergambar di wajah 35 fungsionaris LK yang hadir dalam acara tersebut karena ketidakhadiran dua orang “penting” tersebut.

“Apakah Yafet takut karena demo kemarin?” demikian kata Ricky Kameo dalam diskusi tersebut mengomentari ketidakhadiran Yafet. Demo yang dimaksud Ricky adalah aksi oleh sekelompok mahasiswa yang menamakan dirinya Solidaritas Lembaga Kemahasiswaan UKSW pada Sabtu, 17 Juli 2010. Dalam aksi ini, mahasiswa menuntut Yafet agar turun dari jabatannya sebagai PR III, karena dinilai telah bertindak melampaui kewenangannya terhadap LK.

Hadir pula dalam diskusi tersebut, Pejabat Ketua Umum SMU, Merly Aclin Nuasizta Klaas. Dia sangat kecewa karena ketidakhadiran John dan Yafet. Menurut Aclin, memang baik seorang PR III mendampingi mahasiswa dalam mengikuti pimnas, dan itu merupakan suatu motivasi terhadap mahasiswa, tapi untuk apa Yafet berlama-lama di Denpasar? Mahasiswa di kampus juga membutuhkannya.

“Apa kontribusi PR III di pimnas kalau lama berada di sana? Bukankah lebih baik kalau dosen pembimbing yang mendampingi mereka sampai selesai? Apakah ini memang PR III sengaja sudah tidak punya waktu untuk kita (LK)?” tanya Aclin dengan nada kecewa.

Karena yang hadir hanya Ferry Revino dari Biro Kemahasiswaan, maka aspirasi yang disampaikan saat ini hanyalah hal-hal yang berkaitan dengan Biro Kemahasiswaan. Bukan kapasitas Ferry untuk menjawab aspirasi yang ditujukan kepada Rektor maupun PR III.

Mahasiswa menekankan agar Ferry selaku Kepala Biro Kemahasiswaan jangan ikut-ikutan apa yang dikatakan ataupun diperintahkan PR III, kalau sebenarnya itu salah. Karena sebenarnya Biro Kemahasiswaan-lah yang sangat tahu dengan masalah-masalah mahasiswa saat ini.

“Kalau apa yang dilakukan PR III itu salah, jangan ikut! Bela mahasiswa! Jangan ikut membelok, orang lain ke lubang, kita juga ikut ke lubang!” tegas Ricky pada Ferry yang selama ini terlihat hanya “diam” dengan perlakuan Yafet yang dinilai merugikan mahasiswa.

Mereka juga mempertanyakan apakah selama ini Ferry pernah berbicara kepada Yafet tentang keinginan ataupun masalah mahasiswa. Sangat disayangkan ketika Ferry hanya diam. Ini menentukan posisi tawar Biro Kemahasiswaan, khususnya Ferry, di hadapan PR III atau pimpinan universitas. Harapan mahasiswa sekarang adalah Ferry bisa mengomunikasikan keinginan mahasiswa kepada Yafet, bukan hanya diam.

“Kira-kira apa kendala yang dihadapi Pak Ferry ketika terjadi pergantian PR III dari yang lama ke yang baru?” tanya Bendahara Umum SMU Surya Probo Kusuma kepada Ferry. Hal ini ditanyakan Surya mungkin karena sikap diam Ferry tersebut.

“Saya tidak bisa menjawab di sini. Ini pertanyaan nakal. Pertanyaan penilaian atau evaluasi,” jawab Ferry. Menurut Ferry, itu adalah tambahan pengetahuan yang didapat ketika seseorang terlibat dalam sebuah organisasi.

Surya kembali menanyakan apa yang akan dilakukan Ferry ketika kepentingan mahasiswa dicurangi (diintervensi) PR III. Menyambung pertanyaan Surya, Aclin juga menanyakan apakah selama ini Ferry hanya mau cari aman saja.

“Sepuluh tahun ke depan akan saya jawab,” jawab Ferry singkat.

Apakah dengan jawaban tersebut Ferry sedang mencari posisi aman seperti yang ditanyakan Mey? Hanya Ferry yang tahu.

Lantas bagaimana dengan John dan Yafet yang tidak hadir dalam diskusi tersebut? Bagaimana dengan aspirasi mahasiswa yang hendak disampaikan LK pada dua pimpinan universitas tersebut? Kita tunggu jawabannya, karena menurut informasi yang didapat dari Ferry, Yafet akan ada di kampus pada 21 Juli mendatang.

33 thoughts on “Rektor dan PR III Kecewakan Mahasiswa”

  1. Mr. says:

    Ini, kita bisa liat dari sini….
    apa yang sudah teman2 Mahasiswa lakukan itu benar, makanya mereka menuntut itu semua. Kalaupun itu semua salah, untak apa PR III sampai tidak datang pada acara diskusi terbuka kemaren….???
    pake acara nemani Mahasiswalah, itulah, kalu “SALAH” bilang aja salah toh….
    jangan kabur2 gitu…
    Apakah PR III takut sama mahasiswa..????
    Apakah Ini yang dinamakan seorang Pemimpin..????
    Apakah ini yang namanya tanggung jawab seorang Pemimpin…????
    Apakah Mahasiswa UKSW mau dipimpin sama orang yang seperti ini…???

    Kalau seandainya PR III mempunyai tanggung jawab sebagai seorang pemimpin, seharusnya beliau datang pada saat sidang terbuka kemarin….
    Ingat pak, kami di sini butuh anda…
    Trima kasih:.

  2. Rian says:

    Hihi..Kalian ini ga sadar ya klo kalian itu hanyalah “SAMPAH” di Matanya, MAkanya kalian itu ga di urus, Hahaha Kasian betul…Mana TaringMu????????!!!!!! Jangn2 Dia pergi tanpa konfirmasi lagi sama kalian klo ndak isa……Padahal mungkin kalian sudah undang secara resmi dari Lembaga Kemhasiswaan….Ya seperti itulah kalian di matanya…tetoNK!!

  3. someone says:

    kerja berat LK selanjutnya..
    semangat kawan.. ! tetap kritis..

  4. Hans Mesa says:

    Sejarah di UKSW, dengan melihat sosok PR III yang bukan alumni UKSW, wajar saja kalau LK tidak begitu di gubris (yafetkan bukan alumni UKSW), dan apa lagi LK di bilang SAMPAH sama Yafet.

    Sebagai orang yang berkecimpung lama di organisasi UKSW, saya merasa ternodai dengan dengan perkataan yafef yang mengatakan LK itu SMAPAH…

    TURUNKAN SAJA si YAFET itu….ditdak usah di piara di UKSW….Semangat teman2…lanjutkan TURUNKAN YAFET….

  5. anot says:

    kasih semangat buat LK!!!
    hidup mahasiswa…
    ini special deh buat pak PR nitip AR*K bali yaa…
    haha

  6. Enot says:

    Wah… Menurut hemat saya sebaga seorang PR III, perkataan “sampah” yang ditujukan kepada LK adalah wujud bagaimana seorang elit kampus tidak mampu untuk menempatkan posisinya sebagai seorang pemimpin.

    Tapi kalau hal itu terjadi pada LK pertanyaannya: apakah posisi tawar LK didepan pihak Rektorat menjadi sangat rendah, dan cenderung menjadi “bulan-bulanan” PR III. Sepertinya LK juga harus bercermin kembali…

  7. Roy says:

    Sepakat kalau dikatakan “sampah”, wong nyalurin aspirasinya kayak bukan intelek (gak tahu aturan) kok hahahhahaa …….. selama ini sudah banyak diintervensi (dari zaman UR) sekarangnya baru sadar ….. memang otak sampah……
    gak ngurus kuliah & prestasi malah siap di DO, karena ngurus LK (kasian orang tua yang biayai) …. sampah gak……gak ngurus pengabdian masyarakat & penelitian, malah ngurus demo & event pertunjukan (padahal mahasiswa loh ……. sampah gak tuh……
    jadi kalo ada yang mengatakan kalian SAMPAH, itulah saatnya intropeksi & refleksi, bukannya kebakaran jenggot (ntar mirip sampah lagi hahahahaaa) ………..boleh jadi sampah, tapi sampah yang berkualitas dong ….. hidup sampah-sampah yang berkualitas ……

  8. Zti says:

    All: Roy ini omong doang.. dia Temannya PR 3.. jadi mau provokasi..

    @Roy : Yang mana yg bukan kayak intelek yg mana intervensi jaman UR.. paparkan bukti nyata, jangan omong doang. Sok intelek sekali kau

  9. Roy says:

    @Zti: coba tanya anak LK, materi LDKM & LLKM dan penentu pembicaranya oleh siapa pada zaman UR dan masih banyak hal lainnya yang diatur oleh UR dulunya (dan ini menjadi budaya organisasi –maksudnya budaya ketergantungan pada WR/PR 3)…. saatnya intropeksi bukannya berkoar-koar (semua mahasiswa sudah tahu kok siapa orang-orang di LK hahahhahaha)………….
    Coba lihat LK sekarang kayak tidak tahu gaya berdiplomasi sebagai bagian dari sistem, yang dilakukan berkoar-koar lewat demo dan dunia maya kayak gini …. ini yang namanya Presideng (memiliki kekuasaan) tapi gaya berpikir dan bertindak sampah (tidak cocok menjadi contoh mahasiswa yang tidak/ belum ber-LK) …..

  10. andi dobleh says:

    yang pasti sih sekarang pr nya udah bukan umbu.. mo dulu umbu pernah masalah dengan lk, intervensi or apalah itu, bukan topic of interest. walau memang perlu dijadikan referensi pembelajaran.

    soal ngurus lk n siap do. itu urusan pribadi donk. orang tua juga orang tuanya dia sendiri. mo dia kasian pa gak, urusan dia sendiri.

    kalo soal pengabdian masy vs event pertunjukan. itu emang benar sih. hehehe. faktanya emang seperti itu. tapi kalo soal demo, nanti dulu. brapa kali dan berapa banyak anak lk yang pernah demo, soal apapun. sampai-sampai, setelah demo pr3 kemarin itu, ada anak lk yang membangga-banggakannya.

    @zti
    provokasi apaan si roy? baik2 aja omongannya kok.

  11. Slamet Haryono says:

    Menyedihkan 🙁

  12. lius says:

    Saya adalah alumni LK, Emang dulu ada nama2 yg diusulkan oleh Pak Umbu jd pembicara LDKM,” Pertimbangannya” merka sudah berpengalamn dan Kebanykan senior2 pimpinan LK yg msh di kampus. Tp klo LK pake nama lain, Pak Umbu tdk pernah nyoret2 bahkan hanya sktr 30 % saja nama2 yg diusulkan itu dipake. Termasuk Pak Yafet juga kami pernah panggil jd pembicara.

    Say sngt prihatin dengan apa yg dialami olh teman2 LK..

    Menurt sy ini bukan Soal UR ato Yafet, Tp Siapapun yg mau membunuh LK dn menicindari kewibawaan LK apalgi hanya untuk kepentingan kelompok yg berlagak ” demi mahasiswa” inilah yg harus dilawan LK..

    @
    Roy: Ini Om Roy ya?
    Sy pikir teman di Lk msh melkukan yg sewajrnya…
    Kok jd ikut2n PR3 sich klo mrka ini otaknya Sampah?

    Yg aneh Mnrt sy knpa Pak Umbu, Andre ketua SMU, yg juga adalah Senator UKSW, dn juga bebrpa Alumni Pimpinan LK yg dicoret degn alsn yg Tidak Jelas dan mash banyak yg lain, Bgmn tanggapan Om Roy?

  13. Indra says:

    @roy : UR menentukan pembicara LDKM & LLKM karena beliau adalah senior LK. dan tentunya dengan pertimbangan bahwa mereka adalh orang-orang yang berkompeten pada materi2 tertentu. bukan sembarangan asal caplok..bukan kaya si “SAMPAH” Yafet itu yang ikut-ikut menyiapkan calon Ketua BPMU dari salah satu fakultas di UKSW. dan hal-hal semacam ini sangat terlihat bahwa siapa saja orang-orang yang berada di balik Yafet.
    Yafet tidak berkerja sendirian..tapi ada orang berotak “busuk” di belakangnya. orang-orang yang merasa dirinya paling hebat di UKSW. sekumpulan orang-orang yang GILA JABATAN.

  14. Roy says:

    @lius: LK kenapa selalu minta pertimbangan pembicara di PR3, bukankan itu memberi diri untuk diintervensi, anda bisa mengatakan seperti itu padahal LDKM sering kali pembicara langsung ditentukan oleh UR, buktinya tanya sendiri di panitia LDKM, dan jawabannya pembicaranya sudah ditentukan oleh PR3 (UR)
    yang dilakukan LK tidak wajar, karena ada jalur yang dapat dilalui lebih elegan dan melalui sistem (kan LK juga senator). anda bisa bayangkan jika masalah rektor dan PR3 dilalui dengan demonstrasi yang dilakukan oleh Rektor, siapa yang kekanak-kanakan dan tidak mampu?? itulah posisi kalian sekarang …
    Loh karena diberikan kekuasaan oleh kalian untuk menentukan, makanya dicoret gak apa2 hahahhaa…(siapa suruh kalian berikan kekuasaan itu)… selain itu saya pikir PR3 pasti mencoret untuk alasan yang baik dan logis, toh orang2 yang dicoret memberikan materi sama dengan orang2 yang diusulkan oleh PR3 kan…jadi persoalannya bukan disitu (kalo disitu maka kalian sudah ditunggangi oleh mereka (UR, dll)) persoalannya adalah LK harus menunjukan eksistensinya setelah PLKR, bukannya persoalan sepele seperti itu yang diurus hahahhahahaa……

  15. Abner says:

    kembalikan 12 juta uang IKAMA untuk mahasiswa, bukan PR3 atau LK ….

  16. Ferdi says:

    Usulan dari Roy bagus juga….
    Buat gerakan reformasi di bidang keuangan LK aj, dimana semua dana keuangan LK jangan lagi di bawah naungan PR3 agar tak ada lagi celah untuk mengintervensi dan diintervensi.. Kalau dah gini kan sam-sama asyik.. Hahaha….

    Btw kalau ada usulan sprt ini PR III setuju tdk y ?Kata-kata apa lagi yang akan keluar dari mulutnya y ? *penuh harap dan cemas… dag dig dug dag dig dug duuuuerrrrr…..

  17. nico says:

    siapa yg salah siapa yg benar ???
    bersama majukan UKSW kita….kalau kalian masih mengangapnya punya “kita” bersama…….

  18. Mahasiswa Sampah says:

    melihat perkembangan diskusi, saya selaku mahasiswa ingin ikut bicara :
    1.intervensi sudah dilakukan sebelum dilakukannya pencoretan nama. coba cek masalah masalah ini dengan fung.LK terutama aras universitas.
    2. Intervensi dilakukan melalui anggaran. dana untuk kegiatan LK terancam tidak akan mendapat dana ketika tidak mengikuti KEHENDAK dari PR3.
    3.pencoretan nama dilakukan cuma karena dianggap tidak SEIDEOLOGI.
    4.para senior LK yang menyalahkan fung.saat ini janganlah merasa benar (terutama saya merasa roy adalah senior LK). coba pikirkan/tinjau kembali, bagaimana sistem pengkaderan yang kalian lakukan hingga LK saat ini bisa kalian nilai “LEMAH” …tolong perhatikan itu!!
    5.saya tidak bisa terima apabila mahasiswa di bilang sampah……..apabila ada yang merasa senior LK atau orang yang tidak bersetuju…..kenapa tidak datang dan berkata ini TIDAK BENAR……!!!!!apa cuma berani di forum seperti ini aja…..???apakah tidak berani mengahadap para mahasiswa????
    6.roy: jangan coba melihat atau membandingkan UR dan Y.R. itu pada masa yang berbeda…..1 hal yang pasti…dia melanggar batas dan wewenangnya……mau bukti????liat SK rektor tentang tugas dan wewenang pembantu rektor……..coba anda cek SPPM, terutama penjelasannya sesuai dengan laporan rektor dan pembantu rektor tahun 1984………itu yang harus dimengerti dan dipahami…itu belum semuanya……

  19. Alaska says:

    Sudah saatnya mahasiswa kuliah, bukannya jadi jadi elit …. HIDUP MAHASISWA … & say NO TO ELIT MAHASISWA

  20. Slamet Haryono says:

    Roy anda tega benar mengamini kalau mahasiswa sampah 🙂 aku prihatin kalo anda bilang begitu, bahkan lebih memprihatinkan dari YR sendiri yang mengatakan hal itu….

    Bisa anda bayangkan bagaimana perasaan orang tua mahasiswa kalau dikatakan sampah? atau anak sendiri dikatakan sampah?

    Biarpun anda katakan tindakan mahasiwa yang berdemo tidak intelek, tapi mereka adalah manusia, BUKAN SAMPAH.

    Saya jadi ingat beberapa waktu yang lalu sejumlah dosen UKSW berdemo. apakah mereka yang berdemo itu sampah juga? saya justru senang ada demo, itu minimal masih ada manusia yang punya hati untuk UKSW.

    Sebelum itu sejumlah mahasiswa dari Fakultas tertentu juga demo memprotes keberadaan pancuran air dari batu. Apakah mereka juga sampah? Tidak mereka adalah manusia, dan akhirnya batu itu disingkirkan….

    Tentu anda akan defend menganai cara, alasan, ataupun pemilihan waktu demo itu. Tidak usah beretorika. Biarlah demikian adanya teman2 muda yang sedang menuntut ilmu ini juga belajar cara-cara yang mungkin anda katakan tidak intelek itu….kalau memang benar itu tidak intelek, ya wajar mereka masih mahasiswa, masih banyak belajar. Tapi kalau sudah jadi pengajar sekaligus pejabat kok tidak bertutur kata dengan intelek juga, sangat disayangkan gelar akademis yang dibangga2kan itu.

    Apalah artinya pendidikan kalau tidak mampu memanusiakan manusia?

    Sebagai tambahan, seingat di jaman saya ber LK, Umbu tidak berani melakukan intervensi….kalau sampai itu terjadi, biar saya kenal baik saya juga akan saya sikat. Jika yang anda maksud dalam intervensi adalah mengenai kurikulum pola pengembangan kepemimpinan, saya dengan tegas mengatakan itu programnya LK, yang juga menjadi salah satu target dalam mencapai visi saya. Saya ada buktinya kalau anda membutuhkan.

    Membangun komunikasi antara PR III dan LK jangan langsung diartikan intervensi. Kalau mau diartikan itu intervensi, saya usulkan TIDAK PERLU LAGI ADA JABATAN PR III.

    Namun saya masih positif thinking, YR juga manusia, saya belum kenal baik dengan dia dan bisa jadi dia belajar dari pengalaman ini. Namun kalau dia tidak memanusiakan mahasiswa ya sangat disayangkan, dia dapat membeli nasi untuk kasih makan anak istrinya itu uang dari mana kalau bukan dari mahasiswa.

    Ya ampun, UKSW mau jadi apa? semoga bukan menjadi universitas kristen SAMPAH wacana.

    Maaf Roy, saya juga manusia. Mungkin juga saya terlalu berlebihan, semoga anda dan teman2 lain bisa memahaminya. Mari kita budayakan untuk saling memberi masukan, dan kritik yang membangun, karna begitulah SATYA WACANA.

    Salam hangat…..

    Slamet Haryono

    NB; Untuk demo dosen UKSW tahun 2009, bisa dibaca di
    http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=30370&Itemid=48

  21. si Kecthil says:

    @roy> satu pertanyaan sederhana adalah, kemana idealisme kita saat ini, ketika kita sadar bahwa apa yang terjadi di kampus saat ini secara tidak langsung telah berubah dari ideal UKSW yang sesungguhnya, dan ketika ada perjuangan untuk sebuah idelisme, mengapa malah dikutuki….??

    @alaska> ingat mahasiswa adalah agen pembawa perubahan, dan pastinya adalah mahasiswa adalah salah satu elit dari sekian sub unit…ingat, mahasiswa adalah agen yang elit, dan memiliki daya tawar yang tinggi, jika hanya berkuliah, apa yang bisa Anda lakukan setelah Anda lulus nanti…?? Renungkan itu……

  22. Alaska says:

    sudahlah jangan mimpi lagi mahasiswa membawa perubahan, sudah saatnya kita bertanggung jawab pada diri kita … dulu mahasiswa ketika kita masih sekolah, mahasiswa memang membawa perubahan, nah kita yang sekarang cuma ikut-ikutan (jadi jangan omong kosong dengan istilah tersebut) …. kalau memang mau membawa perubahan, kuliahlah yang benar & aplikasikan ilmu kita dengan memihak pada rakyat .. buktikan kita hadir untuk perubahan dengan totalitas, bukan lewat demo, bawa spanduk, berteriak2 didepan mikrofon, lalu pura2 membela masyarakat/ mahasiswa lainnya …… berhenti ikut-ikutan (ketika jadi mahasiswa demo – supaya dikatakan intelek; ketika jadi pejabat angkuh – biar dikatakan berwibawa; dan lainnya) … untuk itu sudah dikatakan sampah jangan lagi berteriak membela diri, buktikan bahwa mahasiswa bukan sampah (bukan dengan teriak2) …. ENGKO MAHASISWA, BUKTIKAN KALAU ENGKO BUKAN SAMPAH ….

  23. Alaska says:

    sudahlah jangan mimpi lagi mahasiswa membawa perubahan, sudah saatnya kita bertanggung jawab pada diri kita … dulu mahasiswa ketika kita masih sekolah, mahasiswa memang membawa perubahan, nah kita yang sekarang cuma ikut-ikutan (jadi jangan omong kosong dengan istilah tersebut) …. kalau memang mau membawa perubahan, kuliahlah yang benar & aplikasikan ilmu kita dengan memihak pada rakyat .. buktikan kita hadir untuk perubahan dengan totalitas, bukan lewat demo, bawa spanduk, berteriak2 didepan mikrofon, lalu pura2 membela masyarakat/ mahasiswa lainnya …… berhenti ikut-ikutan (ketika jadi mahasiswa demo – supaya dikatakan intelek; ketika jadi pejabat angkuh – biar dikatakan berwibawa; dan lainnya) … untuk itu sudah dikatakan sampah jangan lagi berteriak membela diri, buktikan bahwa mahasiswa bukan sampah (bukan dengan teriak2) …. ENGKO MAHASISWA, BUKTIKAN KALAU ENGKO BUKAN SAMPAH (saya juga akan buktikan) ….

  24. Askar says:

    Sudah saatnya berdialog dengan kepala dingin …. Hiduplah Garba Ilmiah Kita

  25. Iky says:

    @alaska> : Aku sangat tidak setuju dengan ulasanmu tentang sudah saatnya kita tidak ikut2an berteriak membelah mahasiswa.lu kalo mengerti betul bacaan diatas, itu sebenarnya bukan untuk membelah mahasiswa uksw pada umumnya tapi kita berteriak meminta apa yang menjadi hak kami, wong kami juga membayar setiap semester????menurutku, kamu salah satu “SAMPAH” yang paling busuk karena tidak mengerti hak lu diambil ma orang lain. lu setiap semester lakukan regis tidak perna kurang Rp.100 pun, tapi saat lu mau minta hak lu tidak diberikan sepenuhnya oleh UKSW. Contoh kecil: masih banyak dosen yang mengajar tidak full time dan contoh lain lagi: saat LK mau buat kegiatan untuk kepentingan mahasiswa, uang tidak diberi atau di pertanyakan dari pr3 karena alasannya ada perampingan dana yang kita tidak tau dirampingkan untuk apa??ditanyakan jawabannya tidak jelas…
    menurutku lu harus tau ini teman…..Apalagi sekarang dikalender akademik yang baru perkuliahan diselenggarakan 14minggu selama 3 semester, apa itu benar menurutmu???belum kalo ada libur-libur, dipotong 2 minggu untuk TTS dan TAS, ditambah lagi klo dosen g masuk????lu kuliah berapa minggu????? Aku harap kmu renungkan ini dan ubah cara pikir lu.

  26. mahasiswa sampah says:

    bertanggung jawab kepada diri sendiri adalah hal yang mutlak dan tidak perlu dipertanyakan lagi.sekarang kita berbicara dalam konteks situasi dari keberadaan lembaga, terutama lembaga yang seharusnya menjadi satu satunya saluran aspirasi mahasiswa (cek KUKM)….ketika kita membuat frame bahwa kita harus lebih berfokus cuma pada kuliah, sama saja mematikan “persekutuan” yang seharusnya tercipta di UKSW (cek VISI UKSW) yang bisa menciptakan pemimpin di masyrakat….ketika cuma ilmu yang didapat tanpa pengembangan kepribadian, apakah dapat tercapai VISI UKSW??
    dengan hanya menimba ilmu, hanya akan membuat mahasiswa terasing dari “hakekatnya sebagai mahasiswa”, dimana tidak cuma ilmu yang di harapkan, tetapi juga pengembangan kepribadian (dalam konteks UKSW khususnya, dan coba cek pidato Pak Noto tahun 1956)……kita tidak mungkin memberikan totalitas ilmu kepada masyarakt apabila hanya menjadi “robot ilmu” ………adanya frame yang demikianlah yang membuat “mahasiswa yang membawa perubahan” menjadi hilang entah kemana dan hanya ikut2an

    dan satu hal lagi, perlu anda perhatikan lagi, bahwa demo itu juga berasal dari intelektualitas (lihat sejarah pergerakan mahasiswa dan pergerakan sosial), asal jangan mengarah kepada yang sifatnya anarkis (saya tidak setuju dengan demo anarkis)…dan untuk yang demo kemarin ada informasi, bahwa baik dari teman-teman yang berdemo dan dari pihak LK sendiri memiliki kajian sehingga hal tersebut bisa dipertanggung jawabkan, tidak hanya sekedar “berteriak-teriak di depan mikrophone”…..
    dan yang pasti,tolong jelaskan yang anda maksudkan sebagai “pejabat angkuh”……..karena hal tersebut adalah statement yang tidak jelas……

  27. lius says:

    Beberpa hari di kampusng jdi kurang tahu perkembangan Satya Wacana

    @ Om Roy:
    Sy tdk membicarkan UR dn YR tp sy hanya mengomentari fakta2 yg ada dalam bebrpa Tulisan di SA mengnai KONDISI LK saat ini, yg kebetulan saat ini memang dijabat oleh YR..

    Sy udh blg di atas, PR3 mencoret nama dgn alsan tdk Seideolgi? “Lucu”. Orang2 yg dicoret itu adalh “Senator UKSW”, ketua SMU, Mantan PR3 dn bebrpa Alumni LK, alsn Logisnya dmn?
    Maslahnya memang bukan hanya masalh pencoretan pembicara, itu hanyalah salah satu, Coba liat ajalah dgn menyimak tulisn2 didlm SA ini scra objektif.

    Meminta pertimbgn ke PR3 dlm batas2 tertentu, itulah fugsi konsultatif, Klo tidk ada lg fungsi konsultatif, sekalian PR3 dihpus saja….ini bukan intervensi menurt sy. toh jug keptsan ada pada LK tidk dipaksakan.

    Sekali lg sy blg bhwa ini bukn Soal UR, YR atau R R yg lain, tp klo kondisi LK skrg sperti Fakta2 dlm tulisan ini, Itulah yg Sngat memprihatinkan buat sy sebgi alumni LK.

    @ Slamet: LIKE THIS,
    Mgkn otak2 dosen yg pernah demo adalah otak2 sampah juga, makanya mahsiswanya jadi Otak sampah…”Tp sy tetap tdk setuju klo disebut otak Sampah”

    Kita semua tentu ingin supaya Satya Wacana benar2 baik kembali, jadi klo memang ada diantara kita yang salah belajrlah untuk berjiwa besar dengan minta maaf dan siap menaggung konsekuensinya

    @ Alska:
    Hahaha, Klo mhswa tidk bs lg diandalkan untuk membawa perubahn, Ngpain Satya Wacana ada….???
    Sy kira Satya Wacana karena msh punya harapan pada mahsiswa…

    Damailah UKSW

  28. yoga says:

    kita lihat saja siapa yang lebih SAMPAH, mahasiswa atau yang bilang bahwa mahasiswa itu sampah? heheheh

    tapi sebagai mahasiswa uksw saya cuma mau usul sebaiknya kita semua saling mengintrospeksi diri, karena dengan mengintrospeksi diri kita akan tau dimana letak kesalahan kita dan tau apa yang harus kita lakukan

    Bravo UKSW…!!!

  29. mahasiswa sampah says:

    @roy…..
    maaf apabila saudara anda mengatakan demo itu tidak intelek….coba anda liat kebanyak senior LK yang bekerja di UKSW saat ini dulu tukang demo semua….rektor sekalipun….
    “selama ini sudah banyak diintervensi (dari zaman UR) sekarangnya baru sadar”…buktinya mana….?
    “gak ngurus kuliah & prestasi malah siap di DO, karena ngurus LK (kasian orang tua yang biayai”……saya jadi bertanya2…darimana anda tau soal DO….???
    “Coba lihat LK sekarang kayak tidak tahu gaya berdiplomasi sebagai bagian dari sistem, yang dilakukan berkoar-koar lewat demo dan dunia maya kayak gini …. ini yang namanya Presideng (memiliki kekuasaan) tapi gaya berpikir dan bertindak sampah (tidak cocok menjadi contoh mahasiswa yang tidak/ belum ber-LK)”…….memangnya anda tau apa soal diplomasi yang telah dilakukan oleh LK…..apakah cuma tau lewat mulut2 yang tidak bertanggung jawab?atau asal membuat pernyataan?

  30. junior says:

    wew……… rame yah ………..

  31. Tian says:

    Sejak pertama x masuk kuiah, kemudian sy juga menjadi bagian dalam LK, sampai sy lulus dari UKSW yg saya banggakan (semoga begitu seterusnya), selalu saja ada hal yang dipermasalahkan. Sebenarnya ada apa to???
    Tidak perlu mencari kambing hitam, menuduh, menjudge atau apapun itu siapa yg salah, tapi mencari tahu apa yang membuat suatu hal itu akan menjadi masalah…
    Kalau dari mahasiswa yg ada di LK misalnya, apakah memang mereka2 itu punya jiwa kepemimpinan? atau mereka memahami dengan betul bagaimana ttg berorganisasi itu? Contoh lain yg mungkin lebih sederhana, apakah para pengurus LK or panitia suatu kegiatan itu mudeng alur pencairan dana suatu proposal? (jangan sampai kasus yg menimpa bagian kerohanian diperiode yg dulu terulang lagi lo, hehehe)
    Dari para pejabat kampus misalnya, apa mereka punya jiwa pemimpin yg bisa jadi panutan mahasiswa UKSW? Jangan sampai LK dibilang sampah. Toh orang-orang LK adalahh mahasiswa. Kalau LK yg jadi bagian dari mahasiswa saja sudah dianggap sampah, berarti mahasiswa yg jumlahnya ribuan di UKSW itu sampah juga dunk? Wew, ironis. Kalau gitu gaji yang beliau terima itu berasal dari sampah-sampah di UKSW dunk? (wew, ya ampun… Maaf ya…)
    Dosen2 n para pegawai juga misale, nek dateng di kantor fakultas tu y mbok taw diri gt loh! Jam kantor jam 8 misalnya, jam 9 kok baru datang. Waktu istrahat jam 12, la kok baru mbalik kantor jam 1.30an, malah ada yg jam 2, aduh2…
    Kok jadi sak penake dewe to ini…

    Sedih lama2 liat universitas yg kubanggakan kayak gini…

    Yah, hanya bisa berharap semua bisa jd lebih baik…

    Sip dah…

    Maju terus y LK… Pertahankan apa yg benar! Bukan membenarkan yg tidak benar…

    Gud lak yow…

    Piece

  32. ody says:

    melu-melu . . . . . . .
    saya mau bertanya, apakah ketua smu dan bpmu itu sejajar sama rektor ? ( menurut JT ) karna saya tidak pernah baca, cuma denger dari senior2 LK dulu aja sich . . . . . . .
    jawaban cuma ada 2 . . .. YA dan TIDAK.

    jika YA :
    LK sebaiknya lebih berani dalam mengambil keputusan, sama PR3 kok takut. kalo kalian bilang YA, ya udah jalanin. tidak ada hak seorang PR3 memutuskan apa yg menjadi pertimbangan kalian. PR3 sebatas PEMBINA ( itu sich yg saya tau, maaf kalo salah ). sebagai PEMBINA, bukan berarti memutuskankan?
    nah oleh sebab itu . . . . . . penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. ehheehh

    jika TIDAK :
    berkoordinasilah dengan baik antara pr3 dan lk. mainkan loby2mu teman2. kalian kan suka duduk di BBNET. berdiskusi. cobalah untuk beradu argumen dengan lawan bicaramu. siapkan senjata sebelum bertempur. tapi satu hal yg perlu kalian pelajari adalah buatlah ” STRATEGI “.

    kalo cuma modalnya senjata, mulut, otak dll siap2 kalah di awal. tapi susunlah strategi agar usaha kalian sampai finish. kalo ngga hahahaha kebantai kawan.

    SEMANGAT LK UKSW

  33. ????? says:

    mana si Roy itu, kok menghilang…??? kayaknya takut karena dia kroni2nya YR….heh…jangan sok blagu, sok tau padahal juga mencari kesempatan dalam kesimpitan…wkwkwkwkwkkkk..
    kasian UKSW, ketika orang2nya seperti si Roy tak bertanggungjawab…saya ini tau persis perencanaan sampai penyususnan konsep saya terlibat…loh kok akhirnya di bilang sampah, siapa sebenarnya sampah?? mahasiswa ato mereka (yang bilang sampah)..wah ironis banget kalo sudah begini, janganlah terjadi hal2 seperti ini selanjutnya, dan ketika berkomenhtar bacalah apa yang termuat dalam berita ini, jangan asal menggunakan “cocot”…
    saya sangat sedih ketika mendengan aksi teman2 mahasiswa di kecam dengan kata “sampah”…kalo demikian, berarti Roy dan teman2nya Sampah….

    salam perdamaian kawan….
    semoga anda bahagia menjadi sampah….
    GBU….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *