Tarik Peserta Dengan Pelatihan Gratis

Browse By

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UKSW mengadakan Pelatihan Jurnalistik pada hari Sabtu, 12 November 2011. Denny Reksa sebagai narasumber pelatihan itu. Denny adalah seorang wartawan televisi nasional. Acara ini dilaksanakan di ruang E119 UKSW. Pelatihan Jurnalistik ini bertujuan supaya mahasiswa lebih aktif dalam menulis. Materi pelatihan berisi tentang penulisan jurnalistik pada umumnya dan peliputan serta penulisan berita yang baik dan benar pada khususnya.

FKIP UKSW mengadakan Pelatihan Jurnalistik gratis di ruang E119 UKSW pada hari Sabtu, 12 November 2011. Denny Reksa menjadi narasumber. {Foto oleh : Ernest Fergill}

”Acara yang pada intinya agar mahasiswa FKIP bisa merespon apa yang ada di lingkungannya menjadi jurnalistik. Misalnya, salah satu peserta yang berasal dari Jambu, mengapa dia tidak menulis tentang serabi yang terkenal di daerahnya,” tutur Denny saat kami temui di waktu makan siang.

Pelatihan ini diadakan tanpa memungut biaya dari peserta. Hal tersebut merupakan salah satu strategi panitia dalam menarik perhatian mahasiswa. ”Alasan kami tidak memungut biaya dari para peserta adalah untuk menarik perhatian mahasiswa. Karena selama ini jarang yang berminat mengikuti jurnalistik,” ujar Ika Permatasari, salah satu panitia penyelenggara Pelatihan Jurnalistik.

Kegiatan ini tidak dipungut biaya sehingga dengan menggratiskan kegiatan ini, ada 75 orang mahasiswa FKIP yang mendaftarkan diri sebagai peserta meskipun ada beberapa peserta yang tidak hadir. Pelatihan Jurnalisik ini merupakan pelatihan berkelanjutan yang berfungsi untuk mempersiapkan pelatihan selanjutnya. Selain mendapatkan Pelatihan Jurnalistik ini, peserta dituntut untuk mengaplikasikan materi yang diberikan. ”Pelatihan jurnalis ini sangat bermanfaat, selain sebagai pengembangan bakat dan minat mahasiswa dalam jurnalistik, juga sangat bermanfaat untuk bekal sebagai calon guru.” ujar Monica Christa Novitasari, mahasiswa FKIP angkatan 2009 yang merupakan salah seorang peserta.

 

Oleh M. Yais, Reporter Scientiarum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *