Penjual Kacamata Dituduh Curi Laptop Wakasek SD Lab

Browse By

Satu buah laptop milik Pujiono, wakil kepala SD Laboratorium UKSW, dicuri sesaat setelah dirinya ditawari kacamata oleh seorang penjual kacamata keliling, 1 November 2010. Menurut Pujiono, si penjual bertemu dengan dirinya di gedung SD Lab lalu menawari dia untuk membeli kacamata. Setelah menolak untuk membeli Pujiono lalu melanjutkan aktivitasnya. Saat kembali ke ruangannya dia sadar bahwa laptopnya telah raib.

“Saya mencurigai si salesman karena hanya dia orang asing di lingkungan sekolah,” tutur Pujiono.

Pujiono lalu melaporkan hal tersebut ke satpam UKSW dengan laporan adanya kecurigaan pencurian berkedok salesman kacamata. Satpam lalu melakukan koordinasi dengan satuannya guna mencari salesman yang diduga melakukan pencurian tersebut.

Oleh satpam yang berjaga di Gedung Administrasi Pusat, sang pelaku diringkus dan dibawa ke kantor pusat satpam UKSW. “Posisi saya kan di GAP melakukan pengawasan, lalu ada dua orang itu masuk habis itu saya ngobrol sama teman, ya ngobrol-ngobrol macem-macem. Terus Pak Marwata (PR II UKSW—Red) tu telepon kalau ada sales masuk jual kacamata. Lalu saya naik, tapi di bawah tangga lantai satu masih ada satu orang padahal kan ada dua. Saya kroscek ke atas kok cuman ada satu lalu teman saya nangkap satu itu, yang satu sudah tidak ada,” kata Daniel, salah satu anggota satpam.

Selain melapor ke satpam UKSW, Pujiono juga melaporkan kejadian ini ke Polres Salatiga. Beberapa petugas Polres dengan menggunakan mobil lalu meluncur ke UKSW. Mereka melakukan interogasi terhadap tersangka.

Dalam interogasi ditemukan bukti sebuah tas berisi 14 buah kacamata, dompet berisi KTP beserta uang Rp 150 ribu, tidak ada laptop. Berdasarkan KTP, tersangka bernama Arfan, asal Jambi, beralamat di Jalan Bangun Nusa Cengkareng TMR, Jakarta Barat, tanggal lahir 7 Juli 1977. Saat ditanya polisi kenapa berjualan sampai ke UKSW, tersangka menuturkan bahwa awalnya ia dari Jakarta naik kereta dan turun di Stasiun Tawang, Semarang. Lalu dengan ojek yang dibayarnya sebesar Rp 25 ribu ia diantarkan ke UKSW salatiga. Dalam penjelasannya kepada polisi Arfan bersikukuh datang sendiri ke UKSW, tidak bersama teman. Hal tersebut ditanyakan karena polisi menduga ia tidak bekerja sendiri melainkan berkelompok.

Polisi tidak cukup puas terhadap pernyataan tersangka kenapa sampai harus sejauh itu berjualan kacamata. Polisi lalu menanyai Arfan berapa harga kacamata yang akan dijualnya. Ia menjawab Rp 5 ribu per buah. Lalu polisi menyuruh ia untuk berhitung, bila setiap kacamata dihargai sebesar itu, maka keuntungan yang didapatnya cuma Rp 70 ribu. Padahal, bila dihitung modal yang dipakai seperti transportasi, si tersangka tidak untung malah buntung. Arfan pun menjawab, “Itu konsekuensi saya, Pak.”

Dengan banyaknya kejanggalan yang diperoleh berdasarkan pengakuan tersangka, polisi lalu membawanya ke kantor polisi untuk pengusutan lebih lanjut.

8 thoughts on “Penjual Kacamata Dituduh Curi Laptop Wakasek SD Lab”

  1. Satria Anandita says:

    Tas berisi 14 buah kacamata, dompet berisi KTP beserta uang Rp 150 ribu, BUKAN BARANG BUKTI.

  2. cz says:

    Oleh satpam yang berjaga di Gedung Administrasi Pusat, sang pelaku diringkus dan dibawa ke kantor pusat satpam UKSW. “Posisi saya kan di GAP melakukan pengawasan, lalu ada dua orang itu masuk habis itu saya ngobrol sama teman, ya ngobrol-ngobrol macem-macem. Terus Pak Marwata (PR II UKSW—Red) tu telepon kalau ada sales masuk jual kacamata. Lalu saya naik, tapi di bawah tangga lantai satu masih ada satu orang padahal kan ada dua. Saya kroscek ke atas kok cuman ada satu lalu teman saya nangkap satu itu, yang satu sudah tidak ada,” kata Daniel, salah satu anggota satpam.

    ini gimana ya?kok jadi bingung sendiri saya, satu…situ…sini…sinu…gak ada bayangan kondisi kejadian dah…. 🙁

  3. guest says:

    Yesus berkata: jika ada yang mengambil laptopmu, berikanlah juga flashdisk-mu. Kasihan abang penjual kacamata, sabar bang, nasib orang kecil selalu dicurigai…

  4. Tian says:

    wow pak polisinya hebat sering baca komik Detektif conan.

  5. Wiyadi Hutomo Reksosoebroto says:

    Ah bingung juga mengenai hal tsb, tetapi saya salut akan Quick Respons dari aparat. Khususnya aparat UKSW sendiri…
    Suatu hal yang pasti, bahwa adanya ketidak jelasan orang tsb di dalam membaca perekonomian yang perlu di curigai akan adanya kejanggalan guna mendapatkan keuntungan.
    “Besar pasak daripada tiang”

  6. Apienk says:

    Menurut saya penjual itu tidak salah,,, selama blm ada barang bukti salesman tersebut harus di lepaskan dahulu…
    “jangan asal tuduh”

  7. Ferdi says:

    @ Satria : Kenapa bukan barang bukti? Menurutku itu merupakan barang bukti (barang bukti pendukung), barang-barang yang akan digunakan penyidik untuk mengkonfrontir pengakuan tersangka.

    @ cs : Terima kasih atas pertanyannya. Jadi begini mas cs, yang anda bingungkan itu sebenarnya adalah kutipan langsung dari Daniel (satpam UKSW yang menangkap si pelaku). Untuk itu saya akan membantu dengan menjelaskan ulang secara singkat perihal moment kejadian tersebut.

    Intinya adalah : Setelah adanya laporan tentang pencurian laptop, satpam kampus dalam kondisi siaga. Tiba-tiba Daniel bersama rekannya (satpam) yang saat itu sedang berjaga di gedung GAP mendapat telepon dari Marwoto (PR II) perihal adanya penjual kacamata keliling di kantornya (Kantor PR II terletak di lantai 2). Nah si Daniel lalu naik ke lantai 2 untuk menangkap para pelaku. Namun yang berhasil ditangkap hanya satu, yang satunya lagi entah kemana.

    Kenapa Daniel berkata ada dua orang? Hal itu didasarinya setelah melihat si pelaku. Daniel yakin mereka datang berdua karena sebelumnya ia sempat melihat si pelaku masuk kedalam GAP bersama rekannya.

    Demikian penjelasan tambahannya. Jika masih dirasa kurang mohon kritik dan sarannya.

    Salam,
    Penulis

  8. Satria Anandita says:

    @ Ferdi: Sorry baru baca lagi.

    Apa itu “barang bukti pendukung”? Lalu ada barang bukti apa lagi?

    Tas berisi 14 buah kacamata, dompet berisi KTP beserta uang Rp 150 ribu itu barang bukti apa? Bukti bahwa dia jual kacamata? Atau bukti bahwa dia curi laptop?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *