KKR 2010

Browse By

Campus Ministry (CM) UKSW menyelengarakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) 2010, pada Senin, 23 Agustus 2010 di Balairung Universitas. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka penyambutan mahasiswa baru.

10 thoughts on “KKR 2010”

  1. Dominggus Andreas says:

    Kebaktian Kebangunan Rohani yang dilakukan oleh Kampus Ministry untuk menyambut mahasiswa baru memang baik untuk dilakukan…….. namanya juga acara untuk membangun rohani mahsaiswa baru dan juga tidak menutup mahasiswa lama…..tapi yang harus dicermati ialah jangan lupakan gereja-gereja pendukung UKSW dalam acara ini……GBUs

  2. Remuz says:

    Iya, yang penting sifatnya interdenominasi aja…hehehehehe

  3. remy len tuhuteru says:

    Sebaiknay KKR ini rutin …mmg saatnya UKSW ini sdh harus kembali ke khittahnya semula . back to Biblde.
    Sebagai alumni saya melihat, seharusnya UKSW ini mewarnai “prilakunya” dengan prilaku kristiani , hal ini bukan asal bicara …saya melihat sekarang bahwa Kekristenan di UIKSW ini mungkin sdh memudar…UKSW harus kembali…KKR boleh tapi bukan sekedar KKR yann paling penting berusahalah Tancapkan Firman sebagai tonggalk motivasi dan pelayanan UKSW dalam berprilaku sehari-hari….sehingga ketika UKSW memiliki karakter Kristus dalam kesharian aktivitas covuitasd academicanya baik dari jajaran rektoriat , dosen , karyawan dan mahasiswa , kita akan lihat Universitas ini akan memliki dampak pelayanan bukan hanya pendidikan gereja tapi juga untuk masyarakat luas….saya tidak bermaksud bahwa UKSW ini jadfi seperti pesantrem, sama sekali tidak …tapi minimal sebagai sebuah lembaga pendidikan yang meletakan label Kekristenan hrendaklah terpancar dalam prilaku kesehari-hariannya….yakni ada pencerminan karakter Kristus didalamnya…itu yang saya amati UKSW saat sekarang ini, karena saya mmg secara berkala sering ke Salatiga… demikian ulasan singgkat ini…Tuhan Yesus memberkati UKSW.

  4. martha says:

    mang benar satya harus kembali lg pada habitatnya semula seperti motto yg menjadi pedoman satya yaitu takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan………………..danbukan saatnya lg disini kita berbicara gereja pendukung atau denominasi tp yg harus kita tegakan n kita ceritakan dikampus ini adalah nama YESUS bkn gerejanya!!!!!

  5. junior says:

    lentera kasih boleh juga thu…
    sering2 aja dipake untuk kegiatan kampus

  6. heba rotua says:

    Ada yang punya kegiatan/acara kristen/katolik ga?? yg didokumntasiin berupa video??

    kita bisa sama2 melayani melalui jalur media.

    saya sekarang bekerja di LIFE Channel Indovision, yg menayangkan 100% tayangan rohani Nasrani.

    hub email saya di hrsidabutar@indovision.tv

    Bless you 🙂

  7. Dominggus Andreas says:

    @Martha: saya setuju UKSW harus kembali ke “Habitatnya”..
    tapi jangan lupakan Gereja Pendukung UKSW……. baru nama YESUS akan ditegakkan…..
    UKSW di dukung oleh Gereja Pendukung…. saya kira apapun yang terjadi di UKSW kita tidak akan pernah lepas dari gereja pendukung….

    bedakan GEREJA PENDUKUNG dengan DENOMINASI…..

  8. Dominggus Andreas says:

    @remy len tuhuteru: SAYA SEPAKAT BAHWA SEBAGAI KAMPUS YANG BERLATAR BELAKANG KRISTIANI, KITA HARUS SETIA TERHADAP FIRMAN TUHAN DAN ITU DIEKSPRESIKAN LEWAT TINGKAH LAKU SELURUH CIVITAS AKADEMIKA UKSW. tetapi jangan sampai makna SETIA KEPADA FIRMAN TUHAN dipersempit degan istilah Back to The BIBLE…..thanks.

  9. watty says:

    setujuh,,,
    sebaiknya KKR Bukan cuma dilaksanakan dalam rangka menyambut mahasiswa 2010 aja….
    sering-sering dilaksanakan sebagai kegiatan kmpus malah lebih bagus

  10. christa says:

    @Dominggus Andreas: setahuku pengkhotbah pada KKR 2009 adalah Pdt. GKMI Jakarta, alumni fakultas teologi UKSW. Sayang bila kamu sebagai seorang alumni fakultas Teologi tidak mengenal Kakak – Kakakmu. Sedangkan pengkhotbah pada KKR 2010 adalah sekretaris umum Sinode GIA – Semarang. Bukankah kedua sinode gereja tersebut termasuk gereja pendiri/pendukung UKSW? Sayang sekali, bila sebagai mantan fungsionaris LKF dan LKU, Anda tidak mengenal dan menghafal 18 sinode gereja pendiri/pendukung UKSW. Jangan – jangan saudara tidak tahu bahwa Gereja Isa Almasih termasuk sebagai sinode gereja pendukung UKSW? Semoga saudara merasa perlu mengingatkan kembali panitia bukan karena saudara lupa akan 18 sinode gereja pendiri & pendukung UKSW.
    @Dominggus Andreas: apakah maksud Anda dengan mengatakan “bedakan GEREJA PENDUKUNG dengan DENOMINASI?” Mengertikah Anda, apakah arti kata denominasi, termasuk frase “denominasi gereja”? Saya ajak Saudara untuk belajar lagi… silahkan pelajar di Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_denominasi_Kristen_menurut_jumlah_anggota), atau di buku – buku sejarah gereja yang ada. Sayang sekali bila sebagai seorang yang bergelar S.Si.Teol (Sarjana Sains Teologi) saudara awam di dalam hal ini. Tahukah Anda kalau di dalam aliran protestan itu ada banyak sekali denominasi gereja? Tahukah Anda kalau Calvinisme (seperti GPIB dan GKJ) dan Luteranisme (seperti HKBP) termasuk dua denominasi di dalam aliran protestan? Yang lebih parah lagi, sadarkah Saudara bahwa di antara 18 sinode gereja Pendukung UKSW ada denominasi Anabaptis, yang menolak baptisan anak (seperti GKMI dan GITJ) sehingga dalam sejarah gereja kelompok ini mengalami penganiayaan/pembunuhan dari kelompok Calvinis? Sadarkah juga Saudara kalau gereja/sinode GIA itu beraliran PENTAKOSTA-KHARISMATIK? Jadi UKSW itu bukan hanya “bhinneka tunggal ika” dalam aspek suku, tetapi juga dalam aspek denominasi gereja, sejak awal kampus ini berdiri? Sayang sekali bila saudara tidak mengetahui sama sekali hal – hal di atas. Apakah ini akibat dari pendidikan teologi berat sebelah, yang hanya melihat kebenaran satu pihak saja? Bukankah ini salah satu ciri sikap eksklusifisme? Lalu, apa bedanya Saudara dengan kaum fundamentalis?
    @Dominggus Andreas: BTW, sejak awal tanggapanmu, saya sekali saya tidak melihat Saudara memakai istilah gereja PENDIRI, sebab Saudara selalu memakai istilah gereja PENDUKUNG. Sebagai mahasiswa yang baru masuk tahun 2000an, tahukah kamu di dalam sejarah awal berdirinya UKSW ada yang disebut gereja PENDIRI. Barulah pasca kerusuhan UKSW di tahun 90-an, istilah gereja PENDIRI tidak dipakai lagi (sengaja dihilangkan?). Sekalipun sekarang istilah gereja PENDIRI tidak digunakan lagi, dan secara kedudukan gereja PENDIRI dan gereja – gereja PENDUKUNG itu sama saja, tetapi yang namanya sejarah, ya tetap sejarah! Atau sesuatu yang sudah terjadi tidak bisa ulang lagi, dan memang sudah seharusnya tetap tercatat di dalam lembaran sejarah UKSW. Sayang sekali, bila Anda tidak mengetahui hal di atas. Apakah ini akibat dari sejarah UKSW yang ditulis ulang oleh pihak tertentu saja? Saya menyarankan Saudara belajar ulang ke perpustakaan UKSW dengan membaca buku – buku sejarah berdirinya UKSW yang pernah ditulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *