Raditya Dika : Menulis Berawal Dari Kegelisahan

Browse By

Raditya Dika, penulis muda Indonesia hadir sebagai pemateri dalam Talk Show “Kreatif menulis Rejeki Tak Akan Habis”, Senin, 14 Mei 2012 di Gedung Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Acara diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa (SEMA) UKSW dan bekerjasama dengan PT. Faber Castell. Acara yang dibuka untuk umum ini dimulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB dan dihadiri sebanyak 516 peserta yang sebagian besar mahasiswa UKSW.

Raditya Dika saat menjadi pembicara di Talk Show "Kreatif Menulis Rejeki Tak Akan Habis", Senin 14 Mei 2012 di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana. Raditya Dika membawakan materi bagaimana menggali ide-ide kreatif peserta, salah satunya bagaimana menulis kreatif komedi. {Foto oleh: Lidya Annisa Widyastuti}

Pemilihan Raditya Dika sebagai pembicara dalam talk show ini karena Radit dianggap sebagai icon penulis muda yang berjiwa kreatif dan dirasa cocok dengan tema yang dipilih. Hal tersebut disampaikan oleh Surya Trikusuma, Brand Jawa Tengah Faber Castell. “Raditya Dika penulis yang sukses berawal dari ide menulis di blog,” jelasnya.

Ditemui di Ruang VIP Gedung Balairung, sesaat sebelum membawakan materi, Radit bercerita singkat tentang pengalamannya sebagai penulis yang berawal dari blog hingga menjadi penulis yang telah sukses memunculkan beberapa karya. “Yang penting berani ambil kesempatan. Dari penulis blog berani untuk nyerahin ke penerbit, sudah jadi penulis buku lanjut untuk berani jadi penulis naskah, ”ucap Radit yang sedang menggarap penulisan dua naskah film Panjat Pinang dan Tawuran.

Berbagi tips pada Scientiarum, Radit menyebutkan tiga modal utama untuk bisa jadi penulis antara lain pengamatan yaitu menjadi orang yang obserfatif, kemauan yaitu punya stamina yang cukup untuk bisa menulis dari halaman satu ke halaman berikutnya, serta kebiasaan.

Lebih lanjut Radit menjelaskan, untuk meningkatkan keinginan atau minat menulis, tulislah sesuatu mulai dari yang menjadi kegelisahan. “Nulis ini karena menggelisahkan buat gue. Misalnya aja saat nonton tv, liat berita pendidikan di Indonesia, terganggu dengan hal tersebut, merasa hal itu menggelisahkan, jadikan itu bahan,” jelas Radit.

Dalam materi yang disampaikan dalam talk show, Radit menjelaskan bagaimana menemukan bahan dalam menulis, khususnya menulis komedi kreatif. Radit memaparkan tiga tahap dalam menemukan bahan komedi, yaitu mengambil apa yang kita gelisahkan dari melihat kehidupan sehari-hari, mencari perbedaan yang ada (observasi), kemudian mencari perspektif apa yang akan diambil.

Raditya Dika membawakan materi selama satu jam, kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab interaktif untuk peserta. Sesi berikutnya ialah kegiatan menulis kreatif, dalam sesi ini peserta diminta untuk membuat sebuah tulisan kecil. Diambil tiga hasil tulisan peserta yang kemudian dibedah secara langsung oleh Raditya Dika.

Radityo Sancius Ardiyanto P, ketua panitia acara ini berharap setelah mengikuti talk show yang dibawakan oleh Raditya Dika ini, teman-teman mahasiswa bisa lebih tahu cara menggali ide-ide kreatif dari hal-hal sederhana. “Seperti yang dibilang Raditya Dika, ide-ide bisa muncul pertama dari kegelisahan kita sendiri,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *