Hilangnya Ajir, Peserta Penanaman Pohon Membuat Ulang

Browse By

Sabtu, 26 November 2011, mahasiswa baru angkatan 2011 Universitas Kristen Satya Wacana melaksanakan acara Tanam Pohon. Acara dimulai pukul 07.00 WIB. Sebagai sasaran lokasi penanaman pohon adalah daerah Tegal Rejo, Randuacir, dan Cadaran.

Menurut salah satu fasilitator Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) 2011, Ika Hidayati, acara Tanam Pohon ini diselenggarakan sebagai usaha mengembalikan Salatiga seperti dahulu yang hijau dan sejuk. Menurut Ika, saat ini Salatiga sudah tidak sehijau dulu dan mulai panas pada siang hari.

Acara yang merupakan kelanjutan dari acara OMB 2011 ini sempat mengalami kendala. Ajir atau tiang yang akan digunakan sebagai penyangga bibit tanaman hilang. Hal tersebut dikarenakan ajir yang dibuat tiap kelompok peserta OMB digunakan sebagai tiang pembatas parkir peserta Wisuda tahun 2011, sehingga pada akhirnya para peserta acara Tanam Pohon membuat ajir kembali.

Selain hilangnya ajir juga terjadi perubahan rencana dari yang seharusnya tiap satu bibit tanaman akan ditanam oleh satu peserta, harus diubah menjadi tiap satu bibit, ditanam oleh dua peserta.

“terjadinya perubahan dari yang seharusnya tiap satu bibit ditanam satu peserta menjadi satu pohon ditanam dua peserta, karena bibit yang diberikan tidak sesuai dengan jumlah peserta,“ ujar Ika.

Ika menjelaskan bahwa peserta tidak hanya diwajibkan untuk menanam, tetapi juga dianjurkan untuk merawat tanaman yang sudah ditanam tersebut. Adapun jenis tanaman yang ditanam adalah tanaman berbuah seperti pohon Sirsak dan Kluwih.

Walaupun harus menunggu lama karena pemberangkatan peserta dilakukan secara bergilir, dan tempat penanaman yang panas karena memasuki waktu siang hari, namun acara ini tetap disambut baik oleh para peserta. Hal tersebut seperti yang dituturkan oleh salah seorang peserta, Wahyu Arif Wicaksana, “acara tanam pohon ini menyenangkan, tetapi nunggunya truk yang membuat gak enak,” ujar Wahyu Arif Wicaksana salah satu peserta Tanam Pohon.

6 thoughts on “Hilangnya Ajir, Peserta Penanaman Pohon Membuat Ulang”

  1. edwin says:

    marmos panita wisudane… .

  2. item says:

    kok bisa bibit tidak sesuai dengan jumlah??itu bibit dikasih apa dibeli??kalo dibeli kok bisa-bisanya tidak sesuai??kl dikasih, trus dana OMB MaBa dibuat apa?

  3. WH says:

    saya selaku panitia melalui ini ingin mengutarakan mengenai statment saudara item di atas. Saya dari panitia penanaman pohon (bukan panitia OMB) yang dimintai bantuan ingin mengutarakan yang saya ketahui.

    1. Bibit tidak sesuai dengan jumlah dikarenakan anggaran yang dimiliki pemberi bibit tersebut sangat terbatas mengingat waktu koordinasi dengan mereka sudah mendekati tutup buku anggaran.

    2. Tanaman tersebut berasal dari pihak sponsor yakni Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Tengah.

    3. Tanaman yang kami minta berjumlah 700 tanaman dengan jenis Rambutan berjumlah 350 tanaman dan Durian 350 tanaman seperti yang diinginkan warga setelah kami survei, namun kami tidak menjanjikan jenis tanaman tersebut. Fakta yang terjadi; tanaman yang diberikan berjenis sirsat dan sukun dengan jumlah 350 tanaman dengan pembagian 175 tanaman sukun dan 175 tanaman sirsat. Mengetahui jenis tanaman yang ada maka 48 % warga menolak dengan tanaman ini. Setelah kami koscek ternyata kami kekurangan 20 tanaman, sehingga kemudian kampus membeli 20 tanaman sirsat untuk melengkapinya.

    3. Saya tidak mengetahui mengenai dana OMB Maba (Mahasiswa Baru). Jujur kami selaku panitia hanya mendapat penggantian guna pembelian bensin untuk koordinasi serta mendapatkan makan setelah kegiatan tersebut selesai terlaksana. Untuk makan kami hanya diberikan dana Rp 10.000/orang. Pada pelaksanaan teknisnya panitia penanaman pohon berjumlah 30 orang. Kampus mengeluarkan biaya guna sewa truk serta makan para awak truk tersebut karena manusia harus kerja untuk mendapatkan makan. Selain itu kampus mengeluarkan anggaran guna pembelian pupuk dan transportasi truk untuk pupuk tersebut. Pupuk tersebut sebanyak125 karung dengan jenis pupuk kandang. Pihak kampus juga menyediakan makanan dan minuman ringan untuk panitia dan fasilitator di dalam koordinasi (rapat) guna membicarakan kegiatan ini (untuk hal ini saudara/i Item dapat menanyakan kepada fasilitator), selain itu pihak kampus juga menyediakan konsumsi berupa air mineral botol dan makan besar bagi panitia, fasilitator dan Maba (Jika saudara/i Item datang sewaktu hari H atau tanggal 26 November 2011 kemarin tentunya akan mengetahui fakta ini).

    Demikianlah pengalaman saya selaku panitia penanaman pohon. Pihak kampus juga telah mengeluarkan dana (kemungkinan dana tersebut berasal dari MaBa).

  4. ojohn says:

    #item ; kalo pengen tahu silahkan gabung dikepanitiaan. biar ga komentar yang macam-macam, seolah-olah curiga terhadap panitia..

  5. Dicky Kurniawan says:

    @ojohn : pertanyaan yg wajar kok 😀

  6. febri says:

    @all: sebenarnya pertanyaan saudara #item cukup bagus dan kritis… bagi teman” mahasiswa perlu mengkritisi berbagai program rektorat dan LK..

    Kegiatan OMB sja sudah lewat jauh, bahkan saat pembagian bibit dan penanaman sebenarnya sudah masuk momen Dies Natalis UKSW…

    kegiatan ini menurut saya mengorbankan waktu bagi mahasiswa, LK seharusnya sadar akan hal ini dan berani berbicara atas mahasiswa..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *