Sudhamek Hadiri Wisuda UKSW

Browse By

Akan membaktikan ilmu dan kepandaian saya,
demi kesejahteraan Bangsa, Negara, dan Umat Manusia
Akan menjunjung tinggi nama baik Satya Wacana,
melalui pekerjaan dan perbuatan-perbuatan saya,dimanapun saya berada.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati dan mengukuhkan janji saya

***

Janji Winisuda di atas dibacakan pada saat acara Pengukuhan Winisuda UKSW Periode I Tahun 2010, pada Rapat Terbuka Senat Universitas yang digelar Sabtu, 17 Juli 2010 di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana. Perhelatan wisuda kali ini berhasil meluluskan 737 orang wisudawan yang terdiri dari 53 lulusan program Diploma, 646 lulusan Program strata 1, dan 38 lulusan Program Strata 2.

Dalam acara tersebut, ada sambutan dari alumni UKSW, yaitu Sudhamek, SE SH. Alumni FE UKSW 1981 dan FH UKSW 1982 ini sekarang bekerja sebagai CEO Garuda Food Grup. Dalam sambutannya disampaikan bahwa wisuda bukan merupakan langkah terakhir, melainkan langkah awal meniti karir.

Untuk mendapatkan kesuksesan dalam dunia kerja, mereka harus bersaing dalam hal kompetensi diri. Tidak hanya hardskill tapi juga softskill. Kedua hal tersebut dapat dibangun pada saat masa-masa kuliah. Universitas merupakan tempat untuk membangun karakter, dan kompetensi yang berupa skill dan value. Tidak harus di meja perkuliahan, tapi softskill dan hardskill dapat diasah dan dikembangkan melalui UKM-UKM yang ada di universitas, kepanitiaan, ataupun seminar. Demikian menurut Sudhamek.

Periode ini juga menghasilkan 4 lulusan terbaik, yaitu Feni Ratna Sari, SE dengan IPK 3.90 dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Alfiyanus Shaf’ar, Amd dengan IPK 3.70 dari Program Profesional Teknik Informatika, Herlina Dwi Ana Susanti, S.Psi dengan IPK 3,91 dari Fakultas Psikologi dan Etti Hartiwi, M.Si dengan IPK 3.91 dari Program Pascasarjana Magister Biologi.

2 thoughts on “Sudhamek Hadiri Wisuda UKSW”

  1. Kirim SMS Gratis says:

    Betul itu janji winisuda harus diresapi & diaplikasikan di kehidupan nyata.

  2. Timotius Setiawan says:

    Mereka adalah ‘anak-anak’ yang dilepas oleh ‘orang tuanya’ untuk mengembara.
    Sekantong bekal telah mereka bawa. Di dalamnya ada pengetahuan, ketrampilan, sikap dan jati diri.
    “Tuhan, sertai mereka sampai di tempat tujuannya?” kata ‘orang tuanya’ dalam hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *