The Huncback of Notre Dame – FBS

Browse By

Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Kristen Satya Wacana, telah mengadakan pementasan drama musical berjudul The Hunchback of Notre Dame.  Pentas diadakan pada 21-22 Maret 2012 di Balairung Universitas (BU) dan dimulai pukul 18.00 WIB.

Drama musikal yang diadaptasi dari cerita karya Victor Hugo ini, mengisahkan tentang seorang bungkuk buruk rupa bernama Quasimodo. Quasimodo yang bermata satu dan berkaki bengkok ini dianggap sebagai monster yang dicemooh dan ditakuti. Sejak bayi Qusimodo diasuh dan dibesarkan oleh Frollo yang mempunyai kuasa. Ketika Quasimodo dewasa, Qusimodo bekerja sebagai penjaga lonceng gereja Notre Dame.

Ketika Festival of Fools diselenggarakan di kotanya, para gargoyle meyakinkan Quasimodo untuk bergabung dalam keramaian. Walaupun Frollo menentang hal tersebut, Quasimodo tetap bertekat untuk menyaksikan Festival. Disitulah Quasimodo bertemu dengan Phoebus, seorang kapten tentara dan Esmeralda, seorang gadis penari gipsi yang berparas cantik. Hingga benih-benih cinta tumbuh diantara Quasimodo dan Esmeralda.

Mengetahui hal tersebut, Frollo menjadi semakin ingin membinasakan para kaum gipsi. Hingga akhirnya,   Quasimodo membantu Esmeralda dan Phoebus untuk melawan dan menyelamatkan orang-orang gipsi dari kekejaman Frollo.

Salah satu adegan dalam drama The Hunchback of Notre Dame. {Foto oleh: Lidya Annisa Widyastuti}

Ketika ditemui di sela-sela pementasan, Jessyca Dian Purnama Puteri, produser drama ini, menerangkan bahwa pementasan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. “Tahun ini kita spesial dong. Kita bekerjasama dengan STRINX Orchestra karena drama ini musikal, jadi lebih bagus pake orchestra,”terang Jessyca.

Tujuan pementasan ini dikatakan Jessyca, sebagai sarana promosi bagi FBS dan untuk menyelenggarakan drama tiap tahunnya.

“Drama ini bisa membawa hiburan buat orang, dapat moril yang kita bawakan. Ya, mungkin anak-anak SMA bisa tertarik buat masuk FBS,” harap Jesyyca.

Dalam pementasan kali ini, FBS melibatkan lebih dari 65 orang panitia, 23 pemain, dan STRINX Orchestra dari FSP (Fakultas Seni Pertunjukan). Sedangkan untuk persiapan pementasan sendiri sudah dilakukan sejak September 2011.

Ninik, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang hadir menonton pentas drama The Hunchback of Notre Dame mengungkapkan, “Saya baru pertama kali ini sih, melihat dramanya FBS. Menurut saya, ini pementasan yang menarik dan pantas untuk ditonton.”

2 thoughts on “The Huncback of Notre Dame – FBS”

  1. yudi says:

    scientiarum sudah berkali-kali melakukan kesalahan penulisan nama strinx. baru kali ini betul. strinx orchestra BUKAN dari Fakultas Seni Pertunjukan.

  2. Rista says:

    It’s so Amazing ^_^

    Perpaduan antara Bahasa dan musik menghasilkan sebuah karya estetika yang membanggakan dan menusuk hati buangetttttt :p hahahha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *