Malam Komposisi Tampilkan Karya Para Komposer Muda FSP

Browse By

Fakultas Seni Pertunjukan Universitas Kristen Satya Wacana menggelar Malam Komposisi di Recital Hall, Gedung FSP pada Rabu (22/02). Malam komposisi kali ini merupakan pergelaran kedua setelah tahun lalu, yang menampilkan komposisi musik dari hasil karya mahasiswa FSP.

Penampilan mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan dalam membawakan komposisi musik yang merupakan hasil karya salah satu komposer muda FSP pada Malam Komposisi, Rabu (22/02). Acara ini berlangsung di Recital hall, Gedung FSP. {Foto oleh: Rolland Koroh}

Acara yang digagas oleh Senat Mahasiswa FSP ini bertujuan untuk mewadahi komposisi musik terpilih hasil karya mahasiswa FSP yang mengambil matakuliah Kontrapungtonal, yaitu matakuliah yang mempelajari tentang teknik, teori, dan praktek komposisi musik polifonik untuk dua dan tiga suara. Serta matakuliah komposisi, yaitu matakuliah yang mempelajari tentang teori, teknik, dan praktek dalam penulisan komposisi baik untuk vokal maupun instrumental dalam berbagai bentuk dan format. Hal tersebut dijelaskan oleh Drs. Agastya Rama Listya, MSM, salah satu dosen pengampu matakuliah Kontrapungtonal FSP yang hadir dalam acara tersebut.

Total ada tujuh karya yang ditampilkan dalam Malam Komposisi tersebut, enam diantaranya merupakan hasil karya mahasiswa FSP yang mengambil matakuliah Kontrapungtonal dan Komposisi. Sedangkan pertunjukkan terakhir merupakan hasil karya dari tugas akhir mahasiswa FSP tahun ini, yaitu Aloysius Julindra, mahasiswa angkatan 2006 FSP. Karya Aloysius yang berjudul The Personality ini dimainkan dalam Piano Quintet oleh enam penyaji, antara lain Samuel Kristiawan (piano), Vina Renata (flute), Amanda Sapta (violin I), Amadea Roselina (violin II), Fransiskus Wahyudi (viola), Anggelina Sande Lilingan (violon cello).

“Sesuai dengan judulnya The Personality atau diartikan dengan kepribadian merupakan karya yang terilhami oleh karakter-karakter manusia yang ada,” tutur Aloysius.

Lebih lanjut Aloysius menjelaskan komposisi ini terbagi menjadi empat bagian seperti halnya karakter manusia yang juga terbagi menjadi empat, yaitu koleris, melankolis, plegmatis, dan sanguinis. Bagian pertama, koleris, menggambarkan karakter yang keras, bagian ini ditunjukkan oleh permainan piano. Kemudian yang kedua, melankolis, menggambarkan rasa sepi yang mendalam ditunjukkan oleh instrumen gesek. Sedangkan bagian ketiga yaitu plegmatis menggambarkan karakter tenang pribadi manusia yang juga ditunjukkan oleh instrumen gesek serta piano yang menunjukkan karakter plegmatis yang cuek (masa bodoh). Bagian terakhir menggambarkan karakter sanguinis dalam perasaan gembira yang ditunjukkan oleh keseluruhan instrumen.

Berbeda dari tahun lalu, Malam Komposisi kali ini dibuka untuk penonton umum. Menurut William Ronaldo Yozen, ketua panitia acara, hal tersebut bertujuan agar lebih banyak komposer yang berani menampilkan karyanya. “Jangan dibiarkan, tapi juga ditunjukkan ke orang lain,” imbuh William.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *