Pembangunan Kampus Blotongan Masuk Tahap AMDAL

Browse By

Salah satu pemandangan dari lokasi pembangunan kampus baru UKSW di daerah Blotongan. {Foto oleh Great Erick Kaumbur}

Salah satu pemandangan dari lokasi pembangunan kampus baru UKSW di daerah Blotongan. {Foto oleh Great Erick Kaumbur}

UKSW akan punya kampus baru. Rektor John Titaley mengatakan bahwa kampus Diponegoro sudah sesak. “Menurut peraturan Dikti luas kampus diukur dengan populasi mahasiswa. Satu mahasiswa membutuhkan 25 meter persegi. Jadi kalau kita punya 12 ribu mahasiswa berarti kita butuh sekitar 30 hektar, sedangkan luas kampus yang sekarang cuma 6-7 hektar untuk 12 ribu mahasiswa,” ujar John.

Kampus baru tersebut akan dibangun di Blotongan. Lokasinya sejuk dan memiliki pemandangan indah yang menghadap Rawa Pening. John Titaley mengatakan bahwa pembangunan tersebut masih pada tahap AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

Koordinator tim AMDAL adalah Sucahyo, dosen Fakultas Biologi. Sucahyo mengatakan bahwa AMDAL belum dimulai karena timnya belum terbentuk. Salah satu kendala dalam pembentukan tim adalah sulitnya menemukan orang di Satya Wacana yang memiliki sertifikasi AMDAL. “Koordinator dan subkoordinator harus punya sertifikasi AMDAL. Kalau anggota bisa siapa saja,” kata Sucahyo.

Sebelumnya UKSW telah mengadakan sosialisasi rencana pembangunan kepada warga sekitar di kantor Kelurahan Blotongan. Sosialisasi juga dilancarkan lewat pengumuman di harian Suara Merdeka. Selain itu, Sucahyo telah mengusulkan agar diadakan sosialisasi kedua menyangkut pelaksanaan AMDAL. Hal ini berhubungan dengan perizinan pembangunan kampus baru nantinya.

Lahan yang telah dikepras di Blotongan berluas sekitar 20 hektar. Kampus baru UKSW akan menempati lahan seluas 12 hektar. Lahan seluas 20 hektar tersebut awalnya adalah milik warga sekitar yang dibeli seorang pengusaha Salatiga sejak tahun 1995 hingga sekarang.

Menurut Kalim, salah satu warga Blotongan, masyarakat telah mengetahui bahwa UKSW akan membangun kampus baru di situ dari sosialisasi UKSW dengan para tokoh masyarakat, RW, serta RT beberapa bulan lalu, yang kemudian dilanjutkan dengan pengeprasan lahan.

30 thoughts on “Pembangunan Kampus Blotongan Masuk Tahap AMDAL”

  1. Pingback: Calon Kampus Blotongan | Scientiarum
  2. Trackback: Calon Kampus Blotongan | Scientiarum
  3. Partai Golkar says:

    Salut buat UKSW yang mau melebarkan sayap nya 🙂

  4. Blotongannisme says:

    nanti saya boking lahannya 4×4 aja….
    kan saya sudah bayarrrr….. hehehheheheheeee

  5. JURISTYA KURNIAWAN says:

    Pembanguna kampus yang baru harus berwawasan lingkungan,banyak sekali kampus yang lama tidak berwawasan lingkungan.HIJAU HIJAU HIJAU HIJAU HIJAU.

  6. nabi palsu says:

    muantaps…ntar cucu aku tak suru jadi mahasiswa UKSW…..hehehe salut 4 UKSW…laksanakan!!!!!

  7. nabi palsu says:

    oh iya…pembangunan harus di rencanakan baik2… orang2 yang akan bertanggungjawabpun harus dicermati…. jangan sampai ada KORUPSI didalam pembangunan kampus 2 ini…jg sampai jadi ladang basah buat koruptor…saya berdoa!!

  8. wong blotongan says:

    yang pasti jangan sampai membawa dampak buruk bagi lingkungan sekitar…
    sudah banyak pohon yang ditebang, dan daerah itu menjadi gundul…
    (kan angkatan mahasiswa 2010 mempunyai motto GO GREEN, sangat berbanding terbalik)
    yang bisa menyebabkan pengurangan penyerapan air disaat hujan…
    ingat, lahan itu ada di atas bukit, jadi yang pasti kalau hujan air bakal turun ke bawah bukit (ya jelas, prinsip aliran air kan dari atas ke bawah)

    kalau tidak memikirkan aliran air, maka daerah bawah dari lahan itu (tempat tinggal saya) bisa banjir… parahnya lagi bisa longsor…

    kalau dampak positif ya rumah saya kalau dijual bisa mahal…
    saya bisa bikin kost2an, warung makan, ada burjo moro artos juga mungkin…

    ya yang pasti UKSW maju, kota slatiga jadi lebih ramai, tapi ingat dampak2 negatifnya ya

  9. ronald says:

    Selamat buat KSW. Kiranya Tuhan terus menuntun rencana, tahapan dan proses pelaksanaan pembanguna kampus baru. Amin.

  10. M.Ber Makanan Berjalan says:

    mantap jangan lupa tanem pohon karena kampus kita khan kampus hijau! M.Ber Makanan Berjalan gagal PERTAMAX

  11. mahasiswa uksw says:

    apakah tanah yang difoto itu SUDAH MILIK UKSW?
    atau masih miliknya WAHID?

    kapan akan dibeli UKSW? ada dananya nggak?

  12. edm says:

    saya sangat setuju dengan pendapat dr “nabi palsu” yg

    menyatakan bahwa “orang2 yang akan bertanggungjawab

    harus dicermati…. jangan sampai ada KORUPSI”. Dana yang

    dikeluarkanpun harus secara transparan agar semua

    mahasiswa tahu, dan menurut saya dana yang digunakan pun

    berasal dari mahasiswa.

  13. Tukang Tanya says:

    Ada berita menarik berita yang dimuat di Harian Umum Kompas, berita Jawa Tengah, halaman C, di kolom KALI GARANG, tanggal 21 Oktober 2010. Saya baru tahu bahwa kampus dua UKSW itu ternyata berada di lahan konservasi, suatu daerah tangkapan hujan dan resapan air yang sangat penting, bagi kota Salatiga. Demikian rangkuman pendapat dari Pak Agna, dosen Biologi UKSW, yang dimuat koran tersebut. Pertanyaan saya adalah kok bisa ada dua orang dosen (pak Sucahyo dan pak Agna), dari fakultas Biologi yang sama, di UKSW, punya pendapat yang berbeda tentang lokasi kampus dua, UKSW, di daerah perbukitan, di Kelurahan Blotongan? Apakah mazhab ilmu Biologi mereka berbeda?
    Pertanyaan kedua yang menarik, kalau betul lokasi tersebut (dahulu?) adalah milik dari WAHID, maka mengapa pihak WAHID tidak jadi mengembangkan daerah tersebut, lalu dijual (?) ke pihak UKSW? Bukankah WAHID bisa dan mampu membuat hotel, perumahan, atau apapun di sana? Kalau pihak WAHID ternyata tidak mampu mengembangkan daerah tersebut, apakah pihak UKSW mampu? Ini menarik, sebab apabila betul lokasi kampus dua UKSW adalah lahan konservasi, maka kemungkinan pihak WAHID terkendala pada tahap AMDAL, yang sekarang ini coba diterobos Tim UKSW dibawah pimpinan Pak Cahyo (seperti berita di atas). Apakah tim pengurusan AMDAL ini bisa berhasil? Mari kita menunggu hasil ‘lobi – lobi’ mereka dengan pihak masyarakat Kelurahan Blotongan, pihak Pemkot dan tentunya pihak DPRD Kota Salatiga, yang sebelumnya pasti telah menetap sebuah RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) bagi kota ini. Apakah RTRW kota ini akan berubah lagi? Kalau itu akhirnya harus terjadi, maka kita patut bersedih, sebab dari 43% Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tersisa di kota Salatiga (dengan luas 5,678,11 hektar), maka jumlah itu pasti akan menyusut dengan cepat seiring dengan pembangunan di kampus dua UKSW, Blotongan. Baca berita “Daerah Resapan Air Di Salatiga Makin Berkurang” (http://www.suaramerdeka.com/harian/0706/06/kot20.htm).
    Kita bisa berdalih bahwa kampus dua akan dibuat sebagai Kampus Hijau (seperti kampus satu), tetapi siapa yang bisa menjamin bila perumahan, kos – kosan, toko, dll., yang akan dibangun oleh masyarakat dapat tetap menjaga kehijauan dan keindahan perbukitan, di Kelurahan Blotongan tersebut? Bukankah di mana “ada gula, di situ pasti ada semut?” Ndak percaya?! Bandingkan aja,, jumlah pohon – pohonan di daerah Kemiri dan Cemara, pada awal UKSW berdiri (1956) dengan kondisi hari ini (2010). Menarik, bukan?
    Lebih menarik lagi, kalau Walikota Salatiga sekarang (mungkin saja )setuju dengan proses AMDAL yang sedang dilakukan, karena beliau merupakan alumni kita, tetapi bagaimana dengan Walikota Salatiga yang baru, pasca beliau? Saya juga tidak tahu apa tanggapan para bakal calon walikota baru Salatiga, periode 2011 – 2016 yang akan datang, tentang keberdaan lokasi kampus dua UKSW, yang jelas – jelas berada di lahan konservasi tersebut? Kita tunggu aja, saat mereka melakukan kampanye nanti…
    Sebuah ironi bukan, kalau pada saat OMB 2010 kemarin, kita mengusung tema “Dengan semangat Satya Wacana, Ku Hijaukan Kota Salatiga”, tetapi pada saat yang sama, di tempat yang lain, secara diam – diam kita melakukan penebangan ratusan pohon besar dan kecil, di perbukitan, di daerah Blotongan? Mungkinkah hal itu mirip dengan politik pencitraan ala SBY? Bukankah jelas di foto tersebut, lokasi kampus dua UKSW, telah betul – betul gundul, akibat dikepras oleh eksavator? Apakah slogan bahwa kita akan membuat KAMPUS HIJAU KEDUA di perbukitan, di daerah Blotongan, akan menjadi kenyataan? Hanya Tuhan yang tahu… dan biarlah waktu yang membuktikan hal tersebut.

  14. desta venando says:

    lahan baru = lahan basah bagi sekelompok orang yg memiliki kepentingan …

  15. WH says:

    Selamat membaca…
    Pembangunan betonisasi tersebut memang menggunakan areal yang cukup. Sebelum adanya bangunan belum dapat dirasakan dampaknya dari kekhawatiran kawan-kawan. Semua opini kawan-kawan ada benarnya, tetapi hal tersebut belum ada kenyataan akan dampaknya. Namun bila semua terencana dengan baik, tentunya akan berjalan baik pula. Saya rasa pendapat kawan-kawan mengenai hal tersebut dapat dijadikan sebagai batu pijakan guna pembangunannya. Kuncinya bahwa semua itu harus terencana dengan matang hingga masih dapat digunakan sampai BEBERAPA Tahun ke depan. Mengenai lahan hijau di Kota ini yang selalu berkurang, namun setidaknya hal tersebut berguna untuk kesejahteraan masyarakat di Kota Salatiga. Perda mengenai tata kota juga harus dapat menjaga ekosistem di Kotanya.
    Semua hal dapat dipikirkan dengan dua sisi, yaitu sisi Negatif untuk meminimalisir kendala atau masalah yang akan terjadi. Serta sisi positif untuk memperoleh keyakinan dari apa yang dilakukan, guna menambah semangat dan percaya diri. Satu hal yang tidak terlupakan adalah Ora et labora.
    Good Job’s UKSW…tetapi jangan lupakan masukan-masukan tersebut.
    Trim’s kepada kawan-kawan atas masukannya….itu pertanda bahwa masih ada rasa cinta atas UKSW dengan ekosistem di sekitarnya…

  16. wong tegalombo says:

    Saya warga RT 02 Tegalombo,ada beberapa unek-unek yang mau saya sampaikan,diantaranya :

    1. Jalan masuk lokasi calon kampus baru UKSW di RT 02 RW 03 rusak parah gara-gara dilewati traktor dan banjir lumpur beberapa hari terakhir akibat pengeprasan lahan. Mohon kepada pihak Kampus untuk melakukan perbaikan secepatnya,sebelum proyek dimulai.
    2. Kepada pihak pimpinan,dimohon membantu pengentasan ekonomi masyarakat sekitar dengan memberikan kesempatan kerja.
    3. Melestarikan lingkungan hidup supaya hijau kembali.

    Matur nuwun.

  17. nabi nabian says:

    Hebat, qta msh bs kritis. Spy ttep eksis d dunia pndidikan n uksw bs interlokalisasi (maap plesetan dr internasionalisasi) mka prlu sarana n prasarana yg memadai. Tuk itu d butuhkan dana yg besar, uang pmbngunan smakin d naikkan n d bebankan ke mhsiswa bru, n dana trsbut jg msh kurang. Slah stu sarana n prsarananya adalah pmbngunan kmpz2. Spengethuan sy dr info yg d dpt dr slah stu pimpinan univ, bhwa uksw ngutang ke alumni2 uksw yg brsedia mmbntu dgn bunga ringan n d cicil slma 20 taon. Apakah dgn brdirinya kmpz 2 uksw bs mnciptakan profil lu2san creative minorty?? Krn mnrut sya creative minorty trlalu ideal bg uksw. Kmbli lg, bgaimana crnya utang ke alumni2 bs trbyarkan? Crnya yg dgn membebankan nya kpd mhsiswa. Hehee… Lg2 mhasiswa yg kena imbasnya, wong qta bkn PTN siy. Bs jd uksw mnjd profit oriented, apakah ini sesuai dgn ideal uksw?? Jika ada yg sudi mmbntu, tolong jlaskan apakah kmpz 2 dpt mnunjang profil lulusan creative minorty?? Gb..

  18. Sebut Saja bunga bangkai says:

    wkwkwkwkwkwkwkwkw…………..hanya bisa tertawa…..^-^

    semoga ga jd wasior kedua……di atas gunung pulak….

  19. wahyu says:

    asik nie…tpikapan y d bangun?dan aku kayakny gak mungkn bisa menikmati kampus baru. sedek lulus aku hehehe.. tp amin2..lulus tepat waktu harapan smua mahasiswa 😀

  20. i'm delicious says:

    membingunkan.. :-/
    semoga tidak menambah beban biaya para calon mahasiswa baru uksw.setubuh dengan perkataan “nabi-nabian”.
    lawong skrg aj hrg 1 sks mahalnya mnt ampun!blm uang gedungnya!ckckckck..
    jangan terlalu mencekik para ortu calon mhss.disamping itu kedepankan kualitas pendidikan jg.cz setauku pnddk d uksw mengalami penurunan d bandingkan dgn pts2 lainnya.
    gb…

  21. ote says:

    kuliah lagi ahhh………………….

  22. Wiyadi Hoetomo Reksosoebroto says:

    Untuk wong Blotongan; Lahan tersebut di gunduli bukan oleh UKSW, tetapi oleh pemilik sebelumnya.
    Untuk yang lain perlu di lihat meskipun lahan tersebut adalah lahan observasi (saya belum dapat kepastian). Setau saya lahan tersebut sudah tersertifikasi atas nama swasta (baik perorangan atau pun sekelompok orang).
    Nah…di dalam hal ini jangan memojokan kampus, perlu dilihat bahwa yang mengeluarkan sertifikasi tsb adalah pemerintah.

  23. pasukan huruhara says:

    pemakaian gedung aja gag optimal maw nambah 1 kampuz lg. . ckckck

  24. debora says:

    kita ttp mnjga sejuknya salatiga koq,,, buktinya pnanaman pohon oleh MABA,,,wktu OMB kmren….

  25. joni says:

    mahasiswanya nanti sehat sehat, setiap hari mendaki gunung

  26. rudi says:

    akses jalannya kurang bagus tidak sepadan dengan total biaya pembangunannya…

  27. edm says:

    jika yang di permasalahkan lahan kamps 2 adalah lahan yg masih produktif dan tepat u/ penghujawa? UKSW sendiri telah melakukan penghijawan d daerah lai. Jdi menurut saya penghijwan d Salatiga akan tetap terjaga.
    kemudian U/ mempertahankan semua mahasiswa tetap berkuliah d kampus yg ada sekarang sudah sangat tidak ideal dikarenakan lahan yg kecil dan harus menmpung 11.000.000 mahsiswa ?? ( panas gan ).
    jd jl yg terbaik adalah membangun kampus yg baru.

    NB : pengobanan sesaat tidak masalah, jika nantinya akan berbuah baik

  28. Adi Mahasiswa UKSW says:

    Aku salut dengan UKSW n’ akan sampai selamanya..
    lebarkan sayap dengan tetap berdasarkan Firman tentunya!!!
    tanpa ada yang harus dirugikan.
    untuk teman2 sy rasa g perlu khwatir,logika aja stiap tahun pmbyaran mahasiswa jg naek tow??
    trus npa g d protes???
    weslah,,,dkung dalam doa semua bisa jalan dengan baik..
    UKSW Jaya Selalu…
    GB

  29. Hetty says:

    Di harapkan sama seperti kampus 1 banyak pohon dan tempat berdiskusi. saran aja ruang kuliah di harapkan jauh dari tempat keramaian seperti parkiran, lapangan dan cafe2 supaya kegiatan kuliah tidak terganggu. Gbu aLL

  30. Aku mahasiswa UKSW' says:

    menurut saya dari semua pandangan teman^^ yg coment tentang perencanaan kampus dua ini ada yg tepat ada jga yg kurang tepat
    menurut saya jngn prnh merencanakan sesuatu tpi ujung^^nx tidak enk tanggapan dari pihak tersebut.cbalah bagaimana yg merasa org itu adlah salah 1 mahasiswa UKSW saling mendukung untuk pembangunan kmpus baru tersebut.masalah adanx penghijauan krna lokasi pembangunan gundul untuk pembuatan kampus 2 itu bisa di pikirkan.buktinx sudah ada dikampus 1 betapa sejuknya dan bnyak sekali pepohonan,itu kn brti sudah terbukti UKSW mampu untuk melestarikan penghijauan di bagian kampus.klu saya cmn mw bilang adanya kampus uksw yg baru di daerah blotongan itu sangat dampaknx bgus untuk masyarakat setempat disamping mereka bisa membuka kost^^an disam[ing itu juga adalah ladang untuk mencari nafkah.
    masalah UKSW sanggup atau tidaknya dalam perencana kmpus 2 tersebut menurut saya klu berfikiran k’depanx untuk apa UKSW bsa membeli tanah mngkin sekitar 20 hektar klu mereka sanggup untuk mendirikan kampus 2,knp gak..?
    sedangkan di jaman dlu uksw berdiri krna dukungan dari 9 sinode dan 10 Greja yg ada di indonesia dan malah dukungan tersebut semakin bnyak dari pihak greja yg ada di indonesia.saya cmn mw mengatakan “Segala sesuatunya itu adalah rencana yg terindah bagi Tuhan maka semuanya akan indah pada waktunya.krna rancangan Tuhan bukanlah rancangan kecelakaan melainkan rancangan Keselamatan.Gbu

  31. wong galombo says says:

    mungkin akan bagus bila nantinya warga sekitar bisa memanfaatkan kondisi dan situasi yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *