‘Kulonuwun’ Mahasiswa Baru kepada Masyarakat Salatiga

Browse By

Pawai Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) digelar untuk ke empat kalinya pada Sabtu (22/9), yang diikuti kurang lebih dua ribu mahasiswa. Dibuka oleh Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, bersama Rektor UKSW, John A. Titaley dengan penyerahan tongkat kepada dua mayorete Marchingblek  pada pukul 14.26 WIB di Pintu Masuk Kampus.

Pawai yang diadakan dalam rangkaian OMB ini, diharapkan dapat menjadi ungkapan “permisi” dari mahasiswa baru kepada masyarakat Salatiga berupa hiburan. Iring-iringan pawai yang panjangnya kurang lebih 1,5 km ini diawali dengan Kesenian Reog Ponorogo, dilanjutkan Liong dan Barongsai persembahan SMP Stella Matutina Salatiga, Tari Prajuritan yang menjadi ciri khas Kota Salatiga, Paskibra dari SMA Kristen Laboraturium Salatiga, diikuti Flag Dance, Tari Api, Marching Blek, dan Kostum Karnival.  Mereka mengelilingi kota Salatiga melewati Jalan Diponegoro – Jalan Jendral Sudirman – Jalan Sukowati – Lapangan Pancasila – Jalan Adisucipto – Jalan Kartini – Jalan Monginsidi  dan kemudian kembali ke Kampus UKSW.

Suguhan kostum karnival, Flag Dance, serta Marching Blek diharapkan dapat mencerminkan tema pawai OMB kali ini, yaitu “Kebersamaan yang Kreatif”. Dari Press Release yang dilansir oleh panitia, dijelaskan ada 96 kostum karya mahasiswa baru dan 6 kostum instruktur yang menggambarkan ciri khas 6 pulau besar Indonesia yaitu Sumatera dengan Harimau Sumatera-nya, Legenda Baru Klinting merepresentasikan pulau Jawa, Burung Enggang dari Kalimantan, Gadis Bali dan Barong untuk pulau Bali, Kebudayaan Toraja sebagai penggambaran pulau Sulawesi, dan Anggrek yang menggambarkan pulau Papua.

Sementara itu, 1000 mahasiswa mengambil bagian dalam Marching Blek yang memainkan 4 lagu yaitu Mars Satya Wacana, Mars MarchingBlek, Manuk Dadali, dan Iwak Peyek dengan menggunakan kentongan, jerigen, tong seng, tong plastik, belira, trio tom, dan glockenspeel. Digunakan juga metronom karya mahasiswa Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) untuk menjaga ketukan barisan Marching Blek dari depan hingga belakang agar seirama. Metronom  ini memanfaatkan gelombang radio sehingga barisan Marching Blek bisa mendengarkan ketukan lewat earphone dan lampu metronom.

Tidak hanya itu, Flag Dance yang diikuti 809 mahasiswa baru dan terbagi dalam 6 kelompok warna bendera yaitu merah, kuning, orange, ungu, biru, dan hijau menarikan tarian bendera secara kolosal. Flag dance yang merupakan suguhan baru di pawai OMB tahun ini, menggambarkan keindahan pelangi sebagai lambang dari keanekaragaman budaya yang membaur di UKSW .

Dalam sambutannya, Yuliyanto menyampaikan apresiasinya kepada UKSW atas digelarnya pawai ini.  “Saya berharap kerjasama ini terus dijalin secara baik, secara intensif. Ini tentunya akan membuahkan hasil yang baik pula”. Beliau juga menyampaikan harapannya agar seluruh civitas UKSW selalu mengedepankan persatan dan kesatuan serta turut menjaga agar kota Salatiga tetap kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *