Membludaknya Penonton Pada Science Festival Film

Browse By

Fakultas Teknologi Informasi (FTI) bekerja sama dengan Goethe Institut Jakarta (GIJ) dalam penyelenggaraan Science Festival Film pada 18-19 November 2011, yang bertempat di ruang Auditorium FTI.

Science Film Festival, acara yang tidak dipungut biaya tersebut cukup menarik minat segala kalangan, termasuk anak-anak. Bahkan di hari kedua pemutaran (19/11/11) tidak menunjukkan adanya penyurutan jumlah penonton yang mendatangi Auditorium FTI UKSW. {Foto oleh : Stephanus Riosetiawan}

Acara dibagi menjadi dua sesi tiap harinya. Sesi pertama dimulai pukul 09.30 WIB-12.00 WIB dan sesi kedua dimulai pukul 14.00-16.30 WIB. Pemutaran film pada sesi pertama dan ketiga untuk anak dibawah umur 12 tahun, sedangkan pemutaran film untuk sesi kedua dan keempat untuk umur 12 tahun ke atas.

Beberapa film yang diputar diantaranya, The Forest 1-Realm of Shadows, I Got it! Volcano, Nine and a Half: Bees in Danger, Young Explorers in Africa – Lea on the Trail of Gorillas, Boababs Between Sky & Earth, No Corals No Maldives, Dandelion: Wonderful Forest-The Labyrinth of Trees, dan Fascination Knowledge:Sharks.

Pemutaran film yang dilaksanakan di 12 kota ini, bertepatan dengan Dies Natalis Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan Dies FTI UKSW. Dalam acara ini pihak panitia mengundang sekolah-sekolah di Salatiga baik sekolah negeri maupun sekolah swasta.

Acara yang bertemakan “Lingkungan” ini bertujuan untuk mendorong anak-anak untuk menyenangi dan mendorong mereka ke dalam dunia science.

Antusiasme dari murid-murid sekolah yang datang dan memadati ruangan auditorium cukup besar di mana jumlah penonton mencapai 700-an orang, sehingga beberapa penonton terpaksa lesehan karena melebihi kapasitas yang ada.

”Tempat yang terbatas karena kami tidak membayangkan antusiasme daripada sekolah-sekolah, anak-anak untuk mengikuti film science ini. Karena  film ini, film yang terakreditas ilmu dan anak-anak sangat tertarik, ” ujar Dharmaputra T. Palekahelu, Ketua Panitia Pelaksana ketika ditemui di sela-sela acara.

Menurut Solvian Pattiserlihon, Koordinator Satuan Tugas (Satgas), film yang ditampilkan tiap harinya berbeda karena sudah dijadwalkan dari pihak penyelenggara.

“Kita hanya untuk mengarahkan adik-adik untuk dapat menonton film. Kalau soal film sudah disiapkan dari pihak penyelenggara Jakarta,” terangnya.

Oleh : Kristy Leni Pratiwi, Reporter Scientiarum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *