Jemuran Speakfotoisme: Pameran Tunggal Anthony Tumimomor

Browse By

Seorang pengunjung pameran Jemuran Speakfotoisme sedang melihat foto karya Anthony Tumimomor. Ada 80 foto yang ditampilkan dalam pameran ini. {Foto oleh Lidya Annisa Widyastuti}

Seorang pengunjung pameran Jemuran Speakfotoisme sedang melihat foto karya Anthony Tumimomor. Ada 80 foto yang ditampilkan dalam pameran ini. {Foto oleh Lidya Annisa Widyastuti}

Sebuah pameran foto digelar sepanjang taman samping Balairung UKSW sejak Selasa, 5 Oktober 2010. Ada yang unik dalam pameran ini: foto-foto pameran digantung dengan jepitan baju pada seutas tali panjang, layaknya jemuran pakaian. Inilah pameran tunggal Speakfotoisme karya Anthony Tumimomor, staf pengajar Fakultas Teknologi Informasi.

“Jemuran Speakfotoisme” ingin menyampaikan sebuah kesederhanaan. “Kebanyakan sekarang orang lebih suka mengeringkan pakaian dengan mesin, padahal menjemur di bawah sinar matahari sebenarnya justru lebih baik; cara yang natural dan sederhana ini tidak akan merusak pakaian,” jelas Anthony. Kesederhanaan ini juga sesuai dengan Speakfotoisme dalam foto-foto yang ia pamerkan. Foto-foto tersebut secara sederhana menyampaikan pesan yang berbeda-beda, tergantung pemirsanya.

Sebenarnya apa Speakfotoisme itu sendiri? Mungkin, jika diartikan secara sederharna, Speakfotoisme adalah “foto yang berbicara”. Bagaimana sebuah potret dapat “berbicara” kepada kita tanpa benar-benar bicara? Itulah keunggulan Speakfotoisme yang mampu menyampaikan pesannya tanpa bantuan caption.

Dalam salah satu foto yang dipamerkan, tampak seorang laki-laki tua dengan ban-ban roda motor yang ia panggul dengan ekspresi muka datar tanpa senyum. Akan tetapi, jika kita perhatikan sorot matanya, mungkin akan tersirat banyak hal seperti ketegaran, kepuasan, kepasrahan, keteguhan hati, atau hal-hal lain, tergantung pemirsanya. Potret laki-laki tua itu berjudul “Menjalani Roda Kehidupan”.

Foto lain yang mungkin tampak sederhana tetapi merangsang kita untuk berpikir adalah potret sebuah kawat berkarat. Dalam foto tersebut tampak kawat spiral yang telah berkarat dengan fokus foto di tengah. Foto tersebut berjudul “Fokus Untuk Saat Ini”. Bagi Anthony, pesan foto ini adalah kita mesti fokus menjalani apa yang ada dalam hidup kita saat ini, karena masa lalu dan masa depan sudah dan masih menjadi bayang-bayang hidup.

Bagi Anthony, foto yang dapat berbicara adalah foto yang tidak memerlukan penerjemah dalam pemberitaan lintas negara atau lintas strata sosial. Foto tersebut juga harus membangkitkan respon perasaan manusia lewat pancaindera, dimana penglihatan sekilas mengenai pikiran dan perasaan lebih cepat daripada membaca.

Sebanyak 80 foto yang dipamerkan pada Jemuran Speakfotoisme ini dimuat dalam 20 eksemplar contoh buku foto yang akan diajukan ke penerbit. Buku tersebut juga dimuat dalam bentuk elektronik dalam 200 keping CD. Pengunjung yang datang selama pameran berlangsung bisa mendapatkan CD dan stiker Speakfotoisme gratis. Pameran tunggal Anthony Tumimomor masih akan berlangsung hingga 7 Oktober 2010.

6 thoughts on “Jemuran Speakfotoisme: Pameran Tunggal Anthony Tumimomor”

  1. Speaker of The Photos says:

    Awesome pak dosen… foto-foto itu tak pernah bersuara….
    tapi mereka menyuarakan banyak hal….

    Kerap kali manusia memiliki suara, namun tak pernah bersuara….
    Kiranya kita bisa belajar dari suara-suara tak bersuara itu….
    Keep Taking a pictures….

    NB: Moga pohon2nya tdk dipaku, karena kshn andai mereka punya suara pasti akan berteriak…. ^^

  2. anthony says:

    terima kasih atas doa dan dukungannya sehingga pamerannya dapat dilaksanakan sesuai harapan bahkan lebih.

    untuk pohon saya tidak paku, hanya saya minta bantuan menggikat sebentar di badan si pohon sehingga tidak “melukainya”.. tapi maaf mungkin “dia” akan sedikit kesakitan karna saya menusukan pines kecil untuk Quote. dan untungnya “luka” itu tidak membekas..
    wokehhh salam fotografi

  3. Izak Lattu says:

    Anthony, selamat yah. Ikut senang…bisakah ditaruh beberapa foto di Scientiarum dan beberapa foto situasi ketika sedang pameran supaya kami yang sendang tidak di Salatiga bisa lihat.

    Untuk teman2 Scientiarum, menurutku kalo berita pemeran kayak gini hard news-nya perlu didampingin berita foto supaya tulisan teman2 lebih hidup.
    Ok. Hiduplah Garba Ilmiah Kita

  4. Satria Anandita says:

    Kak Chaken,

    Trims atas masukannya. Foto telah ditambahkan. Untuk foto-foto Anthony bisa dilihat di FB pada link ini: http://www.facebook.com/album.php?aid=2025634&id=1052570614.

    Lebih puas lagi kalo nonton langsung di Salatiga. :))

  5. Jessica Permatasari says:

    Seandainya aku bisa ke Salatiga waktu ada pameran itu.. >.<

    A picture can say hundred thousand words.. ^^,

  6. kingkin says:

    slamat wat anthony,,
    good job!!
    ^^)b

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *