Virus Laten Korupsi

Browse By

“Yang paling susah itu mencari hakim yang berkualitas dan berkomitmen bagus, daripada membangun sistem peradilannya” ujar Donal Fariz.

Donal menjadi pembicara dalam sebuah seminar yang diselenggarakan LTC (Language Training Center) pada 4 Agustus 2010 di lantai 6 gedung perpustakaan universitas. Seminar dimulai pukul 11.30 WIB dengan moderator Ashley Arzy, seorang peserta COTIM 2010 dari Ohio University.

Tema yang diusung seminar ini adalah ‘Korupsi di Indonesia’, terbuka bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Tak kurang dari 20 peserta mengikuti seminar yang digelar di ruang Theater LTC.

Donal Fariz adalah lulusan Universitas Andalas sekarang menjadi peneliti hukum di Indonesia Corruption Watch (ICW). Ia menjelaskan aspek pemberantasan korupsi di Indonesia dengan memulai penjabaran indeks korupsi Indonesia yang masih berada pada titik 2,8 pada tahun 2009, titik yang masih jauh dari angka 8 (titik standar negara dikatakan bersih).

Berdasarkan data Global Corruption Barometer (GCB) 2005-2008– TI Indonesia–¬merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang memfokuskan diri melawan korupsi, dipaparkan parlemen mendapat peringkat pertama tahun 2008 untuk institusi potensial korup. “Hal ini salah satunya disebabkan pada masa pemilu dimana mereka aktif mencari dana sehingga potensial korup” ucap Donal.

Ia juga menjelaskan sembilan area dalam lingkaran mafia meliputi mafia peradilan, korupsi, pajak dan bea cukai, kehutanan, tambang dan energi, narkoba, tanah, perbankan dan pasar modal, dan perikanan. “Setiap menit, hutan seluas delapan kali lapangan sepak bola di Indonesia ini habis. Sebenarnya ini menjadi salah satu dari 13 modus korupsi”.

Kenyataan yang sering dihadapi adalah, penegak hukum secara struktural berada di bawah pemerintah sehingga sulit untuk memasuki wilayah pemerintah karena adanya tekanan politis. Bagi lembaga independen seperti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pun tak luput dari kesulitan, tergambar dari kasus Cicak vs Buaya.

Seminar berakhir pada pukul 13.00 WIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *