Status Akreditasi Fiskom Tak Jelas

Browse By

Sejak akhir 2010, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana dihebohkan dengan masalah reakreditasi dan akreditasi dua program studinya. Progdi Sosiologi sudah terakreditasi B pada 2005, namun jatuh tempo 27 Desember 2010, sedangkan progdi Ilmu Komunikasi sejak 2004 belum terakreditasi.

Semua aturan tentang pendidikan tidak menjelaskan mengenai akreditasi, tetapi UU Nomor 20 Tahun 2003 secara implisit membicarakan tentang urgensi akreditasi. Pada pasal 60 dijelaskan bahwa akreditasi menentukan kelayakan penyelenggaraan suatu progdi. Atau pasal 61 menjelaskan bahwa, ijazah diberikan kepada peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi. Melihat dua butir itu, jelas betapa pentingnya akreditasi progdi bagi penyelenggara satuan pendidikan maupun peserta didik.

Acuan lain yaitu dalam PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, dan tujuan akreditasi menurut Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN PT). Dua acuan itu mengatakan bahwa akreditasi memiliki tujuan. Pertama, menjamin mutu progdi/satuan penyelengaraan pendidikan yang telah memenuhi standar yang ditetapkan. Kedua, keberadaan akreditasi adalah untuk ikut mendorong perbaikan mutu progdi secara berkelanjutan. Ketiga, hasil akreditasi dapat digunakan untuk berbagai hal, seperti alokasi dana atau bantuan dari pihak luar.

Fiskom UKSW telah melanggar aturan itu. Akreditasi progdi Sosiologi telah jatuh tempo, tetapi tidak mengajukan lagi pengurusan reakreditasinya. Progdi Sosiologi tetap menjalankan ujian skripsi pada Januari 2011 dan meluluskan mahasiswanya pada 12 Maret 2011.

Sejak 2008, progdi Ilmu Komunikasi sudah mempunyai sarjana. Ijazah yang diberikan tidak terakreditasi. Progdi Ilmu Komunikasi telah menyelenggarakan pendidikan selama 6 tahun tetapi belum diakreditasi BAN PT. Itulah kesalahan Fiskom, karena manajemen dari progdi itu.

Sejak awal 2011, Ketua Progdi sudah mengusahakan akreditasi atau reakreditasi. Tapi kelalaian penyelenggaraan pendidikan akan terus terjadi.

Itulah tuntutan penyelenggaraan pendidikan. Pejabat struktural dan fungsional harusnya berkaca untuk menyelesaikan persoalan-persoalan itu, karena dampak dari masalah ini akan dirasakan oleh peserta didik.

FREDY UMBU BEWA GUTY. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi UKSW.

2 thoughts on “Status Akreditasi Fiskom Tak Jelas”

  1. Atlan says:

    Bagi saudara/i yang hendak mengetahui status akreditasi dari program studinya (progdi) di fakultasnya dapat mengakses di= http://ban-pt.kemdiknas.go.id/hasil-pencarian.php. Khusus untuk UKSW, dari 51 progdi yang ada, baru 34 yang sudah terakreditasi, atau masih ada 17 progdi yang belum terakreditasi, termasuk di dalamnya progdi Ilmu Komunikasi, FISKOM UKSW, dan semua progdi S3 (doktoral) UKSW.
    Sedangkan untuk jumlah progdi di UKSW yang sudah habis masa akreditasinya (atau berstatus kadaluarsa) ada sebanyak 9 progdi, termasuk di dalamnya progdi Sosiologi, FISKOM UKSW, yang telah habis masa berlakunya per tanggal 27 Desember 2010. Jadi memang sudah cukup lama waktu itu berlalu dan sayang sekali bila tidak diurus oleh pihak yang berwenang, sebab yang bukan hanya mahasiswa yang dirugikan, tetapi nama besar UKSW juga akan dipertaruhkan.
    Adapun jumlah progdi yang akan segera berakhir masa akreditasinya pada tahun ini (per 9 Juni 2011) adalah progdi D3 PGSD UKSW (tinggal 7 hari lagi) dan progdi S1 Teologi UKSW (tinggal 67 hari lagi). Semoga informasi ini bermanfaat bagi tamatan SMA/K yang hendak memilih progdi di UKSW, dan bagi para pejabat UKSW untuk dapat mengatur ulang skala prioritas kesibukannya, demi pengurusan akreditas dan guna memuliakan nama Tuhan senantiasa.

  2. Benny Paling Oke says:

    saya ini orang yang serba pas – pas an, dan saya juga ikut prihatin terhadap nasib para mahasiswa fakultas tersebut apabila akreditasinya tidak jelas, sudah bayarnya ga murah terus nanti klo lulus mw kerja apa? sopir? kernet? ato tukang becak?
    bagaimana jika saya menjadi mahasiswa fakultas tersebut? sedih saya mengalaminya,
    terus yang paling parah adalah mengecewakan orang tua mahasiswa karena biar bagaimanapun para orang tua yang membiayai dan mempercayakan kepada fakultas tersebut
    terimakasih bung fredy
    semoga para pengurus fakultas tersebut terbuka mata hatinya dan mau bekerja dengan tulus sepenuh hati,
    jangan ada dusta diantara kita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *