Kompetisi Stand Up Comedy Antar Fakultas UKSW

Browse By

Setelah proses seleksi Stand Up Comedy, yang diikuti oleh 77 mahasiswa dari berbagai Fakultas yang berlangsung di ruang auditorium, Kantor Fakultas Teknologi Informasi (FTI) lantai 4, pada (29-31/10), akhirnya pada (1/11) terpilihlah 20 mahasiswa sebagai finalis yang diumumkan di Balairung Utama (BU), pukul 09.00 WIB.

Kompetisi yang diadakan oleh Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) ini, menjadi sasaran hiburan bagi mahasiswa UKSW. Hal ini diakui oleh  Paula, mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) yang juga merupakan salah satu penonton.“Saya tertarik karena ini kali pertamanya UKSW mengadakan acara Stand Up Comedy antar Fakultas dan sekalian saya juga mendukung teman-teman FEB yang mengikuti  kompetisi ini.”

Acara yang mengangkat tema “Kekerasan, Kemiskinan dan Korupsi” ini,  dibuka dengan sambutan dari Pembantu Rektor III,  Yavet Yosafat Wilben Rissy. “Sosial politik itu penuh dengan ketegangan, mentertawakan diri sendiri itu penting. Simpel tapi sangat perlu. Dalam rangka menjernihkan hati dan pikiran, acara ini bagus agar bisa melihat situasi sosial dan budaya di lingkungan.”

Dengan durasi 7 menit, 20 kontestan yang terpilih ini menampilkan kemampuan dalam ber-Stand Up. “Ada beberapa yang garing, tapi ada juga yang bikin perut melilit,” komentar Vita,  salah satu penonton.

Dalam final ini, juga menampilkan Prie GS yang dijuluki sebagai Sang Penggoda Indonesia. Kartunis asal Semarang  yang memiliki kumis tebal ini menjadi pembuka gelak tawa penonton. “Dia lucu, kreatif, komunikatif, punya daya jual, dan rendah hati,“ kata Desi salah satu penonton.

Atas penilaian  Bayu Krisna (Beka Mind),  Richard (perwakilan UKSW-Dosen), dan  Andy Pranata (Djarum) sebagai dewan juri, terpilihlah Aproni mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK)  sebagai Juara pertama. Ia meraih uang tunai Rp 5.000.000, Endhyka Pratomo Sulkan, mahasiswa FEB yang menempati posisi kedua dengan hadiah Rp 4.000.000 dan juara ketiga diraih oleh Giovano,  mahasiswa FTI dengan hadiah Rp 3.000.000.

Endhyka Pratomo Sulkan, mahasiswa asal Papua yang menempati posisi ke II dalam perlombaan ini, mengaku tidak menyangka. “Awalnya saya tidak merencanakan untuk ikut perlombaan ini, tapi saya merasa perwakilan FEB khususnya angkatan 2009 harus ada dalam kompetisi tersebut. Saya hanya dapat bersyukur. Dan rasa syukur ini tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata, hadiah yang saya dapat saya dedikasikan untuk teman-teman FEB yang sudah mendukung saya, sebagian lagi saya gunakan untuk biaya kuliah, dan sisanya rahasia,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *