Satya Wacana Vocal Consort ke Rimini

Browse By

UKSW mendelegasikan Satya Wacana Vocal Consort (SWVC) ke Rimini, Italia guna mengikuti Choir Competitions (kompetisi paduan suara) di tingkat internasional. UKSW mengirim 22 orang sebagai vokalis, seorang pianis, seorang konduktor dan dua orang pelatih, serta Pembantu Rektor (PR) III dan PR IV UKSW sebagai pendamping.

Kegiatan ini akan dimulai dari tanggal 6 hingga 9 Oktober. Kemudian pengumuman pemenang kompetisi akan diumumkan keesokan harinya, pada 10 Oktober pukul 1 pagi waktu Rimini. Setelah hasil pengumuman tersebut diumumkan, SWVC akan segera kembali ke Salatiga.

Pada Februari kemarin, SWVC telah melakukan proses audisi di kampus. Proses audisi ini dilakukan oleh tim seleksi yakni empat dosen dari Fakultas Seni Pertunjukan (FSP), yakni Drs. Agastya Rama Listya,MSM, Hendri Pranoto, Juanita Theresia Adimurti,S.Sn., dan Poedji Soesila,S.Sn.

“Untuk ikut kompetisi tersebut kami (SWVC-red) harus membuat rekaman dengan kualitas terbaik dan rekaman tersebut kami buat di Art Sound Studio di Jakarta,” ujar Elvira Hoesein Radia, SPd yang merupakan salah satu anggota SWVC. Rekaman tersebut telah dikirimkan pada akhir Juli 2011 kemarin. Pada minggu kedua Agustus,SWVC mendapatkan kabar bahwa grup vokal ini telah lolos seleksi untuk turut ambil bagian mengikuti kompetisi ini.

Ada empat kelas yang dilombakan dalam Choir Competitions ini, yakni; kelas A (Equal Voice), kelas B (Mixed), kelas C (Young & Children) dan Kelas D (Folk, Gospel, Spiritual). Berdasarkan ketentuan kompetisi itu, akhirnya SWVC memutuskan untuk mengikuti dua kelas vokal, yaitu kelas B dan kelas D.

“Kelas yang kami ikuti tersebut tidak ada batasan umur maksimal, yang ada umur minimal yakni 18 tahun dan jenis kelamin,” ujar Dra. Susanti Puji Hastuti, Msc selaku manajer SWVC.

Selain SWVC, Indonesia juga memiliki dua tim vokal grup lainnya yang lolos seleksi guna mengikuti kompetisi di Rimini, yakni ITS Student dan Perbanas Institute. SWVC juga akan bersaing dengan vokal grup dari negara-negara lain seperti dari Bulgaria, Argentina, Rusia, Yunani, Meksiko, Afrika Selatan, Slovenia, Filipina, Polandia, Macedonia, Estonia, Kroasia, serta tuan rumah Italia.

Perjuangan Menuju Rimini

Selain melakukan proses audisi di kampus dan membuat rekaman di Jakarta, SWVC juga melaksanakan kegiatan usaha dana guna mengikuti kompetisi ke Rimini. Kegiatan yang telah dilakukan seperti melakukan pelayanan di beberapa gereja di Jakarta. “Bulan Juni kemarin kita sudah coba adakan konser penggalangan dana di Jakarta sekaligus rekaman,” ujar Elvira.

Proses pencarian dana terus dilakukan sembari menunggu keputusan seleksi dari pihak pelaksana lomba. Proses pencarian dana yang kami lakukan berbentuk penjualan makanan, melakukan pelayanan dan bazar di gereja-gereja, penjualan CD rekaman serta mengadakan konser pamit.

“Konser pamit yang kami lakukan ini tidak mendapatkan dana, dana tersebut didapatkan dengan penjualan tiket. Bila ada sisa dana setelah dikurangi dari pengeluaran kegiatan ini (konser pamit-red), maka akan kami jadikan tambahan kas guna ke Rimini,” ujar manajer SWVC.

SWVC telah mendapatkan pinjaman dana dari kampus sebagai biaya operasional ke Rimini. Dana pinjaman tersebut difungsikan untuk transportasi dan akomodasi di dalam mengikuti kompetisi ini. Hal ini terjadi karena universitas tidak memiliki anggaran khusus untuk kegiatan ini.

”Universitas sementara punya tugas untuk nalangi, memberikan pinjaman dalam bahasa kasarnya untuk pengeluaran yang gede, karena yang gede itu betul untuk ticketing itu,” ujar manajer SWVC. Sampai saat ini biaya untuk pengembalian dana itu belum ada.

Sepulangnya dari Italia, SWVC masih memiliki tugas mencari kekurangan dana, guna mengembalikan dana pinjaman dari pihak Universitas. Hal ini tidak membuat patah arang bagi SWVC yang akan tetap berangkat ke Rimini, meskipun dana yang digunakan merupakan dana pinjaman dari kampus.

“Kami pasti berangkat pada 4 Oktober 2011 sesuai dengan jadwal travelling yang kami gunakan. Tentunya dengan harga seminimal mungkin. Namun rute travelling yang ada dan kami gunakan hanya sampai ke Amsterdam saja. Nanti dari Amsterdam, kami akan melanjutkannya ke Italia dengan menggunakan kereta. Waktu yang diperlukan dari Amsterdam ke Rimini sekitar 18 jam,” ujar manajer SWVC ini.

“Jadi di dalam hal ini, UKSW hanya memfasilitasi,” ujar Yafet Rissy selaku PR III UKSW pada Senin 3 Oktober yang lalu saat dikonfirmasi ulang. Pihak universitas telah melakukan berbagai cara guna mencari dana untuk SWVC. Dana yang didapatkan berasal dari alumni, rektor, dana pribadi PR III serta dari pihak sponsor.

“Dua ratus dua puluh lima juta sumbangan dari alumni dan sisanya dari sponsor yang saya cari. Untuk keberangkatan ini pun pengurus pusat IKASATYA telah menyumbang 15 juta kemudian pengurus IKASATYA Jabodetabek 10 juta. Saya mengucapkan terimakasih kepada alumni Ikasatya yang telah mendukung kegiatan ini,” imbuhnya.

SWVC telah berangkat ke Jakarta pada tanggal 30 September 2011 dan tanggal 1 Oktober mereka menyelenggarakan konser untuk penggalangan dana guna mencari penggantian dana yang telah dipinjam dari pihak Universitas.

3 thoughts on “Satya Wacana Vocal Consort ke Rimini”

  1. guest says:

    Kasihan ya tim ini… Sudah membawa nama UKSW ke ajang internasional, tapi hanya difasilitasi utang duit oleh kampus

    saya curiga ini berlaku bagi kelompok-kelompok yang lain… Pertanyaan bagi kita, diapakan Uang UKSW yang sekian Milliar ?

  2. @ guest says:

    @ guest, cobalah untuk jangan su’udzan (berprasangka buruk)
    yang penting universitas sudah berusaha, dan beritikad baik untuk memberikan bantuan, agar SWVC bisa ke italia….

  3. @_@ says:

    sepakat dengan guest…
    kemana uang uksw yg bermiliyar itu….

    untuk apa uang sks setiap tahunnya di naikan…???

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *