Menatap Indonesia dari HUT Tilar

Browse By

{Foto oleh Danang Satrio}

Teater Tilar merayakan ulang tahun ke-18 pada 19 Oktober 2010 di pelataran parkir depan gedung PP. Tema yang diangkat Tilar dalam perayaan HUT kali ini adalah kebudayaan. Drama yang ditampilkan berjudul “Menatap Indonesia dari Indonesia”.

Pementasan ini menceritakan kebudayaan Indonesia yang diambil Malaysia. Dikisahkan bahwa reog, angklung, dan batik diambil oleh Malaysia dan menjadi bahan rebutan antara Indonesia dan Malaysia yang masih serumpun. Kemudian datang orang tidak dikenal untuk menengahi pertentangan tersebut.

Perayaan ulang tahun tersebut dimulai jam 8 malam serta diisi dengan pementasan teater dari anggota baru Tilar yang berasal dari berbagai fakultas, antara lain FKIP dan FISKOM. Selain pementasan teater, turut ditampilkan pembacaan puisi serta pementasan musik oleh para senior Tilar.

“Janganlah tinggalkan budaya kita, jangan sampai budaya kita direbut orang lain. Bangga dengan budaya kita, jangan orang lain yang bangga dengan budaya kita,” ujar Mei Indra, pemimpin Teater Tilar saat ini.

Selesai pementasan, semua anggota Tilar serta tamu undangan dari LK fakultas makan bersama di angkringan Pak Mustakim. Menurut Pak Mustakim, ia diminta untuk dapat ambil bagian dalam perayaan tersebut.

3 thoughts on “Menatap Indonesia dari HUT Tilar”

  1. arin says:

    haii haii haii.. fotoku ga ad.. hhmhmhm.. ckcc
    tapi tetap semangat tilar.. ayo kawan2 maju teruusss

  2. Gabby says:

    teman2 SA…
    mau sedikit memberitahu…

    nama teater kami itu Teater TiLaR….
    bukan Tilar…

    tulisan itu ada maknanya lowh teman2….
    terima kash….
    ^^

  3. Satria Anandita says:

    Gabby, trims buat pemberitahuannya. Lain kali akan kami tulis “TiLaR” jika memang demikian yang dikehendaki. Omong-omong, apa maknanya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *