Latihan Drum Blek Jelang Karnaval Pawai Budaya

Browse By

Menjelang perayaan karnaval pawai budaya yang akan dilaksanakan pada 17 September mendatang, sebanyak limaratus mahasiswa baru Universitas Kristen Satya Wacana melakukan latihan rutin Drum Blek di lapangan sepakbola UKSW. Rencananya seluruh peserta Drum Blek akan melakukan latihan sebanyak delapan kali dengan mendapat panduan dari tim instruktur Drum Blek.

Grup Drum Blek ini merupakan yang pertama kali di UKSW, dan baru terbentuk pada 12 Agustus 2011. Dengan diikuti sebanyak limaratus peserta, rencananya akan memecahkan rekor se-Provinsi Jawa Tengah. Pada saat pelaksanaannya nanti, Drum Blek ini akan membawakan tiga buah lagu, Mars UKSW, Yamko Rambe Yamko dan Kampuang Nan Jauh Di Mato.

Menurut salah satu instruktur Drum Blek, Girindra Prawredhi Abhiyoga, Drum Blek tersebut akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Perkusi dan Melodis. Kelompok Perkusi akan memainkan alat musik Tong Pelastik, Tong Seng dan Kentongan, sedangkan kelompok Melodis hanya akan memainkan alat musik Belira.

“Kami berharap dengan adanya Drum Blek kali ini dapat memberikan gebrakan baru, mempererat tali persaudaraan, dan juga kekerabatan bagi para peserta,” tambah Girindra.

Setiap latihan berlangsung, masing-masing kelompok dipandu oleh tiga instruktur yang bertugas memberikan instruksi mengenai penggunaan alat-alat musik Perkusi dan Melodis. Latihan berlangsung kurang lebih dua jam dan dilaksanakan secara terpisah sesuai kelompok masing-masing.

Mengenai kendala latihan, Dwi Kukuh, Koordinator Drum Blek mengatakan bahwa ada banyak sekali mahasiswa yang tidak mengerti ‘tempo’, sehingga cukup sulit dalam pengajaran.

Hal tersebut juga dikatakan oleh Femmy Lekahena, mahasiswa Fakultas Psikologi peserta Drum Blek, “Awalnya itu aku kesulitan waktu belajar irama, tapi lama-kelamaan aku mulai menikmati, karena seru aja belajarnya.”

Masily Leasa merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis wartawan magang Scientiarum.

One thought on “Latihan Drum Blek Jelang Karnaval Pawai Budaya”

  1. orgil says:

    keren nih…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *