Salatiga Tatto Contest

Browse By

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (Fiskom) yang tergabung dalam Petromax Production menggelar acara “Salatiga Tatto Contest” pada hari Minggu, 17 April 2011. Acara yang bertemakan  “From Culture to Lifestyle” ini dimulai pada pukul 14.00 sampai 22.00 WIB di Balairung Universitas.

Acara ini diramaikan oleh ratusan Tatois atau orang yang mempunyai kemampuan menato. “Mereka berasal dari berbagai kota, seperti Jakarta, Yogyakarta, Jepara, Blitar, Salatiga, Ambara, dan Semarang” kata Laras Ayu Ardiani, Ketua Panitia acara ini.

Ada dua kategori penggambaran tato yang dilombakan, yaitu Realist Colour atau gambar yang menyerupai aslinya dan Oldskul atau gambar satu dimensi. Untuk penilaiannya dilakukan oleh juri yang berasal dari Magic Ink (Bagus Ferry), Java Club Tattoo Indonesia (Atok), dan Mock Tattoo (Imok). Untuk juara pertamanya, mendapat uang sebesar Rp. 350ribu, desain tato, trophy dan piagam, lalu untuk juara keduanya mendapatkan uang sebesar Rp 250ribu serta trophy dan piagam. Acara tersebut juga dimeriahkan oleh Tattoo Photo Gallery dan Temporary Tatto Etnic.

Salatiga Tatto Contest juga bertujuan untuk mengubah persepsi orang tentang tato. “Tattoo itu seni dan bukan sebuah kriminal, dan kadang orang itu berpandang sinis dengan orang yang bertato,” tegas Laras.

Acara ini merupakan bagian dari mata kuliah Manajemen Pertunjukan. Dan mereka sukses menggelar acara ini, terbukti dengan tanggapan positif dari para pengunjung. Seperti yang diungkapkan Nesya Stephani, mahasiswi Fiskom angkatan 2008 “acaranya meriah dan menarik perhatian.”

One thought on “Salatiga Tatto Contest”

  1. johan gila says:

    Ink for life, life for ink, keep up the good work.. All the best

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *