Pertemuan Ketua Cabang GMKI Se-Indonesia

Browse By

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Salatiga menjadi penyelenggara Pertemuan Ketua-Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia sejak Kamis, 16 Juni 2011 hingga Minggu, 19 Juni 2011. Pertemuan diselenggarakan di Balairung UKSW dan Yayasan Binadarma serta dihadiri oleh seluruh Ketua Cabang GMKI se-Indonesia, Pengurus Pusat (PP), Karteker calon cabang GMKI, Anggota GMKI Salatiga, Senior –senior GMKI dan undangan lainnya.

Rektor John Titaley memaparkan materi tentang restorasi Indonesia dalam pertemuan para ketua cabang Gerakan Mahasiswa Kristen se-Indonesia pada 16 Juni 2011 di Balairung UKSW.

Tema kegiatan ini mengikuti tema sentral GMKI Masa Bakti 2010-2012 “Jadilah berhikmat! Berjalan Pada Jalan Kebenaran Di Tengah-Tengah Jalan Keadilan” (Amsal 8: 1-21) dengan sub-tema: “Mendorong solidaritas Bangsa untuk memperjuangkan kebenaran, keadilan dan kesejahteraan dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia secara bermartabat”.

Pertemuan diawali dengan ibadah pembukaan, Sambutan dari Teofransius Lita’ay (Ketua GMKI Salatiga 1994-1996) yang mewakili Yayasan Binadarma. Dilanjutkan dengan sambutan dari Jhony Rahmat, S.Si selaku Ketua Umum PP GMKI membuka pertemuan ini. Pembukaan dilaknjutkan dengan acara Study Meeting.

Jhony Rahmat memaparkan tiga agenda yang menjadi pergumulan bersama dari masa ke masa. Pertama, konsolidasi organisasi yang menjadi elan (semangat) vital GMKI yang menentukan denyut nadi organisasi ini. Kedua, pendidikan kader dan kerohanian yang menetukan keberlanjutan aktivitas organisasi sekaligus menjadi penjaga karakteristik moral serta identitas GMKI. Ketiga, aksi pelayanan, yang menetukan posisi bersaing GMKI secara eksternal sekaligus menegaskan keberpihakan GMKI pada kaum terpinggirkan baik di gereja, perguruan tinggi dan masyarakat. Ketiga agenda ini tidak akan terlaksana secara baik tanpa konstruksi model komunikasi internal dan eksternal yang efektif.

Pdt. Jhon A. Titaley, Th.D membawakan materi mengenai Restorasi Indonesia dengan topik “Kekristenan dan Keindonesiaan, Tantangan dan Solusi” pada acara Study Meeting. ”Jangan cepat terpengaruh dengan nilai baru, karena nilai yang baru belum tentu bermutu dengan pendiri bangsa Indonesia,” kata John.

Dalam sesi ini Jhon Titaley berbicara tentang Amandemen UUD’45, Semangat Bhineka Tunggal Ika dan Nasionalisme Indonesia. Perlunya restorisasi Indonesia supaya kita bisa hidup secara baik dengan merestorasi nilai hakiki Indonesia.

Johny Rahmat, Ketua PP GMKI Indonesia menjelaskan, “Lewat study meeting ini pembicara memberikan materi sehingga dalam rangka melakukan konsolidasi dalam konteks perbaikan internal secara organisasi itu bisa bersaing sedemikian rupa dalam menjawab kebutuhan orientasi GMKI pada Gereja, perguruan tinggi dan masyarakat”.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa perkembangan GMKI dalam konteks sekarang sedang dalam tahap konsolidasi organisasi dalam rangka aksi partisipasi. Hal ini dilakukan dengan adanya kesadaran bahwa penataan internal GMKI harus baik untuk bisa eksis keluar.

“Adapun hal-hal yang ingin dicapai oleh GMKI yakni GMKI harus balik ke gereja dan GMKI dituntut untuk professional dalam segala hal baik dalam masalah social, politik, ekonomi, dan kemahasiswaan. Untuk persiapan menghadapi tantangan kedepan, tentunya GMKI menggunakan metode pola dasar system pendidikan kader dalam pengelolaan pengembangan organisasi,” tambahnya.

Hal yang ingin dicapai dari pertemuan ini; pertama, memberikan spirit dan dorongan serta strategi-strategi pemecahan masalah yang akan ditempuh. Kedua, mengarahkan penanggung jawab untuk melakukan upaya konsolidasi. Ketiga, menjaga kesinambungan kerja antar periodesasi. Keempat, menciptakan media evaluasi tahun pelayanan pertama sebagai alat control pada media evaluasi di tahun kedua.

Jily Gavrila Sompie, reporter magang Scientiarum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *