FLearn: Fasilitas Rp 0 yang Belum Maksimal

Browse By

Flexible Learning atau yang sering disebut FLearn adalah fasilitas penunjang belajar dalam jaringan (online) yang dimiliki UKSW. Fasilitas ini mulai dibangun pada tahun 2007, namun hingga saat ini belum digunakan secara maksimal oleh dosen maupun mahasiswa.

FLearn merupakan fasilitas Rp 0 di universitas karena pengadaannya dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah. Dengan menggunakan perangkat lunak gratisan, Bistek FTI UKSW mencoba mendesain ulang situs ini menjadi semenarik mungkin sehingga tidak membosankan bagi pemakainya. Sosialisasi terhadap dosen sudah dua kali digelar, namun minat dosen untuk menggunakannya masih rendah. Jika masuk ke situs tersebut, dapat dilihat isinya masih sedikit. Hanya beberapa fakultas saja yang aktif menggunakannya seperti Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Program Studi PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Ilmu Kesehatan.

Belum menjadi polis
FLearn menjadi fasilitas yang “sekadar punya” karena tingkat pemanfaatannya masih tergolong rendah, walau akhir-akhir ini penggunaannya meningkat. Menurut pengasuh FLearn Paulus Nindito Adi, rendahnya penggunaan FLearn dipicu karena sistem pembelajaran online belum menjadi polis di UKSW, sehingga pemanfaatannya tidak berpengaruh bagi sistem pembelajaran.

Sosialisasi FLearn semakin digiatkan pada tahun ajaran baru kali ini. Dengan memberikan panduan-panduan kepada mahasiswa baru saat orientasi, diharapkan ada peningkatan minat untuk menggunakan fasilitas ini.

FLearn memiliki berbagai kelebihan, seperti fleksibilitas. Karena ini adalah sistem daring, mahasiswa dapat belajar di mana saja, kapan saja, selama mereka terkoneksi dengan internet. Selain itu, mereka juga dapat belajar tentang matakuliah yang tidak dibuka pada semester itu. Cara menggunakannya pun relatif mudah. Dari situs resmi UKSW, pengguna dapat langsung mengklik tautan FLearn, kemudian pilih fakultas yang sudah tertera dalam jadwal. Setelah itu pilih nama matakuliah. Untuk mendapatkan materi-materi yang ada, kita harus menjadi anggota. Masukkan PIN dan kata sandi berupa nomor induk mahasiswa dan kata sandi SIASAT, dan kita sudah dapat menjadi anggota kelas tersebut.

Gunakan pada semua matakuliah
FIK berencana untuk memanfaatkan dan mengembangkan proses belajar berbasis layanan daring ini. Dengan FLearn, mahasiswa tidak terpaku pada pertemuan di kelas. Materi-materi yang disajikan dapat menjadi suplemen untuk melengkapi tatap muka.

Saat ini FIK sedang mulai mempersiapkan materinya. Sosialisasi telah dilakukan pada setiap pertemuan rapat. Pada awalnya muncul keraguan dari beberapa staf untuk mengunakannya karena materi mereka belum lengkap untuk diunggah. Oleh karena itu, materi yang sudah diunggah direvisi dari waktu ke waktu.

Dosen FIK Budhi Prasetyo mengungkapkan, “FLearn dapat menolong mahasiswa untuk belajar secara terstruktur dan mandiri, untuk melengkapi pertemuan tatap muka.” Ia juga tidak melihat adanya kekuatiran atas adanya penyalahgunaan fasilitas ini karena FLearn hanya bisa diakses orang-orang tertentu.

Budhi juga mengaku sering menggunakan FLearn untuk tes daring (online test). Dengan tes daring, ia mendapat jawaban-jawaban yang orisinal dari mahasiswa. Peserta tes juga dapat mengerjakan soal di mana saja dengan suasanya yang nyaman. Untuk menghindari kecurangan, tes daring dapat menerapkan soal yang berbeda bagi setiap perserta. “Saya berharap FLearn dapat dimanfaatkan secara optimal, karena sangat menguntungkan,” pungkasnya.

6 thoughts on “FLearn: Fasilitas Rp 0 yang Belum Maksimal”

  1. Candra (FBS'08) says:

    untuk informasi tambahan : FBS (Fakultas Bahasa dan Sastra) juga salah satu fakultas yang aktif menggunakan FLearn , ada 24 mata kuliah FBS yang tergabung dalam FLearn.

    Dari pengalaman pribadi saya, saya telah menggunakan Flearn sejak semester 2 tahun ajaran 2008/2009 pada mata kuliah Writing,dan ada 2 mata kuliah (Inres dan Academic Listening) yang saya ambil di semester 5 ini, menurut saya Flearn memiliki kelebihan yaitu sistem pengajaran menjadi lebih efesien dengan memanfaatkan tekhnologi yang ada ,akan tetapi Flearn juga memiliki kekurangan yaitu jika server website Flearn down, maka kami sebagai mahasiswa yang menggunakan fasilitas FLearn tidak bisa mengaksesnya, seperti contoh seminggu yang lalu ketika Flearn sedang dalam perbaikan beberapa teman saya tida bisa mengakses Flearn, sehingga mereka tidak bisa mengerjakan kuis dari mata kuliah yang menggunakan fasilitas FLearn. Kabar baiknya sekarng ini Flearn sudah bisa di akses kembali , semoga FLearn tetap bisa memberikan pelayanan yang maksimal dan tidak down lagi…amiin

    Untuk persoalan test online , berdasarkan pengalaman saya yang mengikui test online di Flearn, dosen mata kuliah yang saya ambil menggunakan metode limited time and different questions for each student ( waktu terbatas dan beda pertanyaan untuk tiap mahasiswa),,,sehingga tidak akan ada kesempatan bagi mahasisiwa untuk berbuat curang, sebagai contohnya :seminggu yang lalu ada “quiz” mata kuliah InRes (Introduction to Research) ..dan waktu yang diberikan kepada mahasiswa untuk mengerjakan “quiz” tersebut adalah 11 menit untuk 10 pertanyaan, jadi setiap pertanyaan 1 soal=1menit, bisa di bayangkan tidak mungkin ada kesempatan untuk menyontek, dan ini metode yang sangat bagus 😀

    sukses selalu untuk FLearn 😀

  2. Fredrik Ndjurumana says:

    Pertama :
    Saya mengucapkan terima kasih atas dimuatnya tulisan ini oleh Scientiarum. Tulisan ini juga merupakan suatu apresiasi bagi rekan2 dosen dan mahasiswa yang selama ini secara aktif menggunakan fasilitas ini (karena merekalah Flexible Learning dapat menjadi salah satu nominator finalis e-Learning Awards tahun 2009). Kami berharap dengan munculnya tulisan ini, dapat menggugah civitas akadmika UKSW agar pemanfaatan fasilitas ini bisa lebih optimal.

    Selanjutnya kami mohon maaf kepada seluruh pengguna Flexible Learning atas gangguan yang terjadi beberapa minggu yang lalu, sehingga dengan sangat terpaksa server Flexible Learning harus “down” untuk waktu yang cukup lama pada waktu yang tidak tepat. Saat ini Flexible Learning telah dapat diakses kembali.

    Kedua :
    Ada ralat pada tulisan ini : Pengelolaan, maintenance dan re-design Flexible Learning bukan dilakukan oleh BISTEK FTI UKSW, tetapi oleh Biro Teknologi dan Sistem Informasi UKSW.

    Salam

  3. Satria Anandita says:

    Mas Edi (Fredrik Ndjurumana),

    Terimakasih buat ralatnya. Kami mohon maaf atas kekeliruan ini.

    Salam.

  4. Jessica Permatasari says:

    Pertanyaannya: apakah sebenarnya semua dosen UKSW sudah bisa menggunakan komputer (dalam kasus ini internet) dengan sebaik mungkin? Ataukah masih ada dosen yang TBC (Tidak Bisa Computer)?

    Tapi untuk FBS (saya lulusan FBS), sebagian besar dosen memang sudah memanfaatkan F-Learn.
    Sangat mudah mengaksesnya (kalau tidak down), dan pembelajaran pun menjadi lebih flexible.

    Sukses utuk pengembangan tekhnologi di UKSW, juga untuk Scientiarum.

    Btw, I miss Scientiarum crew..>.<

  5. Golongan Karya says:

    @Jessica : Kayanya mash ada yg TBC deh.
    Tapi saya harap lama2 yang TBC ini mulai belajar komputer & menggunakan flearn.

  6. retno prasetyani says:

    menrut saya penggunaan flearn harusnya sangat membantu mahasiswa, tetapi pada kenyataannya flearn sering sekali down sehingga sangat merugikan mahasiswa yg harus mengerjakan test melalui flearn atau mengumpulkan tgs melalui flearn. fyi, fakultas saya FBS menggunakan flearn untuk sebagian besar mata kuliah.
    saya sangat berharap flearn meningkatkan mutu nya sehingga tidak merugikan mahasiswanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *