Bedah Buku dengan Butet Manurung

Browse By

Sumber Ilustrasi : goodreads.com

Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi (FISKOM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar bedah buku berjudul Sokola Rimba. Acara dengan tema “Berbagi Kita Bersama Butet Manurung” diselenggarakan 6 Maret 2012 di Balairung UKSW Salatiga. Butet Manurung yang memiliki nama asli Saur Marlina Manurung, penulis dari buku Sokola Rimba hadir sebagai pembicara dalam bedah buku.

Butet Manurung menceritakan pengalamannya saat bedah buku ini berlangsung. Dimulai saat Butet bergabung menjadi fasilitator pendidikan di Warung Informasi Konservasi (WARSI) untuk orang Rimba yang berada di Jambi, kemudian mendirikan Organisasi Komunitas Pendidikan Alternatif yang diberi nama Sokola.

Butet Manurung juga menceritakan kendala yang dialami Sokola di Halmahera. Hal ini menjadi pertanyaan kepada salah satu peserta bedah buku, “Yang menjadi pertanyaan saya kepada Mbak Butet, saya dengar ulasan Mbak Butet bahwa Sokola yang dibuat di Halmahera sementara ditutup karena kendala mengenai anggaran, kenapa tidak bekerja sama dengan pemerintah?“ kata Berthjovi Pangkey, seorang mahasiswa Program Studi Sosiologi UKSW.

Butet Manurung menjelaskan bahwa Sokola yang berada di Halmahera sedang tutup karena tidak ada dana. Selain Sokola di Halmahera, Sokola di Flores juga ditutup. “Kendalanya karena kita nggak ada uang, kehabisan dana. Kita founding terkendala, kita gak mau menerima dari perusahaan yang merugikan lingkungan, politik, dan agama. Jadinya nggak ada yang nyumbang,” kata Butet Manurung. Lebih lanjut Butet menerangkan bahwa selama ini Sokola yang berada di Halmahera memiliki dana dari sumbangan Sokola-Sokola lain dan penghasilan dari penjualan buku. Selain itu, sampai saat ini tidak ada bantuan dari Pemerintah Halmahera untuk membantu kendala yang dialami Sokola Halmahera.

Bedah buku ini merupakan rangkaian kegiatan Ulang Tahun FISKOM dan kegiatan Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) FISKOM. “Tujuan dari acara ini, kita kan dari latar belakang mahasiswa sosial komunikasi jadi kita harapkan di sini kita belajar lebih kritis dengan lingkungan, kita juga bisa memberikan aplikasi kita, memberikan dedikasi kita sama masyarakat,” kata Beta, Ketua Panitia bedah buku. Selain mahasiswa FISKOM, bedah buku ini juga dihadiri oleh mahasiswa FEB, FKIP,FSM, dan Fakultas Psikologi.

Usai bedah buku, Butet Manurung berpesan “Sebagai anak muda kalian masih setengahnya usia saya, jadi lebih mencari  fashion (gaya-red) masing-masing, jangan ikut-ikutan. Kalau memang fashionnya ikut-ikutan gak apa-apa tapi jangan maksain diri. Dengar panggilan hati masing-masing karena menurut aku gak akan bisa bahagia orang jika tidak mencintai pekerjaannnya. Jadilah diri sendiri”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *