Spanduk: “Mau Dibawa Kemana Fakultas Psikologi?”

Browse By

Tanggal 14 November 2011, sekitar pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB tadi, spanduk masih terpampang di depan Fakultas Psikologi. Sekarang spanduk itu telah dilepas oleh pihak keamanan atas permintaan Berta Prasetya, Dekan Fakultas Psikologi. {Foto oleh : mahasiswa Fakultas Psikologi yang tidak mau disebutkan namanya}

10 thoughts on “Spanduk: “Mau Dibawa Kemana Fakultas Psikologi?””

  1. erjosh says:

    dari dulu pertnyaan itu sering mengemuka di internal fakultas….dan ketika ga da ad yng dpt menjawab maka pertanyaan itu kmbali mengemuka….ckckckckck…

  2. kadepos says:

    masalah seperti ini sudah sering terjadi. yang salah siapa? banyak pihak yang berkaitan, sehingga muncullah akibat yang disebabkan oleh pihak2 ini. cth: mhs yg apatis terhadap LK dan fakultas, LK (wadah aspirasi mhs) tdk bnr2 mampu menyampaikan aspirasi, pihak fakultas yg ckup banyak menuntut mhs dlm hal perkuliahan. satu sama lain saling menuntut, tapi sedikit yg menunjukan “pergerakan”.
    – apakah LK harus berkata “saran dan kritikan akan ditampung”, seperti itu? lalu kapan terwujudnya kalau semua itu “hanya” ditampung??
    – mhs yg punya hak utk menuntut hal2 yang menyimpang atau mengkritisinya, malah memilih untuk menjadi apatis??
    – fakultas, dalam hal ini dosen2, kmn mrk? ketika mhs dtuntut utk segera mengumpulkan tgs2 dan membayar uang kuliah dan melunasinya, tp tetap saja masih ada dosen2 yg sebenarnya patut dpertanyakan kinerjany. knp nilai telat klr?*
    *pertanyaan yg tidak pernah tidak dtanyakan, dan jawabannya selalu tidak tepat.

    lalu siapa yang bertanggung jawab atas “rantai kekacauan” ini??

  3. Lussua says:

    ngomong2 siapa yang pasang spanduk ini?
    trus FORMASI tu apa sih?kok kayanya baru dengar ni…..

  4. Sudarmadi (F.Psi) says:

    Saya pernah ikut forum oleh LK fakultas Psikologi yang ngebahas ini sekitar beberapa tahun lalu, cuman sampe sekarang blum ak rasakan realisasi dari jawaban yang diharapkan.
    Bisa memaklumi kalo spanduk ini muncul. Mnurutku masih wajar ketika kita memandang dari sudut pandang pemikiran orang (FORMASI) yang masang. Kali dia ngerasa sbagai mahasiswa yang ngerasa suaranya hanya didengar tapi tidak direspon sebagaimana baiknya.

    Setidaknya bola sudah digelontorkan, gmana memainkannya… jangan2 bakalan tetep adem ayem ato bahkan akhirnya dibubarkan.
    *lebih asik nonton pertandingan bola SEAG Indonesia Vs Malaysia kali ya?

  5. Sudarmadi (F.Psi) says:

    Saya sudah meninggalkan comment untuk menanggapi foto ini sebelumnya. Tapi ga lama saya berpikir lagi apa tujuan spanduk ini dipasang. Hingga kemudian saya kembali untuk memberi comment bahwa bisa jadi memang ini tujuan dari spanduk tersebut dipasang; supaya pembaca bisa berpikir kembali mengenai tujuan dari eksistensi fakultas psikologi UKSW dan sejauh mana perjalanan fakultas Psikologi UKSW ini mencapai tujuan selama hampir 11 tahun.
    Dan membaca tulisan itu pun, saya merasa pertanyaan itu mengajak saya untuk merefleksi diri semakin aware sebagai mahasiswa dan peduli pada almamater.
    🙂

  6. Petu Boy says:

    Nyimak aja gan..!! 😀

  7. ernest says:

    lanjut GAN.!!!!!!!
    siap liput!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  8. EX Sekum LK Psi UKSW Periode 03/04 -04/05 says:

    Viva Psychology……
    saya adalah salah satu mahasiswa F.Psi angkatan 01 yang terlibat aktif dalam LK Psikologi dan UKSW…Pada prinsipnya, menurut STATUTA yang telah dibuat dan ditetapkan oleh UKSW semenjak 1956 yang menyatakan bahwa porsi dan kedudukan LK dengan Dosen adalah sejajar dan sama dalam batasan tertentu..dan LK juga telah diberikan otonomi sendri dalam menentukan apa yang akan dilakukan demin menampung seluruh ASPIRASI MAHASISWA PSI.. Hanya saja, entah mengapa setelah jaman kepengurusan kami.. 2005 keatas, LK PSIKOLOGI teidak lagi mengikuti RULES FUNGSI dan JABATANNYA yang dalam hal ini sebgai pelindung dan penyambung aspirasi mahasiswa..Perlu diketahui, bahwa peranan LK itu sangan penting dan harus MENDOMINASI untuk kepetingan Mahasiswa, karena LK adalah pelindung Mahasiswa..dan yang perlu di ingat bahwa, dari dulu LK Psikologi terkenal dengan ARGUMEN,ACTION dan ASPIRASI yang di junjungnya..LK Psikologi paling senang untuk Duduk bersama dengan para staff atau DOSEN bahkan Pimpinan Fakultas untuk menyambungkan apa yg di inginkan oleh Mahasiswa dan Fakultas sendiri..dan LK punya HAK ITU..jadi tolong lah, kebudayaan LK yang telah kita bentuk dari jaman lalu jangan di hilangkan atau di lupakan, toh kebudayaan itu tidak membuat mahasiswa atau Fakultas mengalami kerugian dan kemunduran, bahkan budaya itu membuat Mahasiswa dan Fakultas semakin Maju!!! saran saya, sebagai LK Psikologi, mari rangkul semua mahasiswa dan ajak para Pimpinan Fakultas untuk duduk bersama…

  9. Izak Lattu says:

    Mahasiswa UKSW memang selalu kritis dan dinamis. Persis seperti mahasiswa Berkeley tempat saya kuliah sekarang. Di sini, ada dosen yang senang dengan kekritisan mahasiswa ada yang tidak juga. Gerakan-gerakan ini menunjukkan bahwa UKSW berhasil mendidik mahasiswa untuk kritis. Sebab, menurut saya, hanya orang kritis dan dinamis yang berani memasang spanduk seperti ini.
    Mahasiswa UKSW memang harus selalu kritis-prinsipil. Setuju dengan pendapat teman2 di atas, mahasiswa memiliki posisi civitas akademika yang sama dengan komponen yang lain, karena itu kekritisan seperti ini menunjukkan teman-teman mahasiswa mengerti idealisme UKSW dan sadar perannya di UKSW….Teruslah kritis, karena kekritisan akan melahirkan perubahan dan perubahan itu kemudian dikritisi dengan kritik yang lain sehingga lingkaran perubahan akan makin menuju ke titik yang lebih baik…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *