Wajib Laksanakan Semester Antara

Browse By

Lembaga Kemahasiswaan Universitas mengadakan Open Forum mengenai “Peraturan Penyelenggaraan Kegiatan Akademik Dalam Sistem Kredit Semester Universitas Kristen Satya Wacana,” pada Rabu (15/8) di Balairung Universitas. Acara yang berlangsung sejak pukul 13.00-17.30 WIB tersebut dihadiri Rektor John A. Titaley, Pembantu Rektor III Yafet Yosafat Wilben Rissy, beberapa Dekan dan dosen serta para mahasiswa.

Pdt.Prof.Drs.Jhon Adrian Titaley, Th.D selaku Rektor Universitas Kristen Satya Wacana sedang menyampaikan proses penerbitan SK Rektor NO.168/KEP./REK./V/2012 mengenai penyelenggaraan kegiatan akademik dalam sistem kredit semester.

Dalam acara tersebut John A. Titaley, menerangkan mengenai rasionalisasi perubahan sistem akademik yang mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 2010. Akan ada perubahan waktu pembelajaran dari yang sebelumnya 16-19 kali pertemuan berubah menjadi 13-14 kali pertemuan pada tiap semester.

Menurutnya, dengan istilah semester genap, semester gasal, dan semester antara ini, beban belajar mahasiswa dan beban kerja dosen dapat dilihat dalam satuan SKS, yang mana pengertian 1 SKS sama dengan tiga jam beban belajar yang mencakup kegiatan tatap muka, kegiatan terstruktur, dan kegiatan mandiri. Untuk mahasiswa yang memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif di bawah 3,75 hanya dapat mengambil 12 hingga 16 SKS atau sama dengan beban dosen, sedangkan untuk mahasiswa dengan IPK ?3,75 boleh mengambil 18 SKS.

Untuk semester antara mahasiswa yang akan melakukan pengayaan, remidiasi, ataupun percepatan dapat memanfaatkannya. “Ini sifatnya wajib. Tapi terserah mahasiswa mau ambil atau tidak. Jangankan semester antara, semester gasal atau genap pun, mahasiswa bisa mengambil atau tidak,” jelas John A. Titaley dalam Open Forum tersebut.

John juga menyatakan kewajiban menyelenggarakan semester antara untuk menunjang mutu pendidikan dan mempercepat masa perkuliahan mahasiswa. Hasil keputusan dari rapat senat yang terkait hal tersebut, menurutnya sudah sesuai dengan prosedur UKSW dan tidak melanggar peraturan satu pun di Indonesia.“Bukan berarti sebelum ada peraturan dari menteri hal ini tidak bisa dilaksanakan. Tunjukan peraturan mana yang kami langgar,” ujar John.

Selain mahasiswa yang banyak menyuarakan ketidaksetujuan terhadap kewajiban semester antara, beberapa Dekan juga ungkapkan ketidaksetujuan. Menurut Rully Adi Nugroho, Dekan Fakultas Biologi, bukan hanya mahasiswa yang kesulitan menjalankannya, namun dosen juga akan mengalami kendala dalam melakukan penelitian sebagai tri dharma perguruan tinggi apabila menggunakan sistem tiga semester.

Lampiran nota Rektor No. 064/NR/8/2012 tertanggal 7 Agustus 2012 yang berisikan sebagai berikut:
Dengan hormat,
Sehubungan dengan Peraturan Penyelenggaraan Kegiatan Akademik dalam Sistem Kredit Semester UKSW dengan SK Rektor UKSW No. 168/Kep./Rek./V/2012, Rapat Pimpinan Universitas Kristen Satya Wacana tanggal 7 Agustus 2012 memutuskan hal-hal sebagai berikut:
1. Bagi mahasiswa angkatan 2011 dan sebelumnya sampai dengan Semester Gasal 2012/2013 masih menggunakan acuan (matriks) Peraturan Penyelenggaraan Kegiatan Akademik dalam Sistem Kredit Semester UKSW tahun 2009 (lama) dengan beban maksimal 24 sks sesuai IPK.
2. Mulai semester genap dan antara 2012/2013 menggunakan Peraturan Penyelenggaraan Kegiatan Akademik dalam Sistem Kredit Semester UKSW tahun 2012. Oleh karena itu mohon agar Dekan/Kaprogdi dapat menyesuaikan daftar alir registrasi matakuliah dan mempersiapkan penjadwalan sesuai ketentuan yang baru.
3. Mahasiswa baru tahun akademik 2012/2013 menggunakan ketentuan yang baru.
Demikian hal-hal yang dapat kami sampaikan dan terima kasih atas perhatian serta kerjasama yang baik.

One thought on “Wajib Laksanakan Semester Antara”

  1. Ferdi says:

    “Ini sifatnya wajib. Tapi terserah mahasiswa mau ambil atau tidak. Jangankan semester antara, semester gasal atau genap pun, mahasiswa bisa mengambil atau tidak.” Bagimana mungkin menggunakan kata “wajib” tapi diperbolehkan untuk tidak memilih?

    Selain itu, implikasi dari ketidaksertaan mengikuti perkuliahan adalah mahasiswa diwajibkan untuk membayar uang kompensasi berupa uang cuti, benarkah seperti itu ? Kalau benar, sungguh sangat kasihan bagi mhsw/i yang sudah merasa cukup dengan hasil studi yang dia dapatkan tapi tetap diharuskan membayarkan kompensasi sebagai akibat tidak mengambil matakuliah.

    Seingat saya, semester pendek (1 bulan pada saat masa renggang libur perubahan semester) yang dulu pernah diterapkan di UKSW (tahun 2000an awal), jauh lebih baik dan jauh lebih mengakomodir kebutuhan mahasiswa.

    Benar-benar kampus yang money oriented, padahal rektornya bertitel pendeta. Sayang sekali y.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *