Makrab Ala Ikmasti Salatiga

Browse By

Beberapa mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang berasal dari Timor mengadakan acara Malam Keakraban (Makrab) Etnis Timor di Hotel Renata, Kopeng, tanggal 7-9 Oktober 2011. Acara ini telah menjadi tradisi bagi mahasiswa etnis Timor di UKSW setiap tahunnya sejak tahun 2001.

Makrab Etnis Timor tahun ini bertemakan “Biarlah Serpihan Itu Menyatu”. Menurut Melky Manafe,Ketua Ikatan Keluarga Mahasiswa dan Siswa Timor di Salatiga (IKMASTI) periode 2011-2012, tema ini diangkat karena mahasiswa-mahasiswa etnis Timor di UKSW diibaratkan sebagai serpihan-serpihan yang masih belum menyatu satu dengan yang lainnya. Diharapkan acara makrab dengan tema ini agar mahasiswa-mahasiswa etnis Timor dapat menyatu sebagai satu kesatuan yang berguna bagi sesama khususnya sivitas UKSW dan agar mahasiswa dari Timor yang telah menyatu di UKSW tidak terpecah kembali.

Tujuan umum dari acara makrab ini adalah agar mahasiswa baru dari Timor yang datang ke Salatiga untuk berkuliah di UKSW dapat mengenal teman-teman atau seniornya yang juga berasal dari Timor dan mereka dapat bersatu. Selain itu mereka dapat saling membantu satu sama lain selama masa perantauan di Salatiga. Dalam makrab Timor ini tidak ada yang membeda-bedakan apakah mahasiswa itu angkatan baru atau lama, karena kembali pada tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mempersatukan seluruh mahaiswa etnis Timor.

Kegiatan makrab terdiri dari beberapa acara seperti permainan yang dapat meningkatkan rasa solidaritas, ibadah, serta materi makrab yang telah disiapkan sebelumnya oleh panitia. Kegiatan makrab ini telah dipersiapkan dari Januari yang lalu dengan menyiapkan anggota panitia, pengumpulan dana, hingga pemilihan tempat untuk dilangsungkannya kegiatan makrab selama tiga hari.

IKMASTI di Salatiga

Ikmasti yang merupakan akronim dari Ikatan Keluarga Mahasiswa dan Siswa Timor di Salatiga didirikan untuk menaungi seluruh mahasiswa dan siswa etnis Timor yang sedang menempuh pendidikan di Kota Salatiga dalam satu keluarga besar. Ikmasti mempersatukan etnis-etnis di wilayah Nusa Tenggara Timur seperti Alor, Rote, Sabu, Flores, dan etnis Timor sendiri yang menjadi latar belakang mahasiswa dan siswa Timor di Kota Salatiga. Anggota Ikmasti yang terdata saat ini baru berjumlah 180 orang.

”Ikmasti ini diresmikan pada tahun 1972 dalam acara seremonial di Candi Borobudur oleh para pendahulu kami. Tapi tanggal berdirinya sudah lupa karena tidak ada dokumentasi,” ujar Richard Mayopu, mantan ketua Ikmasti Salatiga periode 2007-2011 yang merupakan alumni dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi UKSW angkatan 2005.

Kegiatan rutin Ikmasti diantaranya adalah acara pra-makrab, makrab, ibadah, dan turnamen olahraga untuk kalangan etnis Timor. Ikmasti juga mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan rutin yang diadakan oleh UKSW seperti Festival Budaya yang digelar setiap tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *